Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Iis Sugianti

Perkenalkan, saya Yanti. Ibu satu anak,Istri dari seorang Abdi Negara.

Sistem bilangan komputer - Biner

OPINI | 11 April 2010 | 13:20 Dibaca: 1865   Komentar: 4   1

Sebelum membaca artikel ini, alangkah baiknya anda membaca artikel sistem bilangan komputer - Desimal. Bilangan desimal adalah bilangan yang umum kita pakai. Lalu, bagaimana komputer mengolah angka desimal jika komputer merupakan alat hitung yang hanya mengenal kondisi On/off atau True /False saja?

Sistem Bilangan Biner (Binary digits - BITS)

Seperti telah saya singgung dalam artikel awal, komputer hanya mengenal 2 kondisi, yaitu High / Low, True / False atau On / Off. Lalu untuk merepresentasikan kondisi tersebut kedalam angka, maka dipakailah angka 1 untuk kondisi ON/High dan 0 untuk kondisi OFF/Low. Angka 1 dan 0 atau bilangan biner disebut Sistem Bilangan Basis 2 atau Binary Digits (bits) karena memiliki dua simbol, 1 dan 0.

Pertanyaan lalu muncul, jika hanya memiliki 2 simbol, kombinasi angka terbanyak hanya empat dung? Yup bener! Hanya 4 kombinasi angka yaitu 00,01,10,11. Mau dibolak-balik kek apapun ya gitulah kombinasinya. Dengan menggunakan aturan nilai posisi digit paling kanan (Right Most), kita dapat mengkonversi bilangan biner ke desimal dengan mudah.

Konversi bilangan biner ke desimal dan cara menghitung nilainya

Huuwwwaaa! Lalu, bagaimana jika saya butuh angka 4,5,6,7 dan seterusnya? Padahal maksimum kombinasi angka dalam bilangan biner 2 bits hanya bernilai 3?

Hmm.. Berarti kita harus mengenal sistem bilangan Octal kalu begitchu… Gorengan apalagi itu kakak? Yee, bukan gorengan tapi asinan! Heheheh. Mulai ngawur tampaknya, dilanjut lain kali aja ya. Salam.

PS:

Komputer merupakan rangkaian elektronik berisi ribuan transistor yang dipadatkan dalam bentuk chip. Chip yang berisi transistor bekerja mengalirkan data berdasarkan prinsip switching On/Off yang dikendalikan tegangan High (perioda positif) dan Low (perioda negatif). Jika hal ini dilakukan dengan kecepatan tinggi, maka dihasilkan gelombang kotak (squarewave).

Berdasarkan data ini, akhirnya ditemukan teknik digital, dimana seseorang dapat memanipulasi data dengan merubah-rubah kondisi On/Off pada Chip komputer. Representasi kondisi On/Off kemudian dinyatakan dengan angka 1 dan 0 untuk mewakili dan agar lebih mudah dipahami oleh orang lain.

Didalam teknik digital, representasi 1 dan 0 berkembang menjadi True / False dan ditemukannya teknik logika dan logika kebenaran membuat manipulasi data dalam chip semakin mudah. Untuk lebih memudahkan orang memprogram chip tersebut, kemudian ditemukan pemrograman bahasa Assembler (bahasa mesin).

Bahasa mesin (assembler) bagi sebagian orang sulit untuk diimprovisasi. Perkembangan berikutnya, ditemukan bahasa pemrograman tingkat tinggi yang ditandai ditemukannya bahasa C. Dan seperti kita lihat saat ini, komputer menjadi alat hitung yang super canggih.

Ya, itulah sekelumit korelasi antara bilangan biner 1 dan 0, logika True/False atau kondisi On/Off dengan komputer yang kita kenal saat ini. Mohon masukan jika ada yang kurang pas. Salam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 12 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 19 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 19 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 20 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: