Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Tulus Budi

Biker Penyandang Cacat yg ingin berbagi …. - Lahir di KarangAnyar 12 Okt 1972 - selengkapnya

Modifikasi Motor untuk Penyandang Cacat/Difabel, Sesuai Fungsi dan Ke-cacat-an…. (Bagian 1)

HL | 02 December 2009 | 09:08 Dibaca: 2814   Komentar: 9   3

“Karena keterbatasan waktu, artikel ini akan ditulis bersambung…..”

Kaum difabel (orang dengan kebutuhan khusus, Sebutan untuk Penyandang Cacat) merupakan bagian dari masyarakat yang tersisih. Mereka sering kali mendapat perlakuan diskriminatif dalam berbagai hal, termasuk dari pemerintah sendiri.

Pemerintah Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan para difabel untuk menunjang kehidupannya. Salah satu bentuk diskriminasi terhadap kaum difabel adalah, belum tersedianya alat transportasi yang aksesibel bagi pengguna kursi roda.

Meningkatnya kesadaran kaum difabel khususnya pengguna kursi roda dan tuna-daksa lainnya untuk memiliki alat transportasi yang tepat untuk dirinya, menyebabkan mereka berpikir untuk menciptakan sarana transportasi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan.

Bertahun-tahun lamanya para difabel khususnya pengguna kursi roda terbelenggu oleh kebutuhan transportasi yang tidak aksesibel, sehingga akses mereka dibatasi dengan mahalnya ongkos taksi, salah satu alat transportasi umum yang dapat melayani mereka.

Bagi mereka yang setiap hari harus bekerja di luar rumah, sangat membutuhkan alat transportasi yang hemat biaya. Saat ini sudah ada beberapa kaum difabel yang telah memiliki kendaraan roda dua yang telah dimodifikasi, sehingga mereka dapat bertransportasi secara mandiri.

Dalam melakukan modifikasi Kendaraan roda dua menjadi kendaraan yang aksesibel bagi penyandang cacat belum ada acuan yang pasti, kadang-kadang para modifikator motor melakukan modifikasi tanpa penyesuaian terhadap jenis kecacatan dan aksesibilitas penyandang cacat itu sendiri.

Tujuan Tulisan ini untuk sedikit memberikan gambaran bagi para penyandang cacat dan para modifikator untuk membuat Kendaraan Modifikasi yang lebih aksesibel sesuai Fungsi dan jenis Kecacatan .

Paraplegia

Untuk penyandang Cacat Paraplegia, biasanya selalu menyertakan KursiRoda untuk mobilitas, dan juga motor harus didesign lebih safety dengan pengikat badan/ pelindung badan karena  penyandang paraplegia sulit menggunakan badan/ pinggul untuk mengimbangi manuver kendaraan.

desain model kereta samping diatas untuk menempatkan kursiroda, so pengendara naik ke-bak dengan kursiroda lalu berpindah ke-jok motor, desain ini simple dan mengutamakan fungsi, kelemahan dari desain ini hanya body motor akan melebar kesamping selebar kijang Innova, so jadi susah nyelip2 di kemacetan LALIN.  juga karena pengendara yang harus duduk di-jok motor menyebabkan berat terlalu terfokus dikanan sehingga sulit untuk melakukan manuver cepat kekiri yang bisa menyebabkan pengendara terguling, kelemahan ini bisa ditutupi dengan membuat design seperti ini:

ada lagi desain seperti ini:

pada desain diatas kursiroda (terlipat) ditempatkan dibelakang jok pengendara, besi/batang pelindung dibuat mengitari pengendara untuk menjaga agar posisi duduk tidak berubah. lebar antar roda belakang sekitar 1 meter untuk mengimbangi manuver kendaraan.

Folio / Amputasi

rancangan kendaraan untuk penyandang cacat Folio/ amputasi lebih fleksibel, dan tergantung dari alat bantu yang harus dibawa (Kruk / Brace / Wheelchair) secara desain motor bisa dibuat tidak terlalu lebar tetapi diasumsikan pengendara dapat mengimbangi manuver kendaraan untuk melawan efek gravitasi.

berikut beberapa desain yang bisa diterapkan untuk motor bebek/cub, matic, dan sport :

……….

Silahkan baca kelanjutannya….

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Lima Edisi Klasik 16 Besar Liga Champions …

Choirul Huda | | 17 December 2014 | 21:54


TRENDING ARTICLES

Sadisnya Politik Busuk Masa Pilpres di …

Mawalu | 8 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 8 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 9 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 9 jam lalu

Hanya Butuh 22 Detik Produksi Sebuah Motor …

Ben Baharuddin Nur | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

7 Cara Ajaib! Memenangkan Lomba Vote di …

Giant Sugianto | 11 jam lalu

Aristan : Audit Dinas PU Sigi …

Geni Astika | 12 jam lalu

100 Hari Menuju Sakaratul Maut …

Ivone Dwiratna | 12 jam lalu

Dulu Soekarno Mengusir Penjajah, Sekarang …

Abdul Muis Syam | 12 jam lalu

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Suharyadi | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: