Artikel

Internet

Nilam Rosfalina

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

ingin mengirim artikel seputar globalisasi, mau minta emailnya “Indonesia Ku Modern” Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi dan globalisasi dalam hubungan antar bangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Apabila ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antar negeri sekitar tahun 1000 dam 1500 M. Saat itu dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yan...

Indonesiaku Modern


OPINI | 04 February 2012 | 14:28 Dibaca: 70   Komentar: 0   Nihil

“Indonesia Ku Modern”

Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abad ke-20 ini yang dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi dan globalisasi dalam hubungan antar bangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Apabila ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antar negeri sekitar tahun 1000 dam 1500 M. Saat itu dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang antara lain meliputi Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia dan Genoa. Di samping membentuk jaringan dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia.

Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa. Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini. Hal ini didukung pula dengan terjadinya revolusi industri yang menyingkapkan keterkaitan antar bangsa dunia. Berbagai tekhnologi mulai ditemukan dan menjadi dasar perkembangan tekhnologi saat ini, seperti komputer dan internet. Pada saat itu, berkembang pula kolonialisasi di dunia yang membawa pengaruh besar terhadap difusi kebudayaan di dunia. Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indonesia misalnya, sejak politik pintu terbuka, perusahaan-perusahaan Eropa membuka berbagai cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari Belanda, British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya. Perusahaan multinasional seperti ini tetap menjadi icon globalisasi hingga saat ini.

Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir dan komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan memberi kebenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. Implikasinya, negara-negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini didukung pula dengan perkembangan tekhnologi, komunikasi dan transportasi. Alhasil, sekat-sekat antar negarapun mulai kabur.

Indonesia adalah negara berkembang yang mencoba untuk menjadi negara yang maju seperti negara-negara maju lainnya. Sejak beberapa abad yang lalu negara Indonesia mulai berkembang terutama dalam hal tekhnologi. Perkembangan tekhnologi di Indonesia bisa disebut dengan dampak globalisasi. Menurut asal katanya “globalisasi” diambil dari kata global yang artinya adalah universal. Jadi globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintas batas negara. Seperti yang Achmad Suparman katakan, globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Sekarang ini seperti yang kita ketahui tentang berbagai macam tekhnologi yanng bermula dari Handphone (telepon genggam), situs-situs internet seperti facebook, twitter, yahoo messenger, heello, blogger dan lain-lain. Bahkan perangkat komputer (personal computer) kini dapat dibawa kemana-mana yaitu laptop, netbook dan tablet. Bahkan sekarang sampai tercipta alat agar kita mudah mengakses internet dimana-mana berbentuk mini yaitu alat yang sudah cukup terkenal dan sudah digunakan banyak orang terutama pelajar. Alat tersebut bernama modem.

Di sini saya akan beropini tentang dampak adanya globalisasi di Indonesia. Saya akan memulai dari telepon genggam atau yang dikenal dengan handphone (yang berasal dari bahasa Inggris) atau yang biasa disebut HP. Siapa sih yang di tahun 2012 ini yang belum memiliki handphone?? Zaman sekarang hampir semua orang memiliki handphone, sekalipun anak di bawah 5 tahun atau di bawah 10 tahun dia sudah bisa mengaplikasi tekhnologi tersebut. Bahkan yang pernah saya lihat anak Sekolah Dasar-pun sudah memiliki Handphone. Sekarang harga handphone pun mulai terjangkau alat tekhnologi yang dibuat oleh beberapa negara maju dibelahan dunia ini mulai mendunia dan telepon pun sudah jarang digunakan, paling hanya untuk keperluan kantor atau perusahaan-perusahaan.

Handphone memiliki dampak positif dan negatif.

Dampak positifnya yaitu :

- Dapat berkomunikasi jarak jauh dan mudah tanpa langsung bertatap muka

- Ukurannya yang mini sehingga dapat dibawa kemana-mana

- Dapat mengakses situs-situs internet (apabila handphone tersebut memiliki web)

Dampak negatifnya yaitu :

- Boros untuk membeli pulsa

- Dapat mengakses situ-situs porno (apabila salah mempergunakan)

- Waktu luang yang bisa dimanfaatkan terbuang

- Lupa akan tugas belajar (pelajar)

Dan mungkin masih banyak dampak-dampak lainnya yang sudah dapat Anda lihat bahkan Anda rasakan sendiri.

Lalu dampak globalisasi yang kedua yaitu dari situs-situs internet :

Dampak positifnya yaitu :

- Dapat mempermudah pengguna untuk mendapatkan informasi

- Memperluas pengetahuan

- Up to date tentang masalah-masalah negara

- Dapat memperbanyak teman diberbagai wilayah bahkan berbagai negara

- Dapat bertemu dengan kawan-kawan lama yanng sudah lama tidak berkomunikasi

- Download lagu, video dan lain-lain

Dampak negatifnya tidak jauh berbeda dengan handphone yaitu :

- Pengguna dapat mengakses situs-situs porno yang semakin banyak

- Boros keuangan apabila pengguna menggunakan laptop beserta modem

- Saking asyiknya chattingan sampai lupa waktu

- Boros listrik yang dapat mengakibatkan global warming (pemanasan global)

Alangkah baiknya kita menggunakan alat tekhnologi tersebut dengan sebaik-baiknya. Agar dampak globalisasi di Indonesia tidak hanya berdampak negatif, tapi berdampak positif pula demi kemajuan negara.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: