Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Fandi Sido

Humaniora dan Fiksiana mestinya dua hal yang bergumul, bercinta, dan kawin. | @FandiSido

Keamanan Internet bagi Perempuan

OPINI | 18 April 2013 | 06:00 Dibaca: 383   Komentar: 4   2

Ilustrasi (mediacom.com)

Ilustrasi (mediacom.com)

Laju penggunaan teknologi informasi oleh kaum perempuan memaksa banyak pengembang aplikasi mempertimbangkan aspek keamanan lebih spesifik. Meski demikian, perlindungan terbaik tetaplah (hanya) bisa dilakukan oleh perempuan pengguna itu sendiri. Ini adalah era ketika kata sandi acak bukanlah satu-satunya perlindungan bagi perempuan di dunia internet.

Para pakar setuju bahwa perkara melindungi diri dari kejahatan teknologi informasi bisa dimulai dari barang-barang yang dipakai setiap hari. Bagi perempuan yang punya naluri menjaga dengan baik, keamanan internet saat ini bertumpu pada dua alat: komputer dan ponsel. Ya, jika sudah bisa menggunakan komputer tablet, mungkin akan bertambah kompleks. Tapi demi kesederhanaan mari kita samakan saja tablet dan ponsel sebagai perangkat genggam.

Masalah paling sering terjadi terkait keamanan komputer adalah pencurian/penyalahgunaan data, atau serangan piranti lunak (virus, malware, dsb.). Banyak perempuan abai memperbaharui database antivirusnya, atau mengabaikan pentingnya menggunakan anti-spyware. Padahal dua piranti ini jadi alat bantu standar sebagai pengamanan aktivitas online. Anti-spyware –yang bisa diunduh dengan mudah– banyak membantu mencegah pencurian data, mendeteksi aplikasi-aplikasi berbahaya yang ditujukan untuk serangan komputer, ataupun meminimalisir aktivitas pengintaian berbahaya yang mungkin dilakukan oleh orang dari kejauhan.

Memaksimalkan fungsi fitur keamanan di peramba (browser) adalah cara pencegahan lainnya. Menghapus cookies hasil pencarian atau membersihkan riwayat pencarian secara berkala akan sangat membantu. Apalagi jika komputer digunakan secara bersama. Jangan lupa sign out dari situs apapun yang pernah Anda kunjungi dan bersihkan riwayat penelusuran. Jika ingin lebih aman, saat ini peramba Google Chrome dan Mozilla Firefox masing-masing sudah punya fitur pencarian privat, yang menghapus semua riwayat pencarian dan “sisa-sisanya” begitu kotak jendela ditutup.

Keamanan di internet sama pentingnya dengan keamanan di dunia nyata. Hindari penggunaan identitas asli (nama lengkap, alamat, nomor ponsel) di laman-laman yang kurang terkenal, tidak punya tujuan jelas atau bahkan promosi besar-besaran. Bahkan jika senang beraktivitas di jejaring dan media sosial, hindari mengumbar identitas. Nonaktifkan fitur pelacak lokasi di aplikasi berbagi foto (yang saat ini banyak dipakai itu), juga jangan terlalu sering menggunakan aplikasi berbasis informasi lokasi (check-in) atau aktivitas (what are you doing?).

Perempuan juga cencerung gemar mengunduh aplikasi gratis dari internet. Bentuknya bisa berupa permainan (games), obrolan gratis atau fitur hiburan lain. Ini pun sebenarnya merupakan celah besar untuk serangan kejahatan.  Waspada juga dengan iklan yang terkesan sensasional dan relatif tidak relevan. Tidak semua produk yang menyebut “akan membantu Anda” benar-benar membantu.

Firasat wanita

Untuk keamanan internet melalui perangkat genggam, fitur unduh gratis sering kali disertai dengan peringatan di awal, apakah yakin akan mengunduh. Di titik ini pencegahan naluriah bisa dilakukan. “Firasat wanita” bisa dipakai untuk mengira-ngira apakah aplikasi yang akan diunduh berbahaya atau tidak.

Tidak masalah untuk bertanya lebih banyak kepada teman yang lebih paham keamanan jaringan ponsel atau teknologi tablet. Jangan terlalu banyak mencoba-coba dan percayalah lebih  baik kepada sumber-sumber konten yang resmi dan terdaftar. Fitur kunci tombol otomatis juga saat ini sudah dibuat lebih baik dan mudah untuk keamanan ponsel pintar, jika sewaktu-waktu perangkat tidak sengaja berpindah tangan atau hilang.

Waspadai juga ancaman aktivitas stalking. Pelakunya disebut stalker atau penguntit, bisa orang asing atau yang pernah dekat. Firasat wanita akan memberi tanda apakah Anda sedang diawasi berlebihan atau bahkan mendapat ancaman lewat pesan elektronik atau obrolan. Kalau ingat pernah memberikan kata sandi kepada mantan pacar, maka ganti kata sandi secepatnya. Perbaiki keamanan semua jejaring sosial yang pernah dipakai bersama, dan bila perlu kurangi aktivitas berjejaring sosial.

Bilapun harus membuat akun baru di jejaring sosial, gunakan fitur penguncian profil. Lebih aman jika tidak memasang foto atau identitas asli dan tetaplah berkomunikasi dengan teman-teman dekat yang bisa dipercaya.  Jangan ragu untuk memblokir akun-akun yang mengganggu dan batasi tema obrolan. Cara terbaik untuk tidak diikuti adalah pindah ke tempat yang lebih aman dan “membakar jembatan”. Perlu juga memberi tahu teman-teman dekat Anda untuk tidak memberitahukan kontak Anda kepada orang lain tanpa seizin Anda.

Isu keamanan perempuan terkait dunia internet menyeruak lima tahun belakangan seiring maraknya aplikasi berbagi melalui perangkat lipat dan genggam. Di Palestina, bahkan pertumbuhan penggunaan internet hingga 55% (The Media Line, 8/4/2013) dianggap sebagai ancaman keamanan bagi kaum perempuan yang sedang berjuang demi pengakuan hak berekspresi. Seorang gadis muslim yang tinggal di Perancis bisa tiba-tiba merasa terancam karena ingat pernah mengirimkan foto dirinya tanpa hijab kepada mantan pacarnya yang telah lama menghilang.

Kritis menggunakan teknologi adalah hal baik. Waspadai hal-hal baru yang tidak relevan. Perkuat keamanan perangkat keras dan perangkat lunak Anda. Sebisa mungkin tetaplah di bawah permukaan dan gunakan internet hanya untuk produktivitas. Karena bukan rahasia lagi: perempuan saat ini telah resmi jadi sasaran penting bagi industri informasi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 3 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 8 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 9 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 11 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Angkuh …

Retna Kusumawati | 7 jam lalu

Transfusi Darah …

Raka Pratama | 7 jam lalu

Agama adalah Kebudayaan yang Disucikan …

Kawar Brahmana | 7 jam lalu

KPK Selamatkan Jokowi dari Intervensi …

Rusmin Sopian | 7 jam lalu

Jokowi dan Prabowo, Indonesia Kita …

Awaluddin Madjid | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: