Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Firmansyah Wahyudiarto

Terlahir dengan normal pada bulan April tahun 1989 di RS. Dr. Moewardi Surakarta. Setelah menyelesaikan selengkapnya

Indikator Kecepatan Modem HSDPA

OPINI | 23 March 2011 | 11:18 Dibaca: 1793   Komentar: 4   0

Ketika saya diberikan kesempatan untuk menguji kecepatan akses dan transfer data modem HSDPA, terdapat beberapa alasan yang terkadang para pengguna masih belum mengetahui mengapa koneksi internetnya terasa  sangat lambat. Untuk produk modem HSDPA yang pernah saya coba yaitu Telkomsel FLASH dengan Modem HUAWEI bawaan Telkomsel dan Indosat IM2 Broom dengan modem HUAWEI dengan pembelian modem terpisah dari produk Indosat.

Klaim dari pihak Telkomsel bahwa kecepatan transfer data modem HSDPA up to 3.6 Mbps. Ini memang benar, akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah belum tentu kita mendapatkan kecepatan yang sama persis 3.6 Mbps. Berikut beberapa kemungkinan kita tidak mendapatkan hasil yang maksimal :

1. Kualitas Jaringan ( Sinyal yang diterima)

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, dapat diperoleh jika kualitas jaringan atau sinyal yang diterima oleh modem berjalan dengan baik alias full-bar. Untuk itu,seharusnya kita tidak berada dalam suatu ruangan yang memiliki banyak interferensi, misalnya dalam gedung yang berdinding tebal. Selain itu jarak dan interferensi antara BTS yang berteknologi 3G dan 3.5 G sangat mempengaruhi kualitas jaringan yang kita dapatkan. Jika Anda pernah mencoba mengakses, maka terlihat pada status “Signal” akan terlihat bar yang memperlihatkan seberapa baik kualitas sinyal yang diterima. Terkadang koneksi tidak stabil sehingga muncul status UMTS dan terkadang HSDPA. Memang kita mengharapkan koneksinya bisa berstatus HSDPA, akan tetapi inilah cara kerja modem HSDPA dimana secara otomatis mendeteksi jaringan data yang ada pada frekuensinya. Jika kebetulan mendapat koneksi HSDPA maka modem akan otomatis berusaha tersambung dengan HSDPA yang mempunyai kecepatan lebih tinggi. Jika yang ada UMTS, maka modem akan tersambung dengan kecepatan maksimum 384Kbps. Bahkan jika bernasib sial, koneksinya mungkin berstatus GPRS yang kecepatannya seperti modem dial-up yaitu 56Kbps.

2. Coverage (Jangkauan)

Tak kalah pentingnya yaitu jangkauan yang dapat diperoleh oleh modem sesuai coverage tiap jenis koneksi. Misalnya jika Anda beruntung mengakses internet di daerah cakupan teknologi HSDPA (3.5G) maka kecepatan tinggi dapat Anda peroleh. Jika Anda semakin jauh dengan coverage yang dapat dijangkau HSDPA, maka Anda akan mendapatkan koneksi UMTS (3G), EDGE, atau GPRS.

3. Banyaknya pelanggan yang mengakses

Inilah yang menyebabkan kita jengkel, yaitu semakin banyak pelanggan yang mengakses pada saat yang bersamaan, maka semakin berkurang pula kecepatan transfer data yang kita peroleh. Mengapa demikian? karena teknologi 3G atau HSDPA menggunakan sistem “shared” yaitu Bandwidth yang ada  dibagi sama rata dengan pelanggan yang terkoneksi pada saat itu juga. Jadi lebih enak dan lebih kenceng kecepatan aksesnya jika mengakses pada pagi hari, misalnya jam 4 atau setelah shubuh.

4. Jenis volume dan tipe data

Apakah Anda pernah mengcopy file dimana yang satu filenya terkompresi berukuran 10Mega kemudian yang satu lagi folder yang isinya banyak sekali file dengan ukuran 10Mega pula? apa yang terjadi ketika Anda mengcopy pada flashdisk?hasilnya lebih lama yang tidak terkompresi bukan? Inilah analogi pada koneksi 3G/HSDPA dimana untuk mengakses tipe koneksi FTP (File Transfer Protocol) atau melakukan download/upload file dan streaming lebih cepat daripada Anda hanya Browsing menggunakan protocol HTTP (HyperText Transfer Protocol). Kemungkinannya kita tidak mendapatkan kecepatan maksimum untuk browsing karena memang tidak diperlukan kecepatan yang tinggi untuk melakukan akses data melalui protocol HTTP.

5. Adanya kemungkinan lainnya lagi.

Jangan salah jika terdapat kemungkinan lainnya lagi dimana kita sering tidak dapat mengakses internet dengan kecepatan layak guna. Banyak hal yang dapat mempengaruhi mengapa koneksi internet kita lambat. Berikut ini adalah kemungkinan-kemungkinannya :

a. Adanya virus/trojan/worm yang ada pada sistem komputer.

Kemungkinan adanya virus/trojan/worm atau bahkan backdoor yang ada pada sistem komputer akan sangat mempengaruhi akses internet. Misalnya wabah Worm  CONFICKER atau KIDO atau DOWNADUP yang secara otomatis akan membebani jaringan serta berperilaku aneh. Saya sendiri pernah menangani pembersihan komputer yang terserang CONFICKER dimana korban tidak dapat mengakses website antivirus, terdapat pesan Generic Host Process (GHP) Error,  servis-servis windows yang tidak dapat dijalankan seperti Automatic Updates, Background Intelligent Transfer (BITS) dan Windows Defender yang dinonaktifkan oleh worm. Selain itu jika Anda menangani komputer server, maka password admin Anda akan dicoba ratusan bahkan ribuan kali untuk dibobol dengan metode brute force attack.  Hati-hati koneksi internet Anda lambat dikarenakan ulah kode-kode jahat. Pastikan Anda mem-patch atau mengupdate beberapa critical security issue oleh microsoft sehingga celah-celah keamanan dapat segera ditambal. Pasang firewall sebagai pelindung Anda dengan Internet dan pastikan bahwa Antivirus selalu up-to-date.

b. Settingan default koneksi dari windows yang belum dioptimalisasi.

Untuk settingan default dari windows sendiri sebenarnya sangat banyak yang perlu untuk dioptimasi. Anda dapat mencoba beberapa software pihak ketiga (3rd party) untuk mengoptimalkan koneksi. Misalnya untuk download gunakanlah IDM (INternet Download Manager) – Orbit Downloader atau yang lainnya. Untuk mempercepat koneksi internet dapat juga menggunakan aplikasi Speed Connect Internet Accelerator atau TweakMASTER. Untuk optimasi TCP/IP anda dapat menggunakan tools dari speedguide.net yaitu SG TCP/IP Optimizer.

c. Browser Anda masih belum disetting dengan beberapa parameter yang dapat meningkatkan kecepatan transfer   data.

Sudah banyak artikel atau bahasan-bahasan yang mengupas habis bagaimana mendongkrak kinerja browser. Untuk yang pernah saya coba yaitu browser kenamaan Mozilla Firefox dimana settingan yang ada pada address “about:config”, diubah pada bagian Network.Http.Proxy.Pipelining, Network.Http.Pipelining, Network.Http.Pipelining.MaxRequests, tambahan dword value yaitu “Nglayout.initialpaint.delay” diisi angka nol. dan masih banyak lagi opsi-opsi lainnya.

Akhir kata, semoga Anda dapat menikmati akses 3G lebih cepat dengan mengetahui berbagai permasalahan yang dapat memperlambat koneksi internet 3G/HSDPA.

Penulis : Firmansyah Wahyudiarto – http://firmansyah.web.id

Referensi : TerimaKasih atas ilmu dari Bapak Onno W.Purbo dari buku beliau “Chip Spesial – Akses Internet Melalui 3G”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 10 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 10 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 11 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Donor Darah di Perancis …

Bayu Teguh | 8 jam lalu

Magnus Carlsen Tetap Juara Dunia 2014! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 9 jam lalu

Mitos-mitos Seputar Kenaikan Harga BBM …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Menggali Potensi Diri dengan Travelling …

Detha Arya Tifada | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: