Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Fauzan Abdurrahman

Biografi belum ada untuk saat ini, lain kali akan saya ceritakan lebih lanjut yah.

Jadi, Anda Ingin Tahu Berapa Harga Pembuatan Website?

OPINI | 11 March 2013 | 11:11 Dibaca: 2173   Komentar: 10   2

Jika Anda membuka penelusuran internet dengan kata kunci “pembuatan website murah”, Ada ratusan entry yang menawarkan jasa pembuatan website murah. Harganya bervariasi, mulai dari Rp.50 ribu hingga puluhan juta rupiah. Di sini tentunya Anda akan bertanya-tanya, kenapa harganya bisa bervariasi seperti itu. Mengapa ada harga yang sangat murah, atau mungkin Anda mengira ada yang memasang harga terlalu mahal (overpriced)?

13629748561816181415Sebelum mengurai kenapa bisa muncul harga yang bervariasi seperti itu, kita harus mengetahui apa saja yang dibutuhkan untuk membuat website. Yang jelas, biaya yang dikeluarkan untuk infrastruktur pembuatan website saja bisa lebih dari Rp.50 ribu, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Domain, merupakan alamat dari situs Anda. Harga per tahunnya Rp.100 ribu, dan harus diperpanjang untuk tiap tahunnya jika Anda ingin terus menggunakan.
  2. Server hosting, untuk paket shared sebagai paket awal website, harga per tahunnya bisa mencapai Rp100-200 ribu. Jika website direncanakan akan memiliki traffic yang tinggi, paket hosting bisa lebih mahal lagi.
  3. Biaya koneksi internet, listrik, dan komunikasi dengan klien, kurang lebih Rp.200ribu

Di sini kita bisa melihat bahwa paling tidak total infrastruktur untuk pembuatan website bisa mencapai Rp.500 ribu. Jika ada yang membuka harga di bawah itu, otomatis ada apa-apanya. Beberapa hal bisa dikorbankan untuk menekan harga, semisal pemilihan hosting yang oversell (pemakaian di luar kapasitas) dan domain gratisan.

Mengorbankan pemilihan server bisa berdampak fatal. Server yang tidak tangguh akan berdampak pada website yang tidak reliable. Jika server tidak tangguh, ketercapaian website pada pengunjung menjadi terhambat karena akses yang lambat. Tidak hanya itu, mesin pencari (Google-Bing) akan sukar mengindeks website yang tidak reliable sehingga hasil pencarian akan menjadi buruk.

Penggunaan domain gratisan juga sangat tidak disarankan bagi Anda yang ingin membuat website. Tidak ada kontrol penuh dari Anda, dan bahkan traffic yang sudah susah payah Anda bangun bisa hilang begitu saja diambil oleh perusahaan yang memberikan. Contoh kasus terbaru adalah layanan (sub) domain co.cc yang tiba-tiba saja mematikan layanan milik mereka.

Postingan selanjutnya saya akan menjabarkan, mengapa ada pembuatan website yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Bagi para pembaca, kritik-saran sangat saya harapkan dari artikel ini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pelajaran Akan Filosofi Hidup dari Pendakian …

Erik Febrian | | 18 April 2014 | 10:18

Memahami Penolakan Mahasiswa ITB atas …

Zulfikar Akbar | | 18 April 2014 | 06:43

Curhat Dinda dan Jihad Perempuan …

Faatima Seven | | 17 April 2014 | 23:11

Sandal Kelom, Sandal Buatan Indonesia …

Acik Mdy | | 18 April 2014 | 00:40

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Semen Padang Mengindikasikan Kemunduran ISL …

Binball Senior | 5 jam lalu

Senjakala Operator CDMA? …

Topik Irawan | 6 jam lalu

Tips Dari Bule Untuk Dapat Pacar Bule …

Cdt888 | 7 jam lalu

Seorang Ibu Memaafkan Pembunuh Putranya! …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Manuver Amien Rais Menjegal Jokowi? …

Pecel Tempe | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: