Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Ang Zhen

Just want to share some info. My appology if that info was not clear enough selengkapnya

Saran untuk Menghindari Pembajakan Akun

OPINI | 07 March 2011 | 21:04 Dibaca: 1272   Komentar: 10   4

image diambil dari google.

image diambil dari google.

Marak sekali pembajakan akun sekarang ini. Apalagi, salah satu teman sudah mulai “merasakan” pahitnya pembajakan itu.

Akun jejaring sosial macam Facebook, Twitter, Foursquare, de el el, semua dirasa tidak aman. Bahkan akun untuk ber chit-chat ria alias chatting, juga jadi sasaran pembajak.

Peringatan demi peringatan sudah sering kita lihat dimana-mana. Setiap teman kita yang ber-empati, selalu berusaha memperingatkan kita bahwa ada kemungkinan akun kita bisa di bajak. Mereka memberitahukan lewat status FB, tweeps, BBM, sampe ke acara gosip bersama.

Tapi, sebenarnya, bagaimana sih cara untuk setidaknya mencegah para pembajak itu ?

Kalo mencegah 100% ya tidak ada cara lain, selain kita tutup saja semua akun kita, dan kembali ber-jadul ria dengan cara telpon / sms biasa. Atau, pake cara paling jadul, yaitu bertamu ke rumah teman / saudara kita. Tentu, bukan itu yang mau saya sarankan. :D

Setidaknya, saya menyarankan untuk :

1. Saat ber-FB / tweeps ria / YM / Skype-an / BBM-an, jangan sembarangan add friends dengan membabibuta. Setidaknya, kita pelajari dulu orang yang meng-add kita. Boleh dari sekedar berkirim pesan dulu tentang pertanyaan siapa dia sesungguhnya. Sampai melakukan sedikit pekerjaan rumah, meneliti dirinya dengan mencoba mengintip foto2 profile-nya. Jika kita yakin kenal dia, dan beberapa teman baik kita juga aktif berinteraksi dengan dia, yah bolehlah kita add.

2. Saat ber-FB / tweeps ria / YM / Skype-an / BBM-an, jangan sembarangan me-like dengan membabibuta. Jangan semua halaman FB di like. Pelajari dulu, halaman itu tentang apa. Kalo ada waktu, pelajari dulu orang2 yang melakukan interaksi disana. Kalo kita rasa aman, dan memang orang2 yang sudah lebih dulu tergabung juga kita anggap aman, bolehlah kita like.

3. Main game di FB, ya silahkan saja. Tapi, hati-hati, tidak semua game di FB itu aman sentosa. Aplikasi game pada FB mensyaratkan untuk membaca profile kita secara utuh. Semua yang kita share di profile, akan masuk ke database si pemilik game itu. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa jauh game produksinya dimain-kan orang. Sekaligus, untuk melakukan interaksi antar pemain.  Tapi, apakah sang pembuat game memberikan jaminan 100% tidak “menjual” informasi profile kita ? Tidak bisa. Karena profile kita pun bisa terbaca oleh pemain yang lain. Oleh karena itu, ber-hati-hati lah. Jangan hiraukan permintaan pemain lain untuk bermain bersama, jika pemain itu, kita tidak tahu asal-usulnya. Bagaimana caranya agar bisa tetap bermain sekaligus berkawan dengan orang lain di game ? Sederhana, lakukan interaksi dengan baik. Pelajari mereka lebih dulu. Mereka bisa baca profile kita, kita juga bisa baca profile mereka.

4. Gunakan alamat email yang berbeda-beda untuk setiap kebutuhan kita. Misalnya, kita punya alamat email untuk pekerjaan, alamat email untuk FB, alamat email untuk Foursquare, alamat email untuk Twitter, dan alamat email untuk chatting dengan teman (email untuk YM / Skype juga sebisa mungkin dibedakan). Jadi, untuk tiap kebutuhan, gunakan email yang berbeda. Ribet ? Memang ! Aman ? ya sedikit lebih aman.

Kenapa harus dibedakan ? Karena kita tidak tau kapan sang pembajak mulai mengincar kita.  Saat mereka mulai mengincar kita, alamat email adalah salah satu yang menjadi perhatian utama mereka. Saat salah satu alamat email kita dibajak, alamat email yang lain masih bisa kita “aman” kan. Setidaknya, kita bisa memberikan peringatan pada teman2 kita bahwa salah satu alamat email kita sudah dibajak. Dengan begitu, teman kita akan berhati-hati pada permintaan sang pembajak yang menyamar sebagai kita.

5. Gunakan password yang berbeda-beda untuk setiap alamat email yang kita miliki. Kalo bisa, bukan hanya beda 1-2 karakter saja, tapi seluruh karakter. Gunakan kombinasi huruf besar / kecil, angka, dan tanda baca yang lain. Jumlah karakter yang digunakan dalam password, usahakan berjumlah 2x dari yang disarankan penyedia email. Misalnya, Yahoo menyarankan 8 karakter password, usahakan kita berikan 16 karakter password dengan kombinasi yang saya saran kan diatas.

Kenapa harus dibedakan setiap password pada setiap alamat email kita ? Karena, para pembajak sekarang ini sudah tahu, bahwa kita mungkin punya alamat email yang lain, dan mereka akan berusaha mencari kombinasi alamat email kita yang lain itu, lalu menyobakan password yang sama di alamat email kita yang lain. Jika password kita sama semua di semua alamat email kita, ya berarti memudahkan para pembajak untuk masuk dengan leluasa.

6. Gunakan password yang berbeda dari alamat email kita. Misalnya, kita gunakan email “a@yahoo.com” dengan password “12345678910111213″ untuk facebook kita, jangan gunakan password yang sama dengan alamat email tersebut untuk facebook kita. Usahakan cari karakter lain yang berbeda.

Kenapa harus berbeda ? Sama seperti saran saya diatas, pembajak akan mencoba memasukan password yang sama dengan alamat email kita yang sudah berhasil mereka bajak. Jika ternyata sama, maka makin leluasa lah mereka masuk lenggang kangkung ke FB / Twitter / FS / dll milik kita. Setidaknya, saat kita tau email kita berhasil dibajak orang lain, kita masih bisa memperingatkan kawan kita di jejaring sosial kita.  ( Syukur2 kalo diantara mereka ada yang mau membantu kita.) :D

7. Hindari penggunaan beberapa contoh password dibawah ini untuk setiap akun kita :

a. qwerty.

b. tanggal lahir kita dengan segala kombinasinya.

c. kota tempat kita tinggal.

d. kota tempat kita lahir.

e. tahun kelahiran kita.

f. nama panggilan kita yang tertera jelas di alamat email kita sendiri.

g. 1234567890.

h. Pengulangan angka. Misalnya, “111111111111111″, atau ” 222222222222″, atau “8888888888″, dsb.

i. Pengulangan huruf. Misalnya “aaaaaaaaaaaaaa”, atau “bbbbbbbbbbbbbbbb”, atau “zzzzzzzzzzzzzz”, dsb.

j. Nama negara tempat kita tinggal.

k. Nama orang tua.

l. Kata “bukapintu”, atau “opensesame”, atau “kuncipintu”, atau “bukakunci”.

m. Nama kekasih, atau pacar, atau suami/istri.

n. Nama anggota keluarga, baik saudara kandung maupun saudara jauh.

o. Nama teman dekat.

Kenapa disarankan untuk tidak digunakan ? Karena pembajak akan melakukan pencarian password dengan urutan seperti diatas lebih dulu, sebelum mereka mencoba melakukan “cara lain”.

8. Usahakan mengganti password secara berkala, setidaknya, 1 bulan 1x password diganti. Boleh dengan cara me-rolling semua password, boleh juga dengan cara lain.

Demikian, semoga bisa membantu. :)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 3 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 3 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 4 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 10 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Inovasi, Kunci Indonesia Jaya …

Anugrah Balwa | 8 jam lalu

Hak Prerogatif Presiden dan Wakil Presiden, …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Sakitnya Tuh di Sini, Pak Jokowi… …

Firda Puri Agustine | 8 jam lalu

Kebohongan Itu Slalu Ada! …

Wira Dharma Purwalo... | 8 jam lalu

Rethinking McDonald’s, Opportunity …

Yudhi Hertanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: