Back to Kompasiana
Artikel

Gadget

Poernamasyae

write a post and the post write you

Tablet Murah di Cina

REP | 03 March 2013 | 21:05 Dibaca: 1317   Komentar: 0   2

Komputer tablet sekarang sedang mewabah di Cina. Bisa dengan mudah ditemukan. Merk-merk lokal, maupun asing. Harganya juga cukup terjangkau, dengan mengunakan sistem operasi Android. Harga paling murah di toko kumputer seharga 349 Yuan, atau sekitar Rp. 550.000, an Yang lebih mahal lagi banyak.

13623182921725888819

Salahsatu merk tablet Cina yang dibungkusnya ada tulisan: hanya untuk diperjualbelikan

di dalam negeri (People Republic of China)

Sumber gambar: www.mobilemag.com

Suatu saat mungkin wabah ini akan menjalar ke Indonesia. Harga tablet yang semakin lama semakin murah. Saya perhatikan Komputer Tablet yang murah diproduksi di Hongkong, kemudian dilepas ke pasar Cina Daratan.  Adapula yang memakai merk Korea, mungkin diproduksi oleh perusahaan Korea Selatan yang m,endirikan pabrik di Cina. Hongkong adalah daerah otonomi khusus Republik Rakyat Cina yang dekat hubungannya dengan Indonesia. Belasan ribu Buruhj Migran Indonesia bekerja di Hongkong, bahkan Bank Mandiri-pun memiliki Kantor Cabang di Hongkong. Atau mungkin sekarang sudah mulai banyak menyebar tablet produk Cina ke Indonesia… melalui jalur resmi ataupun tidak resmi.

Ketentuan Kantor Pos Pemerintah  Cina menyatakan. Komputer sebagai salahsatu benda yang tidak bisa dikirim ke luar negeri. Akhirnya niat untuk mengirimkan tablet ke saudara di tanah airpun sementara terhenti. Akan menelusuri para agen pengiriman barang bermerk internasional.

Tablet touchscreen berOS Android seperti itu, rata-rata  memiliki memori internal sebanyak 8 GB, ada slot untuk micro SD, serta charger. Dengan harga segitu, saya belum menemukan tablet murah yang juga bisa dipakai menelpon. Walaupun begitu, sudah support untuk akses titik panas eh Hotspot. Penampilan pertama dalam bahasa Cina, namun kita bisa stel ke Bahasa Indonesia dan puluhan bahasa lainnya. Sayang jaringan hotspot disini sangat terbatas. Kalaupun ada hotspot di fasilitas publik, sebagian besar tidak gratis, karena harus berlangganan pulsa dari China Unicom/China Mobile atau lainnya.

Dari Google Play ataupun tempat lainnya bisa diperoleh berbagai aplikasi menarik yang bisa dimasukkan ke dalam Tablet. Misalnya pengajaran Iqra, Angry Bird, Balap Mobil, Monyet Lompat, dan sebagainya. Ia bisa menjadi alternatif hiburan bagi anak-anak dan juga sarana belajar.

Membeli tablet di Hongkong ataupun di Cina Daratan, kayaknya lebih murah di Hongkong, karena disanalah produksi dan pemasarannya terjadi lebih intens.  Memang kalau ke Cina membeli sesuatu, lebih murah kalau membeli merk lokal. Karena kalau merk asing, pasti akan dikenakan pajak ini itu, sedangkan produk lokal  akan memperoleh insentif sehingga menggairahkan roda ekonomi.

Wuhan, 2013-02-03

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 6 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 7 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 8 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Aku Ingin .. …

Gunawan Wibisono | 7 jam lalu

Keasyikan itu Bernama Passion …

Ika Pramono | 7 jam lalu

Sisi Positif dari Perseteruan Politik DPR …

Hts S. | 7 jam lalu

Menyiasati kenaikan harga BBM …

Desak Pusparini | 7 jam lalu

Trah Soekarno, Putra Cendana, dan Penerus …

Service Solahart | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: