Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Hasbi Zainuddin

Sedang menjalani rutinitas sebagai jurnalis. dan selalu berusaha menyajikan berita yang mencerahkan dan mencerdaskan. Setidaknya, selengkapnya

Welcome Page Twitter dan Gambar Masjid

OPINI | 15 May 2013 | 22:01 Dibaca: 384   Komentar: 1   1

INI cuma sedikit catatan tentang rasa penasaran saya, atas welcome page salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak, Twitter. Hanya sedikit heran, media sosial yang didirikan oleh seorang katolik, Jack Dorsey, dan dikembangkan oleh Biz Stone, dan Evan Willliams, memilih menampilkan gambar Masjid dalam salah satu gambar welcome page-nya.

Saya mencari-cari di Kompasiana, googling, mencari tahu barangkali ada artikel yang membahas alasan ini. Di Kaskus, itu juga sempat didiskusikan, dan ada yang bilang itu adalah gambar Taj Mahal. Tapi bukan. Taj Mahal, ketika dalam posisi seperti itu, seharusnya terlihat dengan tiga kuba.

Welcome Site Twitter

Bangunan Taj Mahal

Gambar welcome page tersebut menunjukkan tiga orang, dengan Masjid pada background-nya. Pertanyaannya, mengapa Masjid? Saya berpikir, mungkin selanjutnya gambarnya akan berganti foto Gereja, Sinagog, Kuil, dan rumah ibadah lainnya. Tapi, ternyata hanya Masjid. Ada tiga gambar yang digunakan Welcome Page Twitter, secara bergantian. Selainnya, yaitu gambar yang menunjukkan keramaian kota dengan cahaya lampu. Gambar lain menunjukkan seseorang sedang memotret dalam salah satu acara konser. Lihat di sini

Salah satu alasan yang cukup rasional, menurut saya, ada dalam web Tanya jawab di website Yahoo.com. Jawaban terbaiknya memberi arahan mengeklik sebuah website.
Ya, isinya tentang Pangeran Walid Bin Talal, dari Saudi Arabia, yang berinvestasi USD300 juta, atau sekitar Rp2,8 triliun di Twitter. Meskipun, masih belum ada kejelasan, dengan investasi yang lumayan besar tersebut, sudah mampu mempengaruhi, membangun deal, hingga membuat konsep gambar background welcome site Masjid tersebut dipilih.

Artikel lain, menyebutkan, Twitter punya agenda besar untuk memperkenalkan diri ke kawasan Ibrani (Israel). Alasannya, pertumbuhan pengguna twitter di sana meningkat pesat, hingga 150 persen di tahun 2010. Tapi, mengapa tak memasang symbol-simbol yahudi, dst?

Mungkin teman-teman Kompasianer punya alasan lebih banyak atas pemasangan foto Masjid itu… mohon infonya… 

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 13 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 14 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 14 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 8 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Marah, Makian, Latah. Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Tentang “Tuhan Membusuk” …

Lintang Mahindra | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: