
F1, Kimi Raikkonen, McLaren Mercedes, MotoGP,Tekno, Gadget, Media Sosial, Google Plus, Twitter, di kompasiana.com dan kompas.com. Visit: http://sociogeeks.blogspot.com/
Dibaca: 694
Komentar: 18
3 dari 3 Kompasianer menilai aktual
Mark Zuckerberg sudah siap jadi miliarder baru? Sumber: http://images.mbaonline.com.s3.amazonaws.com
Sepanjang 10 hari terakhir, media online luar negeri yang saya kerap kunjungi selalu memunculkan topik tentang rencana IPO (Initial Public Offering) atau penawaran saham perdana Facebook di pasar modal yang mungkin saja akan di daftarkan di NASDAQ atau NYSE (New York Stock Exchange).
Facebook tentu saja selalu menjadi topik yang menarik. Tidak hanya kebijakan privasi mereka yang sering bermasalah, juga semacam pemaksaan bagi penggunanya untuk beralih ke model Timeline padahal dari survei hanya satu dari 10 pengguna Facebook yang mau Timeline. Kali ini Facebook kembali memperoleh coverage yang sangat luar biasa terkait dengan rencana IPO mereka yang sebenarnya sudah dirancang semenjak tahun 2011 yang lalu.
Tentu saja berbagai pengamat mengomentari rencana ini dan untuk pertama kalinya (sebelumnya hanya isu, tidak ada data yang jelas) Facebook memberikan data terbuka tentang pendapatan mereka. Untuk tahun 2011 ini, Facebook memperoleh pendapatan 3,7 miliar dollar dengan keuntungan operasional sebenar 1 miliar dollar. Hampir 95% pendapatan Facebook berasal dari pengiklan yang mengiklankan produknya di Facebook berdasarkan data pengguna Facebook dan kebiasaan mereka yang direkam oleh Facebook.
Bagi investor sendiri, berdasarkan pengalaman setelah IPO Google, tidak banyak perusahaan dotcom yang sukses mempertahankan harga sahamnya saat IPO. Sebuah analisis dari Louis Basenese di wallstreetdaily.com mengungkapkan agar investor tidak buru-buru untuk membeli saham Facebook saat IPO nanti. Ia mengemukakan tiga alasan penting.
1. IPO media sosial tidak bersahabat dengan Wall Street.
Terdapat fakta bahwa 19 media sosial yang melakukan IPO di tahun 2011 mengalami penurunan performa. 82,4% sosial media yang melakukan IPO di tahun 2011 yang lalu, kini sahamnya diperdagangkan di bawah harga pembukaan dan 57,9% diperdagangkan di bawah harga saat IPO. Ini artinya investor diperkirakan akan merugi jika memborong saham Facebook saat IPO karena setelah diperdagangkan akan mengalami penurunan.
2. Pertumbuhan Pengguna Facebook Menurun
Pada tahun 2008, saat pertama kali Sheryl Sandberg menjadi Chief Operating Officer (COO) pengguna Facebook berjumlah sekitar 66 juta. Empat tahun kemudian Sheryl bisa meningkatkan pengguna Facebook menjadi sekitar 850 juta. Ini artinya ppertumbuhan pengguna Facebook sangat tinggi. Jika berdasarkan pertumbuhan ini, empat tahun ke depan bisa saja pengguna Facebook menjadi 9 miliar orang, padahal penduduk di muka bumi ini hanya 7 miliar, itupun baru dicapai pada bulan Oktober yang lalu. Artinya, pertumbuhan pengguna Facebook pasti mengalami penurunan. Tidak percaya coba kita lihat data berikut ini.
Penurunan pertumbuhan pengguna Facebook, sumber: techcrunch.com
Facebook pun mengakui hal ini. Dalam filing-nya Facebook menyatakan: “our rates of user and revenue growth will decline over time.”
Namun sayangnya penurunan pertumbuhan pengguna Facebook ini tidak dicerminkan dalam valuasi atau nilai pasar Facebook yang kini mungkin mencapai 100 miliar dollar AS. Ini artinya investor berpotensi membeli saham yang overpriced atau kemahalan.
3. Fokus Mark Zuckerberg Berbeda dengan Fokus Wall Street
Mark tentu saja menginginkan perusahaan yang stabil selama mungkin sehingga ia mungkin tidak fokus pada mencari laba. Seperti yang diungkapkannya:
“Facebook was not originally created to be a company. It was built to accomplish a social mission — to make the world more open and connected. We think it’s important that everyone who invests in Facebook understands what this mission means to us.”
Wall Street tentu berbeda, ia sama sekali tidak peduli apa yang diinginkan Mark Zuckerberg, kecuali laba. Harga saham Facebook nantinya akan berkorelasi dengan laba perusahaan dan kondisi Facebook. Ini artinya jika laba tidak diperoleh, alamat Wall Street akan meninggalkan Facebook setelah masa IPO berlalu.
Tentu dengan tiga faktor di atas, investor akan berpikir-pikir lagi untuk membeli saham perdana Facebook. Namun walaupun demikian, tidak sedikit pengamat yang optimis bahwa Facebook akan membuat sejarah baru sebagai perusahaan dotcom yang berhasil setelah Google.
Bagi mereka yang optimis, tentu saja akan berburu saham Facebook saat IPO nanti sehingga akan memunculkan miliarder baru. Diperkirakan paling tidak 1.000 karyawan Facebook akan kaya mendadak dengan adanya IPO Facebook ini. Ini belum seberapa. Coba kita lihat siapa saja pemegang saham Facebook berikut ini.
1. Mark Zuckerberg 28,2%
2. Accel and Jim Breyer 11,4%
3. Dustin Moskovitz 7,6%
4. DST with 5,4%
5. Peter Thiel 2,5%
Dengan valuasi sekitar 100 miliar dollar Mark Zuckerberg yang dalam filing disebutkan akan menjual sahamnya akan mendapatkan paling tidak 28 miliar dollar AS, Accel dan Jim Beyer 11,4 miliar dollar, dan Peter Tiel memeperoleh 2,5 miliar dollar. Selain itu beberapa top eksekutif Facebook seperti Sheryl Sandberg akan ikut kaya mendadak memperoleh paling tidak 1,2 miliar dollar.
Yang Untung Yang Buntung
Tentu saja hal ini akan sangat mengerutkan kening para pengguna setia Facebook. Daftar di atas merupakan pihak yang diuntungkan dari IPO Facebook. Pihak mana yang akan dirugikan?
Bila anda mengerti konsep iklan tertarget seperti yang dipraktikkan oleh Facebook pihak yang dirugikan adalah pengguna. Benarkah? Bukankah pengguna memperoleh layanan gratis dari Facebook dan bisa narsis terkoneksi dengan teman-teman mereka?
Dalam beberapa hal, tidak mungkin pengiklan tertarik dengan Facebook jika tidak ada daya tawar dari Facebook. Apa kira-kira daya tawar Facebook tersebut? Pengguna yang jumlahnya 850 juta yang berada di setiap negara dan benua. Pengguna Facebook menyertakan data mereka, tanggal lahir, tempat tinggal, nama, umur, pendidikan dan yang terpenting kebiasaan mereka dalam Facebook. Ini merupakan kompensasi dari layanan gratis yang diberikan Facebook sehingga anggapan Facebook itu gratis menjadi gugur.
Dalam kata straight line, Facebook menjual data penggunanya kepada pengiklan. Berdasarkan data dan kebiasaan pengguna inilah kemudian Facebook bisa menggaet pengiklan yang mendatangkan pendapatan dan kemudian akhirnya bisa melakukan IPO dan menciptakan Mark Zuckerberg sebagai miliarder baru. Kekayaan Mark ini nantinya hampir menyamai kekayaan Larry Ellison, CEO Oracle yang mendirikan Oracle 35 tahun yang lalu.
Apa balasan Mark bagi pengguna? Tidak ada. Pengguna tetap saja seperti sedia kala, bahkan mereka sama sekali tidak bisa menyuarakan penentangan mereka terhadap fitur yang tidak mereka sukai. Ini semacam pemaksaan, namun seberapa banyak pengguna Facebook yang paham masalah ini? Hampir tidak ada.
Saya rasa Facebook akan menjadi kapitalis baru tanpa ampun dengan menghisap penggunanya untuk kepentingan mereka sendiri.
Selamat IPO Mark Zuckerberg!