Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Fauzan Abdurrahman

Biografi belum ada untuk saat ini, lain kali akan saya ceritakan lebih lanjut yah.

Menghindari Program Pelacak PRISM Paman Sam

REP | 17 June 2013 | 16:50 Dibaca: 313   Komentar: 2   0

Anda pasti sudah mendengar bahwa pemerintah Amerika Serikat memata-matai para pengguna internet. Tiap pengguna internet yang menggunakan jalur fiber ke negara Paman Sam tersebut dipastikan sudah disadap oleh Amerika. Ini berarti tidak hanya warga Amerika Serikat saja yang dimonitor, melainkan penduduk di luar wilayah Amerika yang secara aktif menggunakan internet.

1371462282732970512

Salah seorang mantan analis CIA membocorkan hal ini. Edward Snowden, sang analis, menyebutkan bahwa proyek PRISM (program yang memata-matai tersebut) sudah berlangsung selama tujuh tahun belakangan. Beberapa situs besar terlibat dalam proyek PRISM, seperti Microsoft, Yahoo, Google, Facebook, Apple, dan AOL.

Sampai sini, kita bisa membuat berbagai pertimbangan agar tidak terlacak program PRISM yang jelas-jelas melibatkan berbagai perusahaan internet dan telekomunikasi besar dunia tersebut. Berikut tips yang dipaparkan oleh situs ExtremeTech.

  1. Berhenti menggunakan situs jejaring sosial. Snowden menjelaskan bahwa pemerintah AS memiliki akses langsung ke server Facebook, Microsoft, dan Google.
  2. Berselancar dengan HTTPS. Jika Anda pengguna Chrome atau Firefox, Anda dapat menginstall add-on browser EFF HTTPS Everywhere. Namun sepertinya Amerika sudah memiliki akses ke server remote, jadi hal ini tidak begitu banyak membantu.
  3. Buat identitas anonim dan berselancar menggunakan proxy/VPN. Penggunaan proxy/VPN akan mengaburkan lokasi fisik di mana Anda online.
  4. Enkripsi panggilan telepon Anda.

Tips di atas tentunya tidak menjamin Anda akan bebas dari penyadapan. Satu-satunya cara agar terlepas dari penyadapan (jika Anda termasuk tipikal paranoid) adalah berhenti menggunakan internet dan tidak mengikuti berbagai program-program dari pemerintah, termasuk pembuatan KTP atau Akta lahir.

Tags: amerika prism nsa

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kyai Jumairi dan Pengobatan Orang Stress …

Junanto Herdiawan | | 15 September 2014 | 21:54

Wisata Murah Meriah di Pinggir Ibukota …

Agung Han | | 16 September 2014 | 03:59

Asuransi Kesehatan Komersial Berbeda dengan …

Ariyani Na | | 15 September 2014 | 22:51

Awas Pake Sepatu/Tas Import kena …

Ifani | | 16 September 2014 | 06:55

Nangkring Bareng Paula Meliana: Beauty Class …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 10:14


TRENDING ARTICLES

Ternyata Ahok Gunakan Jurus Archimedes! …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 4 jam lalu

RUU Pilkada: Jebakan Betmen SBY buat Jokowi, …

Giri Lumakto | 10 jam lalu

Timnas U-23 Pimpin Grup E Asian Games …

Abd. Ghofar Al Amin | 11 jam lalu

Festival Film Bandung, SCTV, dan Deddy …

Panjaitan Johanes | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Aceh Semakin Terpuruk …

Jeffry Watumena | 7 jam lalu

Safe Area Goradze: Sebuah Komik Tentang …

Achmad Hidayat | 8 jam lalu

Benarkah Menara Saidah Miring? …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Wahai Guru Indonesia, Tidak Semua Hal di …

Vera Wati | 8 jam lalu

Jika (Calon) Istri Menyembunyikan Status …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: