
Dibaca: 754
Komentar: 22
2 dari 2 Kompasianer menilai Inspiratif
Musim hujan yang telah berlangsung beberapa waktu menyimpan keindahan tersendiri bagi penggemar fotografi. Kemunculan petir dan kilat baik sebelum maupun sesudah hujan turun menjadi obyek menarik untuk dibingkai dalam sebuah foto.
Mungkin telah banyak tips dan trik memotret petir di internet. Saya hanya akan melengkapi berdasarkan pengalaman memotret sendiri dan komentar-komentar fotografer lain terhadap foto yang saya upload ke salah satu milis.
Memotret petir sebenarnya adalah hal yang cukup sulit karena kemunculannya yang tak dapat diduga akan terjadi di langit bagian yang mana. Kesabaran diperlukan di sini, menunggu dengan sabar dan melihat bagian langit mana yang frekuensi petirnya sering terjadi. Biasanya ada 2 tiga titik dalam selang menit tertentu muncutlkilat atau petir. Kamera tinggal kita arahkan ke titik tadi begitu ada tanda-tanda petir akan muncul, dan segera tombol kamera di tekan. Setting di kamera bila menggunakan kamera reflek lensa tunggal (SLR) disetting pada kecepatan lambat agar mampu menangkap cahaya petir dengan sempurna. Sementara rana (diafragma) bisa dibuka agak besar.
Perlu diperhatikan juga penggunaan lensa pada kamera. Lensa lebar (wide) sangat disarankan sebab mampu meng-cover sudut yang luas. Komposisi dengan mengikutkan gedung atau rumah perlu juga dilakukan supaya foto yang didapat terkesan harmonis.
Beberapa foto yang saya share di sini dilakukan tanpa persiapan seperti diatas. Kamera Nikon D70 untuk merekam gambar-gambar itu hanya menggunakan lensa sapu jagat Nikkor 55mm/f 1,8. Jadi jika kurang “maknyus” hasilnya. Untuk itu Kompasioner sekalian harus maklum.