Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Syukri Muhammad Syukri

Orang biasa yang ingin memberi sesuatu yang bermanfaat kepada yang lain…. tinggal di kota kecil Takengon selengkapnya

Di Mesir, Tower BTS Berbentuk Pohon Kurma

HL | 22 March 2012 | 06:02 Dibaca: 1122   Komentar: 32   6

1332349202505949647

Tower BTS berbentuk pohon kurma di Rehab City, Cairo Mesir (Foto: Syukri Muhammad Syukri)

Makin jauh kita berjalan, makin banyak yang dapat dilihat. Pribahasa itu ditujukan kepada para petualang yang suka traveling. Makin lengkap, jika seorang petualang yang suka menjelajah tempat-tempat menarik di berbagai negara, mencatat semua yang dilihatnya. Catatan itu akan bermanfaat jika ditulis dalam bentuk laporan pandangan mata.

Ini artinya, traveling bukan hanya aktivitas bersenang-senang, tetapi dapat menjadi sebuah proses studi banding. Hasil pengamatan tentang segala sesuatu yang sifatnya positif atau negatif dapat menginspirasi orang yang membacanya. Kelebihan dan kekurangan sebuah tempat dapat dijadikan masukan untuk memperbaiki negeri masing-masing.

Salah satu hal paling menarik saat kompasianer berkunjung ke Mesir adalah keberadaan sebuah tower BTS berbentuk pohon kurma. Dari jauh, tower itu persis seperti pohon kurma ditengah padang pasir. Kompasianer sempat heran, kenapa ditanah yang begitu gersang tumbuh pohon kurma tunggal.

Kompasianer mencoba mendekat ke arah pohon kurma tinggi itu. Ternyata, setelah berada dalam jarak pandang, tegakan itu bukan pohon kurma melainkan sebuah tower BTS diantara perumahan warga. Kompasianer juga memandang ke arah lain, nampak dikejauhan juga berdiri sebuah pohon kurma tinggi yang menjulang ke angkasa.

Kawasan tempat berdirinya tower BTS berbentuk pohon kurma itu berada di Rehab City atau dikenal dengan nama New Cairo, sebuah kawasan pemukiman modern. Jika di dalam kota Cairo, masih banyak juga ditemukan tower BTS konvensional yang menjulang diantara apartemen warga. Bagaimana dengan tower BTS yang terdapat di tanah air?

Membandingkan dengan tower BTS yang terdapat di tanah air, jarang ditemukan tower yang disamarkan berbentuk pohon atau serupa tanaman. Kebanyakan tower yang terlihat berbentuk rangka baja yang menjulang ke angkasa. Umumnya, tower BTS itu dicat hitam putih yang berdiri diantara pemukiman penduduk. Warga tidak tahu, apa dampak yang bisa ditimbulkan akibat keberadaan tower ditengah pemukimannya.

Apabila dilihat dari ketinggian, seperti di kota tempat kompasianer bermukim, tower itu ibarat onggokan besi ditengah pemukiman. Kota yang indah dan hijau akan kehilangan panorama, jika disana-sini berdiri tower rangka baja. Pastinya, tower tersebut dapat “merusak” pemandangan. Memang, keberadaan tower BTS tersebut akan membantu proses komunikasi antar warga, tetapi warga juga butuh estetika.

Boleh jadi, jika Mesir menyamarkan tower BTS berbentuk pohon kurma sehingga yang melihatnya dari kejauhan seperti hutan pohon kurma. Begitu indah dan atistik. Kenapa tidak, di tanah air tower BTS milik operator seluler juga diganti dengan tower berbentuk pohon pinang atau pohon kelapa, tentu lebih artistik dengan alam Mesir yang gersang. Kota yang hijau dengan taman dan hutan kota terasa makin serasi jika tower BTS-nya berbentuh pohon atau palem.

Harapan warga memang seperti itu. Namun, tower itu adalah milik operator seluler atau mitra mereka yang dibangun dengan uang perusahaan. Warga hanya dapat melihat apa yang mereka bangun, tetapi tidak berdaya untuk mengoreksi apa yang mereka lakukan. Kalaupun mereka memiliki visi ramah lingkungan, tentu mereka akan berpikir untuk memodifikasi tower tersebut. Semoga!

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 10 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 12 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 12 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 13 jam lalu

Ahok Dukung, Pasti Menang …

Pakfigo Saja | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Subsidi BBM: Menguntungkan atau Malah …

Ian Wong | 9 jam lalu

Dua Oknum Anggota POLRI Terancam Hukum …

Imam Muhayat | 9 jam lalu

Mengenal Lebih Dekat Pendidikan Luar Biasa …

Nanadya Rachma | 9 jam lalu

Resensi: Yesus dan Wong Cilik …

Rinto Pangaribuan | 9 jam lalu

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: