Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Vicky Laurentina

Saya lebih banyak menulis di: 1. www.georgetterox.blogspot.com 2. http://laurentina.wordpress.com

Cengiran Lebar Merusak Foto

OPINI | 01 May 2010 | 05:25 Dibaca: 288   Komentar: 41   6

Efek negatif dari kamera digital adalah mengurangi tingkat percaya diri. Salah satu ciri yang sangat disukai dari kamera digital adalah kita nggak perlu takut hasil jepretan kita akan boros rol film. Artinya kalau kita nggak pe-de dengan hasil jepretan kita, ya sah-sah aja buat kita menjepret obyek yang sama berulang-ulang. Termasuk kalau kita ngejepret diri sendiri. Pas kita lihat hasilnya di preview dan ternyata hasilnya nggak sreg dengan apa yang kita inginkan, pasti kemudian kita bakalan ngejepret lagi sampek berkali-kali kan? :-)

Maka itulah yang terjadi, waktu gw foto berdua bareng kakak gw beberapa minggu lalu. Pas dilihat hasilnya, kakak gw protes dan nyuruh fotonya diulang. Soalnya, di jepretan pertama tuh poninya jatuh, jadi merusak jidat. Nah, pas foto kedua kalinya, dos-q nggak suka lagi sama hasil preview-nya, coz menurutnya senyum dos-q kurang simetris. Akhirnya kita foto lagi yang ketiga kalinya. Dan coba tebak, dos-q suruh ulang lagi, soalnya kali ini, katanya senyum gw terlalu lebar sampek gusi gw jadi keliatan gede.

Laah..kalau kayak gini caranya, lantas kapan selesainya foto-fotonyaah..? :-P

Alhasil, sebenarnya yang tadinya niat cuman mau motret gw berdua sama kakak gw doang, tapi gw bisa punya serinya sampek berkali-kali. Padahal kalau dipikir-pikir yah, mau fotonya diulang sampek 100 kali pun, muka gw dan muka kakak gw toh ya nggak ganti. Paling ada sedikit varian, entah poni yang jatuh, senyum yang nggak simetris, atau gusi gw terlalu nongol.

Tampang saya kalau lagi senang. Foto dijepret sendiri.

Tampang saya kalau lagi senang. Foto dijepret sendiri.

Lalu gw melihat setiap seri, dan meneliti setiap senyum gw. Eh iya, mungkin kadang-kadang senyum gw terlalu lebar sampek gusi gw terekspos terlalu banyak. Gusi gw baik,baik aja sih, tapi memang dalam beberapa pose senyum, tinggi gusi gw hampir dua pertiganya gigi. Padahal yah, gw mana tahu kalau gusi gw segede itu? Gw kan kalau difoto tuh, ya bawaannya langsung senyum lebar aja, nggak pakai acara ngukur-ngukur gusi.. :-P

Lha gw nih orangnya spontan kalau motret orang. Gw seneng motret orang secara candid, alias motret nggak pakai bilang dulu ke orangnya, apalagi pakai aba-aba “satu-dua-tiga-CHEESE!” Soalnya dengan motret orang secara candid, kita bisa nangkep ekspresi paling jujur dari seseorang. Orang tuh kalau aselinya periang, maka nggak usah disuruh siaga foto pun mukanya udah tersenyum sendiri. Beda dengan orang yang aselinya pemurung, kalau nggak sengaja difoto maka akan nampak raut mukanya yang berkabung. Bahkan kalau pun dos-q dikasih tahu bahwa dos-q mau difoto sehingga dos-q kudu senyum, senyum yang keluar akan irit. Kalau Anda biasa moto-moto, Anda pasti tahu kan mana yang senyumnya lebar dan mana yang senyumnya irit tanda basa-basi doang?

Kemaren gw baca sebuah penelitian yang cukup menarik di sini. Menurut Profesor Ernest Abel asal Detroit, orang yang senyumnya lebar, biasanya umurnya panjang. Coz senyum lebar itu tanda periang, dan sifat periang itu yang bikin orang jadi lambat mati. Bandingin sama orang yang pemurung, dos-q pasti akan sulit bikin senyum lebar yang palsu. Orang macam ginian biasanya nyimpen stress dalam hati, yang mana kalau ditumpuk-tumpuk itu akan bikin dos-q jadi sakit-sakitan dan ujung-ujungnya bisa jadi meninggal.

Prof Abel menyimpulkan ini setelah meneliti foto dari 230 pemain liga baseball sebelum tahun ‘50, di mana pemainnya tuh ada yang senyumnya pelit dan ada juga yang senyumnya lebar. Pada 1 Juni ‘09, foto itu disensus lagi, dan ternyata semua pemain baseball di situ sudah pada meninggal, kecuali 46 orang. Dan coba tebak, ternyata ke-46 pemain yang masih hidup itu, adalah pemain yang dulu tersenyum lebar waktu difoto.

Setelah itu, gw jadi mikir-mikir lagi tentang foto yang dibikin oleh gw dan kakak gw. Apakah betul yang dibilang kakak gw bahwa sebaiknya kalau difoto tuh jangan senyum terlalu lebar? Lha mau diatur gimana, orang gw aselinya senyumnya emang kayak gini. Kalau gw senyumnya lebar tuh, sebenarnya waktu difoto tuh gw lagi seneng banget. Jadi mestinya ya disyukurin aja, coz berarti mudah-mudahan gw panjang umur dan bisa bagi-bagi rejeki sama orang banyak. Biarpun dengan senyum gw yang udah selebar itu, gusi gw sampek nongol-nongol kegedean sehingga “merusak” foto.

Justru gw yang paling sebel tuh, kalau lihat foto-foto orang yang berjejer formal abis upacara gitu sama pejabat, gw lihat orang-orang di dalam foto tuh memang pada senyum semua, tapi kok senyumnya irit serasa dipaksakan. Seolah-olah sebenarnya masing-masing dari mereka lagi ngempet kebelet pup..

Gimana, Jemaah Penonton? Anda merasa lebih sreg mana, difoto pakai senyum atau nggak pakai senyum? Senyum Anda yang tipe ketawa lebar atau senyum yang pelit?

Jawab ya di sini

Tags: foto sehat senyum

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 13 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 15 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 17 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 14 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 14 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 14 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 15 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: