Back to Kompasiana
Artikel

Gadget

Reonnald

Mahasiswa dari Ndeso yang terpencil, belajar untuk menjalani kehidupan yang kejam

Keamanan Data Pada Media Simpan

OPINI | 24 January 2013 | 07:46 Dibaca: 493   Komentar: 0   0

Saat menjual notebook, PC, Memory Card, Flashdisk bahkan semua perangkat elektronik yang kita miliki yang berkaitan dengan penyimpanan data kita, barang yang kita miliki tersebut, selanjutnya kita jual keorang lain sebagai barang second, apakah anda sudah yakin data tersebut sudah hilang dari memory penyimpanan yang ada walaupun sudah kita format, dan kita delete sekalipun?

Media penyimpanan data seperti harddisk, flashdisk, memory card adalah perubahan bentuk dari masa kemasa media simpan yang semula data di simpan dalam memory komputer, selanjutnya berkembang ke disket, berkembang lagi ke harddisk hingga metamorfosil dari memory komputer yaitu flashdisk, simcard, dan sejenis card memory.

Prinsip kerja penyimapanan data dari dulu adalah sama yaitu data dituliskan dalam satu register yang ada pada media simpan, kalau dalam media simpan harddisk data dituliskan dari lokasi cylinder, sector, track, tetapi dalam memory card seperti flashdisk dan turunannya data ditulis dalam lokasi register yang nantinya data diurutkan berdasar blok data pada disk secara logik yang disimpan dalam chips, chips ini berupa IC yang ada pada komponen baik itu flashdik, dan sejenis memory card.

Dengan menggunakan media penyimpanan tersebut data yang kita miliki dapat kita panggil sewaktu-waktu, bahkan kita edit, kita copy sampai kita delete atau di hapus. Nah, kembali kepertanyaanya diatas yakinkan kita bahwa yang kita hapus benar-benar terhapus dari media simpan yang kita miliki?

Bahwasannya data tersebut tidak hilang begitu saja dari memory media simpan baik itu harddisk bahkan sampai turunan memory yaitu flashdisk, memory card sejenisnya. Seperti saya sebutkan diatas bahwa data semua tersimpan dalam register dalam register inilah data bisa dipanggil, walaupun media simpan data sudah terhapus dengan cara di format didelete, dan ditimpa dengan data lain maka data tetap bisa dipanggil,

Pembanggilan data yang melalui register inilah yang memuat semua instruksi dan catatan data apa saja yang dimasukkan dalam media simpan walaupun ukuran kecil atau file data itu kosong pun karena sudah disimpan dalam media simpan maka register tetap menulisnya lokasi alamat data tersebut diletakkan.

Sebagai contoh kita menyimpan data dalam harddisk berupa file yang kita ketik dengan word misalnya, saat data itu mulai disimpan data tersebut sudah diletakkan dalam lokasi cakram hardisk dalam cylinder, sector, dan track. Bisa di ibaratkan seperti kita membuat daftar isi pada buku, dalam daftar isi buku akan memuat suatu bahasan dari halaman “x” sampai halam “y” selanjutnya baru ganti bahasan untuk halaman berikutnya yaitu ke halaman “z”. Inilah yang disebut register itu yaitu daftar isinya dari media simpan, saat file tersebut hilang terhapus ataupun terformat maka dalam daftar isi atau register masih ada maka data itu masih bisa dicari walaupun data tersebut sudah diganti dengan data yang lain.

Untuk mengembalikan data ini memang membutuhkan utility tersendiri seperti “Recovery Data” dan sebagainya. Nah… jika kita menjual perangkat elektronik sebagai barang second, yang dulunya ada data-data penting kita, maka berhati-hatilah karena data tersebut masih bisa dipanggil kembali, sehingga data anda bisa diduplikasi lagi oleh orang lain tanpa sepengetahuan kita, jika data itu lebih penting dari pada perangkat elektronik kita maka saat menjual jangan sertakan media simpan kita pada orang lain, karena dengan itu data bisa di salah gunakan bagi orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga akan menimbulkan juga dampak hukum buat kita jika nantinya ada penyalahgunaan data tersebut.

Namun jika anda yakin bahwa bahwa data tersebut memang tidak penting dan sudah yakin dibuang dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi kita dikemudian harinya tentu tidak masalah.

Lantas bagaimana kalau kita terpaksa menjual perangkat tersebut dengan media simpan kita!, cara agar rekam data pada register tersebut tidak bisa dikembalikan lagi walaupun pada register masih tercatat lokasi data kita. Cara yang mudah dan saat ini masih saya jalankan adalah dengan memindah data dengan cara “MOVE” atau lebih kita kenal dengan cara “CUT” berbeda dengan cara menyalin data “COPY”, dengan move walaupun lokasi register mencatat data tersebut tetapi, data yagn diminta saat direcovery tidak akan muncul karena yang tercatat hanyalokasi registernya saja tanpa adanya data isian yang ada.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Menilai Pidato Kenegaraan Jokowi …

Ashwin Pulungan | | 21 October 2014 | 08:19

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | | 21 October 2014 | 07:08

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 4 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 6 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 8 jam lalu

Antusiasme WNI di Jenewa Atas Pelantikan …

Hedi Priamajar | 11 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 7 jam lalu

Jika Kau Bukan Anak Raja, Juga Bukan Anak …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Me Time (Bukan) Waktunya Makan Mie! …

Hanisha Nugraha | 7 jam lalu

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | 7 jam lalu

Semoga Raffi-Gigi Tidak Lupa Hal Ini Setelah …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: