Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Sofyan Salim

Proud to be a Muslim | Manusia "miskin," yang "rakus" Ilmu! | ========================= Blog :http://sofyanmsalim.blogspot.com/ |

Yuk, Kenalan dengan Wadah Hacker Terbesar se-Indonesia

REP | 26 January 2013 | 07:24 Dibaca: 3702   Komentar: 31   4

Kebanyakan orang Indonesia, pasti “ketakutan” mendengar kata Hacker (kalau salah, tolong diralat ya!). Padahal hacker itu, adalah para jenius yang baik hati, dan seharusnya tidak perlu dan nggak pantas untuk ditakuti. Apalagi melirik mereka dengan wajah sinis penuh prasangka negatif! Seharusnya, mereka ini adalah orang – orang yang patut diberi penghargaan, karena mereka adalah ; Para pembaharu dunia Teknotrika (teknologi elektronika).

Bahkan ada yang menuduh mereka ini adalah para pembajak software, “pembobol server,” serta orang yang suka berbuat onar di jagad Maya. Anggapan ini, 1000% “salah!

Mungkin anda (termasuk saya juga) jika mau jujur, adalah sebenar – benarnya pembajak. Menagapa? Karena menggunakan SO (Sistem Operasi) Windows tanpa bayar, dan pengguna software/aplikasi-aplikasi kecil berbayar lainnya secara ilegal. Bahkan Microsoft Office, Adobe ‘n the Gang, pun nggak luput dari penggunaan illegal .

Berbanding terbalik dengan para Hacker, yang kebanyakan menggunakan SO Linux yang gratis (tapi kualitas, mentereng). Linux, adalah teman mereka dalam meng-eksplorasi dunia metrics alam Maya. Kita orang Indonesia, kalah jauh dengan India. Jangan salah menilai India, hanya dari kulit luarnya saja. Silahkan lihat di profil para eksekutif google, jangan kaget jika anda melihat posisi orang – orang India yang cukup membanggakan.

Bahkan ada seorang pemuda India, berhasil membuat sebuah alat dengan potensi yang luar biasa, dimana anda hanya menggerakkan jari tangan anda untuk mengambik gambar, menelpon, bermain game diatas kertas HVS, atau menonton pidato presiden di sebuah Koran lokal! Teknologi itu, bernama ; SixthSense. Nggak percaya…? Sssimaklah video berikut ini:

Konon, penduduk India adalah penduduk dengan pengguna Linux terbesar se Asia. Mungkin itulah salah satu penyebab mengapa mereka bisa lebih “maju,” dalam bidang Teknotrika, di banding bangsa kita. Ingat Sistem Operasi yang mereka gunakan adalah gratis, berbeda dengan Microsoft (windows) yang berbayar. SO Microsoft, serta aplikasi/software yang di dukungnya sangat boros dalam penggunaan Hardware, sedangkan SO Linux, sudahlah gratis, hemat pula!

SO Linux, tidak dikhususkan hanya pada orang – orang tertentu. Dia bersifat universal. Bahkan anda dan siapapun kamu, bisa berkontribusi mengembangkan Sistem Operasi tersebut. Sesuai dengan distro/varian Linux yang anda senangi. Seperi RedHat, BlackTrack, Mandriva, BlankOn (punya Indonesia), X-Code (punya YogyaFree), Kubuntu, Edubuntu, Ubuntu, Bahkan Sop Buntut..! Hehehe, Justkid bro!

Tebak siapa yang membuat Sistem Operasi Linux??? … Yarp, benar bangat! Dialah Linus Trovalds, seorang Hacker berkebangsaan Finlandia. Coba anda tanyakan pada para ahli IT Indoneisa (bukan TS atau RS, ya!), Sistem Operasi apa yang menjadi pilihan mereka. Maka jangan jingkrak, kalau mayoritas mereka lebih memilih SO Linux (that’s whay i love you, Linux!).

Wokeh, cukup sudah dengan menu Microsoft dan Linux. ‘Cause, if I wrote all the story about linux Os, maka sangat mungkin, akan banyak memakan halaman! So, silahkan gunakan Mbah Google, untuk mulai berkenalan dengannya!

Dan, siapakah Komunitas Hacker terbesar se-Indonesia (maybe Asia tenggara!)

Wokeh lagi…, adalah YogyaFree X-Code.. Eeeiiits…, jangan men-judg karena namanya ya, bahwa komunitas ini adalah komunitas free yang “sesuatu banget!” mereka benar – benar komunitas Hacker terbesar dan cukup aktif baik secara online maupun offline. YogyaFree, selalu melakukan kegiatan – kegiatan underground (alias jarang keliput media!) bersifat positif di berbagai univ/sekolah ternama di Indonesia (walau belum seluruh daerah).

Kumunitas ini, baru berdiri sekitar 9 tahun yang lalu, tepatnya 5 Juni 2004 (cukup lama, ya). Namun, nama besar mereka sudah terlanjur wangi di kalangan para pendekar Maya! Founder X-Code atau kali code bernama - Kurniawan (kunjungi situs mereka yang saya cantumkan di akhir artikel).

Seperti namanya, maka komunitas ini pertamakali berdiri di kota kesayanganku (kampung halaman ke3-ku!) dimana lagi kalau bukan di kota pendidikan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia Mini, Berbudaya, Penuh gaya, Tapi kadang sedikit Alay! Hehehe… Justkid! YogyaFree, pernah bentrok dengan komunitas Kasak-Kusuk atau Kaskus yang pemiliknya lulusan Amerika itu, tu..! Gara – gara situs YF – X_Code/kali Code di serang dengan teknik Diface oleh seseorang yang mengaku anggota Kaskus.

Oknum yang dicurigai anggota YF-XCode pun berang! Dan lagi – lagi nggak tanggung – tanggung, server kaskus di serang balik dengan teknik Hacking tingkat tinggi yang cukup sulit di bendung. Teknik itu bernama DDoS (Distributed Denial of Service ; silahkan klik namanya, untuk melihat penjelasan teknik tersebut). Peristiwa itu terjadi sekitar 16-17 Mei, tahun 2008. Kerusakan data yang di alami kaskus cukup berat, dimana data pada tahun 2008 tidak bisa dimuat lagi, hanya data sebelum 2008 yang bisa nongol. Dan server kaskus bisa dibilang mati total selama beberapa minggu, itu artinya selama beberapa minggu itu kaskus hilang dari jagad Maya.

Admin atau ketua komunitas YF-X_Code waktu itu adalah seorang mahasiswa angakatan 07 (kebetulan satu almamater dengan saya, Gak penting kali ye!) bersama Admin atau CEO kaskus, mereka membuat memorandum online. Untuk mencegah friksi berkelanjutan antara kedua komunitas besar itu. Bunyinya kurang lebih seperti berikut:

Mohon perhatian dari pengguna Kaskus dan YogyaFree, karena hal ini diperlukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa ini di Internet. Menyikapi perkembangan akhir-akhir ini, dimana Komunitas Kaskus dan Yogyafree telah dipecah belahkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga menyebabkan kedua Komunitas ini menjadi saling terganggu.

Hal ini seharusnya tidak terjadi karena telah merusak persatuan kita. Kaskus dan YogyaFree tidak akan saling mengganggu secara institusi dan merupakan forum sahabat. Bila ada yang melakukan penyerangan yang mengatas namakan Kaskus atau YogyaFree, maka itu hanyalah oknum yang sengaja hendak mengadu domba antar komunitas kita. Untuk itu kedua admin komunitas menghimbau / menginstruksikan untuk menghentikan segala jenis serangan.

Hormat kami

Admin Kaskus (Andre) / Admin YogyaFree (Adi)

Statement ini dibuat oleh kedua belah pihak pada tanggal 20 Mei 2008, Pukul 9.40.

Semoga peristiwa seperti ini, nggak terulang lagi ya.

YogyaFree X-Code atau kali code, mengklaim memiliki members terbesar di Indonesia dengan jumlah lebih dari 100.000 members, komunitas online dengan tutorial hacking terbanyak, dst. Mereka memiliki sebuah Sistem Operasi bernama X-Code atau kali Code (yang sering di aliri lahar dingin itu, tu..!) untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang YF – X_Code, silahkan kunjungi situs mereka di bawah ini:

Description of YogyaFree X-Code : Kami adalah komunitas hacker yang berintelektual, berbudaya dan beradab yang membaktikan diri untuk ilmu pengetahuan.

The Site : The Larges Indonesian Computer Hacking & Security Community

.::Semoga Menghibur!::.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 19 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 20 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 21 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 22 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: