Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Fauzan

Biografi belum ada untuk saat ini, lain kali akan saya ceritakan lebih lanjut yah.

Menghindari Program Pelacak PRISM Paman Sam

REP | 17 June 2013 | 16:50 Dibaca: 320   Komentar: 2   0

Anda pasti sudah mendengar bahwa pemerintah Amerika Serikat memata-matai para pengguna internet. Tiap pengguna internet yang menggunakan jalur fiber ke negara Paman Sam tersebut dipastikan sudah disadap oleh Amerika. Ini berarti tidak hanya warga Amerika Serikat saja yang dimonitor, melainkan penduduk di luar wilayah Amerika yang secara aktif menggunakan internet.

1371462282732970512

Salah seorang mantan analis CIA membocorkan hal ini. Edward Snowden, sang analis, menyebutkan bahwa proyek PRISM (program yang memata-matai tersebut) sudah berlangsung selama tujuh tahun belakangan. Beberapa situs besar terlibat dalam proyek PRISM, seperti Microsoft, Yahoo, Google, Facebook, Apple, dan AOL.

Sampai sini, kita bisa membuat berbagai pertimbangan agar tidak terlacak program PRISM yang jelas-jelas melibatkan berbagai perusahaan internet dan telekomunikasi besar dunia tersebut. Berikut tips yang dipaparkan oleh situs ExtremeTech.

  1. Berhenti menggunakan situs jejaring sosial. Snowden menjelaskan bahwa pemerintah AS memiliki akses langsung ke server Facebook, Microsoft, dan Google.
  2. Berselancar dengan HTTPS. Jika Anda pengguna Chrome atau Firefox, Anda dapat menginstall add-on browser EFF HTTPS Everywhere. Namun sepertinya Amerika sudah memiliki akses ke server remote, jadi hal ini tidak begitu banyak membantu.
  3. Buat identitas anonim dan berselancar menggunakan proxy/VPN. Penggunaan proxy/VPN akan mengaburkan lokasi fisik di mana Anda online.
  4. Enkripsi panggilan telepon Anda.

Tips di atas tentunya tidak menjamin Anda akan bebas dari penyadapan. Satu-satunya cara agar terlepas dari penyadapan (jika Anda termasuk tipikal paranoid) adalah berhenti menggunakan internet dan tidak mengikuti berbagai program-program dari pemerintah, termasuk pembuatan KTP atau Akta lahir.

Tags: amerika prism nsa

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Anak-anak Penyandang Tiga Huruf …

Rinta Wulandari | | 28 February 2015 | 18:09

Reformasi Sepak Bola Tiongkok Menuju Pentas …

Aris Heru Utomo | | 28 February 2015 | 12:05

Kenapa Harus Makan Nasi? …

Mira Marsellia | | 28 February 2015 | 14:41

Bermain Senapan, Tertembak; American Sniper …

Gaganawati | | 28 February 2015 | 17:25

Kompasiana - SKK Migas-Kontraktor KKS Blog …

Kompasiana | | 14 February 2015 | 13:45


TRENDING ARTICLES

Pemrop DKI Jakarta Membeli UPS Sebelum …

Eusebius Purwadi | 13 jam lalu

Ahok dan Anggota DPRD Bersalah …

Hendra Budiman | 14 jam lalu

#SaveAhok “You Never Walk Alone” …

Dheandra Kusumah | 14 jam lalu

Strategi Ahok Masih Ampuh …

Blind Side | 15 jam lalu

Kisah Sukses Shahrini, Sheikh Siti Jenar, …

Ninoy N Karundeng | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: