Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Wawan Supriadi

LAHIR DI SUMEDANG TANGGAL 20 NOVEMBER 1966 -. PERNAH JADI GURU DI SMP DAN SMK selengkapnya

Bell Otomatis Untuk Sekolah (Gratis)

REP | 24 October 2009 | 14:53 Dibaca: 23325   Komentar: 338   3

Program Bell otomatis ini diperuntukan untuk  Sekolah mulai dari SD sampai SLTA. Software ini merupakan versi ke 2. Versi Pertama dibuat sekitar 3 tahun yang lalu diberikan secara gratis ke seluruh SMP yang ada di Sumedang Kota.

Tapi anehnya sekitar satu bulan yang lalu, saya menerima telepon dari beberapa Kota diantaranya Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Subang dan Garut yang meminta pertanggungjawaban  karena Bell Otomatis yang dibelinya tidak jalan (Error). Saya sampai garuk-garuk kepala kenapa Software yang saya buat sampai bisa nyasar ke luar kota. Parahnya, ada yang sambil marah-marah merasa tertipu,  saya cuma bisa nyengir mendengar cacian si Bapak tersebut, nah setelah dia selesai bicara, saya tanyakan bapak mendapatkan dari siapa dan dengan cara bagaimana ?  beliau menjawab bahwa ia membeli dari seseorang, Kemuadian saya tanya Bapak bisa tahu no HP saya dari siapa ? beliau menjawab lihat di program ada foto saya beserta no HP nya (Nah mendengar Jawaban Si Bapak, saya merasa menjadi manusia paling oon ).  Saya beri penjelasan pada si Bapak, bahwa saya tidak pernah menjual program tersebut, program diberikan secara gratis ke sekolah yang ada di Sumedang Kota, seharusnya saya yang harus marah pada bapak tersebut sebab menggunakan program tanpa seiijin saya. Alhamdulilah, setelah mendapat penjelasan, si Bapak tersebut hilang marahnya diganti dengan rasa malu dan takut, (bisa dirasakan dengan mendengar intonasi bicaranya yang berubah lembut)

Program versi 1 tersebut, pasti akan error karena diperlengkapi dengan bom logika, dimana program tersebut tidak bisa aktip setelah 1 tahun, dari waktu penginstalan, maksudnya supaya selalu terjalin  hubungan yang baik antara SMP dengan SMK tempat saya bekerja (Maklum Swasta)

Setelah bergabung dengan kompasiana, ternyata banyak kompasianer yang juga berprofesi sebagai guru, bahkan mungkin kepala sekolah atau pemilik Yayasan Pendidikan, oleh karena itu saya ingin berbagi dengan rekan-rekan guru, dan setelah terlebih dahulu minta ijin pada Kang Pepih dan ternyata diijinkan, dalam kurun waktu kurang lebih 2 jam saya berhasil membuat program Bell Otomatis Versi 2 yang tentunya terbebas dari bom logika sehingga tidak dibatasi waktu penggunaannya.

Dengan Catatan :

1. Program ini tidak boleh diperjual belikan
2. Bila ada rekan Bapak/Ibu diluar komunitas Kompasiana yang ingin membeli program ini, terima saja uangnya tapi jangan lupa sumbangkan ke Mesjid atau anak Yatim.
3. Bila Bapak/Ibu tidak suka menerima yang gratisan, silahkan sumbangkan ke Mesjid atau Anak yatim dengan jumlah yang tidak ditentukan besarannya ( saridona we, langkung ageung langkung sae)

Bila anda memerlukan Program ini silahkan DOWNLOAD DI SINI

Jenis file nya rar sehingga sebelum penginstalan harus di ekstrak terlebih dahulu dengan WINRAR, dengan ukuran sekitar 73 MB (jadi harus sedikit bersabar Down loadnya), ukurannya cukup besar karena berisi file wav  sebanyak 42 file. Setelah diinstal program ini akan loading sendirinya sewaktu startup

Setelah, penginstalan program ini tidak bisa langsung bekerja karena harus setting dulu ODBC,  Cara menyeting ODBC akan saya beritahukan langsung lewat email, oleh karena itu bila Bapak/Ibu memerlukan program ini harus mengisi komentar.

Tambahan :

Software ini hanya bisa membaca file WAV, bila menginginkan bisa membaca file mp3, setelah penginstalan, ganti Bell.exe dengan Bell.exe yang baru yang bisa di download  di

http://rapidshare.com/files/366526523/Bell.exe

================================================================

Sebelum download, periksa terlebih dahulu keberadaan file pada status di bawah ini

http://rapidshare.com/files/297330388/Setup.rar

Size: 74477 KB Downloads
903
Status: File available
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

BBM Naik Kenapa Takut? …

Mike Reyssent | | 30 August 2014 | 00:43

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | | 30 August 2014 | 04:53

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | | 29 August 2014 | 22:16

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 13 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 13 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 17 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 20 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 23 jam lalu


HIGHLIGHT

Sepenggal Kisah dari Laut …

Adi Arwan Alimin | 8 jam lalu

Dian Sastrowardoyo dan Mantan ART Saya …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Media Baru: Jurnalistik Online …

Adi Arwan Alimin | 8 jam lalu

Hotel Beraroma Jamu Tradisional …

Teberatu | 8 jam lalu

Menanti Pagi Di Kintamani …

Dewi Nurbaiti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: