Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Hasbi Zainuddin

Sedang menjalani rutinitas sebagai jurnalis. dan selalu berusaha menyajikan berita yang mencerahkan dan mencerdaskan. Setidaknya, selengkapnya

Welcome Page Twitter dan Gambar Masjid

OPINI | 15 May 2013 | 22:01 Dibaca: 387   Komentar: 1   1

INI cuma sedikit catatan tentang rasa penasaran saya, atas welcome page salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak, Twitter. Hanya sedikit heran, media sosial yang didirikan oleh seorang katolik, Jack Dorsey, dan dikembangkan oleh Biz Stone, dan Evan Willliams, memilih menampilkan gambar Masjid dalam salah satu gambar welcome page-nya.

Saya mencari-cari di Kompasiana, googling, mencari tahu barangkali ada artikel yang membahas alasan ini. Di Kaskus, itu juga sempat didiskusikan, dan ada yang bilang itu adalah gambar Taj Mahal. Tapi bukan. Taj Mahal, ketika dalam posisi seperti itu, seharusnya terlihat dengan tiga kuba.

Welcome Site Twitter

Bangunan Taj Mahal

Gambar welcome page tersebut menunjukkan tiga orang, dengan Masjid pada background-nya. Pertanyaannya, mengapa Masjid? Saya berpikir, mungkin selanjutnya gambarnya akan berganti foto Gereja, Sinagog, Kuil, dan rumah ibadah lainnya. Tapi, ternyata hanya Masjid. Ada tiga gambar yang digunakan Welcome Page Twitter, secara bergantian. Selainnya, yaitu gambar yang menunjukkan keramaian kota dengan cahaya lampu. Gambar lain menunjukkan seseorang sedang memotret dalam salah satu acara konser. Lihat di sini

Salah satu alasan yang cukup rasional, menurut saya, ada dalam web Tanya jawab di website Yahoo.com. Jawaban terbaiknya memberi arahan mengeklik sebuah website.
Ya, isinya tentang Pangeran Walid Bin Talal, dari Saudi Arabia, yang berinvestasi USD300 juta, atau sekitar Rp2,8 triliun di Twitter. Meskipun, masih belum ada kejelasan, dengan investasi yang lumayan besar tersebut, sudah mampu mempengaruhi, membangun deal, hingga membuat konsep gambar background welcome site Masjid tersebut dipilih.

Artikel lain, menyebutkan, Twitter punya agenda besar untuk memperkenalkan diri ke kawasan Ibrani (Israel). Alasannya, pertumbuhan pengguna twitter di sana meningkat pesat, hingga 150 persen di tahun 2010. Tapi, mengapa tak memasang symbol-simbol yahudi, dst?

Mungkin teman-teman Kompasianer punya alasan lebih banyak atas pemasangan foto Masjid itu… mohon infonya… 

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24


TRENDING ARTICLES

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 4 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 5 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 5 jam lalu

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 12 jam lalu

Dampak ‘Mental Proyek’ Pejabat …

Giri Lumakto | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: