
Telecom, Information, Multimedia, Edutainment enthusiast.
Dibaca: 593
Komentar: 6
Nihil

Mobile Social Media menjadi kata kunci utama dalam trend telekomunikasi 2012. Trend smartphone dan tablet yang booming pada 2011 menyebabkan akses terhadap internet dan social media menjadi meningkat secara signifikan. Data dari effective measure firm menyebutkan bahwa total pengguna internet di Indonesia berjumlah 39.100.000 orang. Dan 61.88% diantaranya adalah pengguna mobile internet via handheld (smartphone dan tablet) dan sisanya 38.12% menggunakan PC/Laptop untuk mengakses internet.
Disaat market share Blackberry RIM dunia menurun tajam, Blackberry malah menjadi primadona di Indonesia. Fenomena ini tidak terlepas dari Social Media yang semakin menjadi kebutuhan. Facebook telah menjadi “kehidupan kedua” bagi para pengguna internet di Indonesia. Statistik menyebutkan bahwa Indonesia menjadi pengguna facebook terbesar kedua di dunia. Sampai-sampai ada lelucon mengatakan: “Saya buka facebook kalo ada waktu saja: waktu bangun tidur, waktu mau makan, waktu mau ke toilet, waktu lagi banyak kerjaan.. dst” Fenomenal memang!
Pada tahun 2012 ini, pengguna Social Media diprediksi akan meningkat 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. Dengan semakin banyak pengguna social media, konektivitas menjadi sebuah kebutuhan primer yang tak ter-elakkan. Dari hanya sekedar gaya hidup, sampai mencari nafkah dapat dilakukan secara online. Dunia menjadi semakin horizontal, seorang remaja penggembala kambing di desa terpencil Kalimantan dapat menyapa artis idolanya Agnes Monica lewat twitter. Seorang petani di tapal batas Indonesia-Malaysia berhasil menjual hasil kebunnya ke Australia lewat facebook-nya. Sekat-sekat tebal dan menjulang kini hilang tak berbekas!
Semua orang dapat menjadi penyedia layanan: network dan apps. Di belakang sebuah kampus universitas negeri di Pontianak, tersebar jaringan WiFi independen yang dikelola oleh putra daerah dengan memanfaatkan Speedy Telkom sebagai uplink-nya. Tiap user dikenakan voucher dengan nominal tertentu tiap bulannya untuk dapat mengakses Internet via WiFi tersebut. Cerdas bukan! Di sebuah kos-kosan mahasiswa di Bandung, terdapat sekelompok mahasiswa yang sibuk mengerjakan aplikasi game berbasis android yang kemudian dapat diunduh via android market oleh pengguna android dari seluruh dunia. Hanya satu yang dapat membatasi dunia ini, yaitu kreativitas!
Berita televisi menjadi basi! Setelah pulang kerja, saya terbiasa berkumpul bersama keluarga untuk bercengkrama dan melihat berita. Dan… berita-berita yang dibacakan sudah tidak menarik lagi. Semua berita telah terbaca di timeline twitter saya. Social media me-redefinisi cara penyampaian berita, bahkan konten youtube kini telah menjadi acara tersendiri di beberapa stasiun televisi swasta. Sungguh sebuah ironi yang menguntungkan, dengan hanya bermodal browsing sini-browing sana, kumpulkan dan bubuhi tema, rating tinggi dan pundi-pundi mengalir dengan sendirinya…
Di sebuah warung angkringan solo, sepasang suami istri telah selesai melakukan pesanan. Sembari duduk menunggu pesanan datang,… apa yang pasangan tersebut lakukan? mengobrol? Tidak! Sang Istri melakukancheck in foursquare dan posting check in tersebut setelah men“tag” suaminya di facebook via Blackberry Torch-nya. Mendengar notifikasi, sang suami mengeluarkan iPhone 4S dan mengecek wall facebook-nya. Dia mendapati posting check in foursquare istri-nya di Angkringan Solo. Dengan segera sang suami memberikan komentar dan dibalas oleh istrinya.. dibalas lagi oleh suaminya… kemudian temannya nimbrung dst.. Weird isn’t it? Well tanpa terasa, handheld semakin memainkan peranan penting dalam kehidupan keseharian manusia. Setelah selesai makan, sang suami melakukan pembayaran dengan paypal via paypal apps dengan mem-“bump” handheld-nya dengan handheld sang penjual angkringan. Keren khan? :D
Sering saya terganggu dengan teman saya yang sangat eksis di social media. Berikut update status-nya di ticker facebook saya selama 10 menit terakhir :
Si Upin (bukan nama sebenarnya) has updated his status ” Lagi Ngupil”;
Si Upin (bukan nama sebenarnya) has updated his status“abis ngupil bikin sambel”;
Si Upin (bukan nama sebenarnya) has updated his status“rasanya asin cuy!”;
Si Upin (bukan nama sebenarnya) has updated his status“atit peyyuuut.. :(” ;
Si Upin (bukan nama sebenarnya) has updated his status“@toilet”
-hadeeeeeeuh pusing kan??-
Update status telah menjadi habit di social media. Bahkan hal paling pribadi-pun menjadi konsumsi publik yang mungkin tidak pada tempatnya. Begitulah kejamnya dunia online sodara-sodara :D Transparasi semakin menggerus privasi pribadi. Dengan feature timeline di facebook seorang pengunjung dapat membaca profile pribadi (biodata, sifat dan perilaku pemilik akun facebook yang tercermin dari status-nya) dari lahir (*awal menggunakan facebook) sampai sekarang. Begitu juga dengan perusahaan yang kini tengah gencar-gencar-nya membuat akun official perusahaan di social media. Hal ini adalah konsekuensi transparansi, yang menuntut komunikasi dua arah antara perusahaan dengan konsumennya. Mereka yang tetap menutup diri dari transparansi, lambat laun akan ditinggalkan.
Teknologi awan membuat teknologi semakin mudah digunakan. Dropbox (cross platform) telah menjadi start-up yang cukup fenomenal yang menyediakan cloud storage yang dapat diakses melaui handheld,PC maupun laptop dengan platform berbeda melalui browser. Seorang Apple fan boy yang memiliki iPod, iPhone 4s dan iPad2 secara mudah mensinkronisasi musik, aplikasi dan seluruh isi iOS device-nya dengan iCloud secara langsung tanpa tergantung lagi dengan iTunes. Dengan google docs, saya dapat membuat data base alumni SMU secara live bersama teman-teman alumni yang telah tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia.
Blackberry messanger dan facebook messaging telah menjadi sarana ampuh untuk menjalin silaturrahmi, bertukar informasi dan menggosip! Twitter telah menjadi alat pencari diskon dengan mengikuti account @groupon. Mobile social media membuat cara berbelanja semakin mudah dan murah. Dan bisa ditebak.. siapa yang sangat suka gosip dan diskon?? tidak lain adalah ibu-ibu dan kaum hawa *piss ya sists… :D. Tak heran di tahun 2012 akan semakin banyak wanita Indonesia yang memiliki handheld entah apapun OS-nya. Android bukan lagi identik dengan geek, Apple tak lagi konsumsi apple fan boy saja, dan Blackberry bukan milik para binisman lagi. Mereka kini milik geerl, apple fan girl, dan bisnisgirl . hahaha.. maksa :))
Selain manusia dengan smartphone-nya, ternyata benda-benda disekitar kita mulai beranjak social. Dengan penerapan IPv6, semua dapat terhubung ke internet. Smart home environment menjadi salah satu aplikasi yang kini marak dikembangkan google android dan platform arduino-nya. Mematikan/Menghidupkan lampu, televisi, AC, kompor, kini semudah menjalankan aplikasi saja.
Tanaman-pun mulai bisa berbicara lewat twitter. Saat dia kehausan, dia akan mengirimkan direct twitter kepada pemiliknya: “@pram_ halo gan, ane kehausan nih.. hari ini blum agan siram..” dan setelah disiram dia tak lupa mengirimkan ucapan terimakasih: “@pram_ Tararengkyu Gan! Cendol Meluncur..! J RT @tanduran sori yak, ane kelupaan.. udah ane kasih minum tuh barusan..” Percakapan tanaman dan manusia bukanlah hal yang aneh lagi! Karena semua terhubung ke Internet, semua lebih social!
Pengalaman bencana yang terjadi di berbagai belahan dunia membuat manusia semakin kreatif dalam memanfaatkan teknologi untuk membantu memberikan peringatan dini, penanganan dan recovery bencana. Social media menjadi katalisator yang sangat baik dalam memberikan informasi sebelum dan sesudah bencana terjadi. Namun semua masih sporadis, belum terkoordinasi dengan baik. Agar menjadi teratur, teknologi darurat penanganan dan recovery bencana menjadi kebutuhan yang mendesak untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
Ps: Untuk lebih singkatnya.. baca yang berhuruf tebal saja sebagai kesimpulan artikel ini. :D
sumber dapat dibaca di sini