Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Akbar Fahmi

Bercita-cita menulis buku

Mengenal Ciri-Ciri Situs Penipuan Online

REP | 22 April 2013 | 10:46 Dibaca: 2362   Komentar: 9   0

Apakah anda pernah mendapatkan SMS yang berisi, “GEBYAR Telkomsel Poin 2013, Nomor Anda mendapat hadiah ke-1 Pin d377hi8, silahkan verifikasi Pin Pemenang di situs resmi http://t-selbagihadiah.webs.com”?

SMS tersebut nyasar ke ponsel saya pada tanggal 19 April 2013 yang lalu, tepatnya pukul 20.54 WIB atau 10 menit setelah saya membeli pulsa elektrik di sebuah counter pulsa kaki lima. Dengan sangat sadar saya memahami bahwa itu adalah sebuah SMS penipuan. Sudah sangat sering nomor ponsel saya dikirimi SMS serupa. Biasanya saya tidak menghiraukan hal tersebut, namun kali ini saya tertarik juga untuk menelisik lebih dalam “situs resmi” tersebut.

Pertama saya klik situs yang dimaksud (http://t-selbagihadiah.webs.com), saya dibuat terkesima dengan sambutan foto agnes monica yang dipajang di cover web dengan begitu menyakinkan. Seperti kita ketahui bahwa agnes monica adalah artis yang digandeng telkomsel untuk mempromosikan program nada sambung pribadi (nsp)  telkomsel. Iklan agnes untuk program tersebut juga sangat sering muncul di layar kaca. Secara psikologis seolah-olah itu memperkuat bukti bahwa web tersebut memang “situs resmi” telkomsel poin.

1366602116659854181

Gambar 1. Cover Depan situs penipuan online (sumber: http://t-selbagihadiah.webs.com)

“Blink!” namun ada yang janggal dalam website tersebut. Desain web terkesan norak dan alay. Beberapa tulisan tambahan pada web tersebut ditulis dengan ukuran font yang tidak seragam membuat kesan tidak resmi sedikit memunculkan keraguan terhadap “keresmian” dari “situs resmi” tersebut.

Namun saat halaman dijelajahi (scroll) lebih ke bawah, disana anda akan disuguhi nomor pin dari para pemenang dan nomor pin yang disebut sebagai “nomor pin anda” (d377hi8) tertulis sebagai pemenang nomor 1 dengan hadiah berupa toyota alphard. Bagi korban yang gelap mata dan sedang ngebet ingin punya mobil baru, dengan berbagai alasan psikologis, akan semaki tergiur dengan display gambar hadiah-hadiah yang dijanjikan. Di samping kanan halaman web dipasang foto-foto para pemenang, kantor telkomsel dan kantor SAMSAT untuk semakin meyakinkan para korban. Jebakan psikologis kembali ditebar oleh “situs resmi” tersebut dengan menampilkan beberapa foto tokoh-tokoh berpengaruh seperti mantan menteri keuangan Agus Martowardojo, Dirjen Pajak Ahmad Fuad Rahmany dan Menkominfo Tiffatul Sembiring. Pengunjung web akan semakin diyakinkan dengan tulisan yang diflashlight merah berbunyi “Hati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan PT. TELKOMSEL”.

Web ini akhirnya ketahuan belangnya dengan sebuah clue yang tersamar. Pada pojok kiri bawah website tersebut tertulis sebuah kalimat samar berbunyi “Create a free website at webs.com”. Jadi webs.com yang merupakan bagian paling akhir alamat “situs resmi” http://t-selbagihadiah.webs.com adalah sebuah situs penyedia domain dan server internet gratis seperti blogger.com atau blogspot.com. Ketidakpopuleran webs.com, setidaknya bagi saya, mungkin menjadi alasan pelaku penipuan online untuk memilih penyedia layanan blogging gratis tersebut. Sesuatu yang sangat tidak lazim sebuah perusahaan besar sekelas PT TELEKOMUNIKASI SELULER mengumumkan pemenang program undiannya melalui website gratisan. Padahal seperti kita ketahui, Telkomsel memiliki website resmi sendiri yaitu telkomsel.com.

13666022611555972647

Gambar 2. Situs penipuan online menggunakan jasa blogging gratisan (sumber: http://t-selbagihadiah.webs.com)

Pengunjung situs selanjutnya digiring untuk masuk ke link Cara Pengambilan Hadiah pada bagian paling atas website. Setelah membaca dengan cermat dan seksama, anda akan mendapati dua informasi penting yaitu hadiah hanya bisa diambil setelah “pemenang telkomsel poin” membayar uang administrasi sebesar Rp. 2.700.000,- dan hadiah akan hangus bila uang tersebut tidak segera dibayarkan dalam tempo dua hari setelah SMS diterima. Tempo singkat (dua hari) memberikan efek gegabah dalam pengambilan keputusan dari para korban. Sayang disana tidak dijelaskan bagaimana cara pembayaran uang administrasi tersebut, “pemenang” diminta untuk menghubungi call center untuk informasi pembayaran. Saya menyudahi penyelidikan sampai tahap itu. Saya tidak tertarik untuk menelpon call center lebih lanjut. Saya rasa kejanggalan-kejanggalan dalam web tersebut sudah memberikan bukti yang cukup bahwa “situs resmi” tersebut ternyata adalah situs abal-abal dengan motif penipuan online.

Biasanya situs penipuan online memiliki 3 ciri: 1. Alamat situs yang “tidak resmi”. Pelaku penipuan online sering menggunakan layanan domain gratisan: blogger, blogspot, webs. 2. Konten web yang cenderung berlebihan dalam upaya meyakinkan pengunjung bahwa web tersebut asli. Penggunaan foto orang-orang terkenal dan berpengaruh menjadi modus penipuan website online untuk membujuk korbannya. 3. Keharusan untuk membayarkan sejumlah uang dalam tempo singkat. Langkah ini diambil untuk mencegah korbanberfikir jernih dan memaksa korban mengambil keputusan gegabah dalam kondisi gawat darurat semu.

Pesan saya kepada kawan-kawan kompasianer cuma satu: teliti sebelum membeli, cermat sebelum bertransaksi^^

Salam sehat lahir batin^^

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Korban-korban Kebijakan dan Peraturan JKN …

Yaslis Ilyas | 8 jam lalu

Latihan Siang Malam, Prajurit TNI Dipantau …

Mirza Gemilang | 8 jam lalu

Memasuki Hari ke Enam Belas Berada di …

Taufiq Rilhardin | 8 jam lalu

Pacaran? Tidak Harus dengan Kekerasan! …

Stevani Dewi | 8 jam lalu

Transisi Swallow Go Internasional Dikenal …

Tenny Rizka Firsti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: