Teknologi
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Perokok 2 bungkus sehari, peminum kopi 3 gelas dalam hari yang sama. Lebih suka puisi daripada essay. Bermimpi ada sebuah media massa yang keseluruhan reportasenya berbentuk sajak dan syair.
Tips Memotret Petir
Teguh Saja
|  28 Januari 2010  |  14:49
517
22
2 dari 2 Kompasianer menilai Inspiratif.

Musim hujan yang telah berlangsung beberapa waktu menyimpan keindahan tersendiri bagi penggemar fotografi. Kemunculan petir dan kilat baik sebelum maupun sesudah hujan turun menjadi obyek menarik untuk dibingkai dalam sebuah foto.

Mungkin telah banyak tips dan trik memotret petir di internet. Saya hanya akan melengkapi berdasarkan pengalaman memotret sendiri dan komentar-komentar fotografer lain terhadap foto yang saya upload ke salah satu milis.

Foto langit beberapa waktu sebelum hujan turun dan petir muncul

foto langit beberapa waktu sebelum hujan turun dan petir muncul

Petir yang sempat tertangkap dibalik tiang tiang telepon

Petir yang sempat tertangkap dibalik tiang tiang telepon

Memotret petir sebenarnya adalah hal yang cukup sulit karena kemunculannya yang tak dapat diduga akan terjadi di langit bagian yang mana. Kesabaran diperlukan di sini, menunggu dengan sabar dan melihat bagian langit mana yang frekuensi petirnya sering terjadi. Biasanya ada 2 tiga titik dalam selang menit tertentu muncutlkilat atau petir. Kamera tinggal kita arahkan  ke titik tadi begitu ada tanda-tanda petir akan muncul, dan segera tombol kamera di tekan. Setting di kamera bila menggunakan kamera reflek lensa tunggal (SLR) disetting pada kecepatan lambat agar mampu menangkap cahaya petir dengan sempurna. Sementara rana (diafragma) bisa dibuka agak besar.

Perlu diperhatikan juga penggunaan lensa pada kamera. Lensa lebar (wide) sangat disarankan sebab mampu meng-cover sudut yang luas. Komposisi dengan mengikutkan gedung atau rumah  perlu juga dilakukan supaya foto yang didapat terkesan harmonis.

Beberapa foto yang saya share di sini dilakukan tanpa persiapan seperti diatas. Kamera Nikon D70 untuk merekam gambar-gambar itu hanya menggunakan lensa sapu jagat Nikkor 55mm/f 1,8. Jadi jika kurang “maknyus” hasilnya. Untuk itu Kompasioner sekalian harus maklum.


Tags: petir, kompasiana, tips

Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
28 Januari 2010 14:56
0

hhmmm… pake kamera digital (pocket), bisa ngga ya? :-P

28 Januari 2010 | 15:13
0

Bisa mbak kadek, asal di pocket cameranya ada setting untuk manualnya, biasanya logonya M. Pake mode S (speed) juga bisa.

28 Januari 2010 | 21:15
0

pingin sich motret tapi harus hati-hatinya soalnya takut ke sambar petir kan bahaya,,
Btw info yang menarik mas teguh.sukhran.

29 Januari 2010 | 10:43
0

makasih bung saryadi, asal tidak ditempat terbuka saya kira aman aman saja. bisa di balkon rumah atau tempat tempat lain yang beratap

28 Januari 2010 15:02 via Mobile Web
0

Harus pake lensa apa ni?

28 Januari 2010 | 15:16
0

pake apa yang ada aja dulu, saya aja sering serabutan kalau mau hunting foto, ada kamera teman nganggur saya pinjem aja.

28 Januari 2010 15:27
0

Hi hi hi saya punyanya kamera di HP, ada saran?

28 Januari 2010 | 15:57
0

kata fotografer senior, man behind the gun bung bambank..bukan gear kamera yang menentukan hasil

28 Januari 2010 17:18
0

juragan headline lagi ne..
hjahahah

29 Januari 2010 | 10:27
0

masak sii, tak tunggu 2 jam gak muncul muncul juga

28 Januari 2010 17:23 via Mobile Web
0

Keren gambarnya ya….

Salam kenal

29 Januari 2010 | 10:31
0

makasih bung rustan, saya juga masih belajar ni, salam kenal

28 Januari 2010 17:59
0

maaf mas nanya, kenapa fotonya pake speed lambat ? bukanya petir itu kejadian cepet ya ?
trus knp pake bukaan besar ? bukanya tekstur langitnya malah jadi hambar ya ?
terimakasih.

29 Januari 2010 | 10:35
0

justru kalo pake speed tinggi, hasilnya malah gelap semuanya. paling tepat pake mode bulb sebenarnya, cuma perlu pake remote tambahan kalau gak mau capek mencet shutter button terus menerus.
bukaan besar gak akan bikin langit jadi hambar atau bahkan Over Exposure, karena jaraknya yang jauh sehingga kepekatan warna gelap langit tetap lebih kuat. (IMHO)

29 Januari 2010 | 17:10
0

berarti pake tripod dong yah motonya ?
trus kalo pake bukaan besar, berarti langitnya pekat ? trus berarti yang keliatan sekedar langit hitam dan garis kilatnya ? gak keliatan tekstur kerennya langit mendung itu seperti apa ? sekedar nanya ya mas.. soalnya pengen belajar jugaa . hehe makasih

31 Januari 2010 | 07:02
0

biar gak goyang lebih bagus pake tripod/monopod, kayaknya masih keliatan deh meski cuma di sekitar kilatnya doang, kalo kurang puas nanti bisa di post processing biar pekatnya awan lebih kliatan

28 Januari 2010 18:47
0

fotonya kerenn abiss bang….

29 Januari 2010 | 10:35
0

makasih bung, saya masih terus eksplore biar bisa lebih bagus lagi di hunting petir selanjutnya

29 Januari 2010 10:41
0

nanti di praktekkan tipsnya bang teguh….
salam…

29 Januari 2010 | 10:44
0

makasih bung sabri, ditunggu hasil jepretannya ya

29 Januari 2010 14:42
0

asal nggak pakai radio transistor yang sedang on ya mas…

31 Januari 2010 | 06:58
0

wah saya belum nyoba kalo pake yang itu..hehehehe

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Search:
Kompasiana Muda Blogshop
Copyright 2008 - 2010