Back to Kompasiana
Artikel

Gadget

Muhammad Islam

Muhammad Islam adalah kandidat master dari Ilmu Ekonomi Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB, Ketua Umum selengkapnya

Customer Service XL “817″ Mengecewakan

REP | 26 January 2012 | 09:37 Dibaca: 6410   Komentar: 1   0

Pengguna Ponsel di Indonesia sudah sangat banyak bahkan hampir seluruh masyarakat indonesia pernah memiliki dan menggunakan HP. tetapi layanan pelanggan yang disediakan provider khususnya XL tidak dipersiapkan sebaik mungkin sehingga dapat menjawab dan menindak lanjuti keluhan pelanggan.

singkat cerita istri saya pernah memiliki pengalaman buruk dengan XL, karena ketika hendak keluar negeri (Filipina) istri saya yang menggunakan XL Pascabayar (dengan nomor coorporate), menghubungi 817 no layanan pelanggan XL untuk menanyakan prihal layanan dan tarif BB di Filipina. karena dari jawaban yang pertama tidak jelas dan sulit diikuti, maka istri saya kembali menelepon 817 dan bicara dengan orang yang berbeda. tetapi kok jawabannya berbeda-beda. sebelumnya bilang harus ini, kemudian yang satu bilang tidak usah dirubah-rubah dsb (rincian kata-kata pastinya sudah tidak ingat). alhasil ketika BB digunakan disana dalam waktu kurang lebih 2 hari ternyata kartunya di blokir karena melebihi limit (limit xl istri saya Rp2 juta). dan lebih mengejutkannya lagi tagihan yang ada mencapai sekitar Rp4 juta (alasannya kalau di luar negeri limit yang ditetapkan sebelumnya yakni Rp2juta tidak berlaku). akhirnya istri saya harus membayar.

tapi hal itu cukup jadi pelajaran kalau kita harus benar-benar memastikan informasi dari layanan konsumen tersebut dan tidak akan saya permasalahkan karena kronologi waktunya sudah lupa tetapi sekitar 1 tahun yang lalu.

saat ini ketidakjelasan itu kembali terjadi, saya menerima info promo dari provider sehingga membuat saya menelpon 817 (tarifnya Rp350 per nelp) setelah mendapat penjelasan yang cukup lama akhirnya saya tidak bisa berbuat apa-apa dan minta dibuatkan laporan agar iklan-iklan promo harus jelas dan tuntas. saat ini Costumer Service yang melayani saya bilang kalau dalam waktu paling lambat 3X24 jam saya akan dikirimi no laporan (saat itu tanggal 17 Januari 2012) tetapi hingga tanggal 24 Januari 2012 laporan itu tidak ada.

karena penasaran saya telp lagi ke 817 menanyakan tindak lanjut laporan saya (diterima atau tidak yang jelas harus ada penjelasan) tetapi jawabannya bahwa benar saya pernah menelepon ke 817 tapi tidak ada laporan, artinya si mbak yang pertama kali menerima telpon dan berjanji buatkan laporan ternyata tidak mengerjakannya. saya minta bicara dengan penerima telp pertama tetapi tidak diberikan. akhirnya saya minta dihubungi oleh penerima telp pertama dan diiyakan oleh penerima telp kedua dengan kesepakatan paling lama 1X24 jam akan dihubungi. ternyata tidak juga dihubungi. saya kembali telp ke 817 untuk menanyakan dan bicara dengan pengangkat telp pertama saya ternyata tidak bisa juga, saya yang sudah kesal minta bicara dengan penanggung jawabnya akhirnya diberikan. tetapi menurut beliau penerima telp saya yang pertama tidak masuk hari itu dan akan menghubungi saya besok pagi (25 Januari 2012).

yang saya permasalahkan saat ini adalah untuk menghubungi 817 itu kita harus bayar Rp350/nelp. sehingga saya merasa dirugikan karena untuk tau jawaban dan nasib laporan saya, harus berulang menghubungi 817 dan itu ada tarifnya. sehingga pesannya adalah agar pembaca lebih kritis terhadap hal-hal demikian. meskipun nominalnya sedikit kalau banyak yang mengalaminya saya rasa angkanya bisa fantastis kalau dibongkar.

semoga pihak XL dapat menyelesaikan masalah ini agar tidak kembali terulang.

pagi ini penerima telpon pertama saya menghubungi dan berjanji akan membuatkan laporan dan saya minta pulsa saya 2 x Rp350,- yang saya gunakan untuk menanyakan tindak lanjut laporan saya (yang tidak jelas apakah dikerjakan atau tidak oleh dia) untuk dikembalikan. semoga janjinya akan ditepati.

untuk nama-nama penerima telp di 817 saya ingat dan saya catat tetapi tidak saya tulis disini demi kemanusiaan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 7 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 8 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 9 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 10 jam lalu

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Waspada, Ancaman Katup Jantung Bocor pada …

Yuni Astuti | 8 jam lalu

United Kalah, Wujud Kerinduan Hairdryer …

Aristo Setiawan | 8 jam lalu

Kolaborasi Rasa …

Puji Anto | 8 jam lalu

Ramping Itu Artinya Wamen dan Staff Ahli …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Jadzab, Istimewa atau Abnormal? …

Mahrus Afif | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: