Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Fauzan

Biografi belum ada untuk saat ini, lain kali akan saya ceritakan lebih lanjut yah.

Menghindari Program Pelacak PRISM Paman Sam

REP | 17 June 2013 | 16:50 Dibaca: 324   Komentar: 2   0

Anda pasti sudah mendengar bahwa pemerintah Amerika Serikat memata-matai para pengguna internet. Tiap pengguna internet yang menggunakan jalur fiber ke negara Paman Sam tersebut dipastikan sudah disadap oleh Amerika. Ini berarti tidak hanya warga Amerika Serikat saja yang dimonitor, melainkan penduduk di luar wilayah Amerika yang secara aktif menggunakan internet.

1371462282732970512

Salah seorang mantan analis CIA membocorkan hal ini. Edward Snowden, sang analis, menyebutkan bahwa proyek PRISM (program yang memata-matai tersebut) sudah berlangsung selama tujuh tahun belakangan. Beberapa situs besar terlibat dalam proyek PRISM, seperti Microsoft, Yahoo, Google, Facebook, Apple, dan AOL.

Sampai sini, kita bisa membuat berbagai pertimbangan agar tidak terlacak program PRISM yang jelas-jelas melibatkan berbagai perusahaan internet dan telekomunikasi besar dunia tersebut. Berikut tips yang dipaparkan oleh situs ExtremeTech.

  1. Berhenti menggunakan situs jejaring sosial. Snowden menjelaskan bahwa pemerintah AS memiliki akses langsung ke server Facebook, Microsoft, dan Google.
  2. Berselancar dengan HTTPS. Jika Anda pengguna Chrome atau Firefox, Anda dapat menginstall add-on browser EFF HTTPS Everywhere. Namun sepertinya Amerika sudah memiliki akses ke server remote, jadi hal ini tidak begitu banyak membantu.
  3. Buat identitas anonim dan berselancar menggunakan proxy/VPN. Penggunaan proxy/VPN akan mengaburkan lokasi fisik di mana Anda online.
  4. Enkripsi panggilan telepon Anda.

Tips di atas tentunya tidak menjamin Anda akan bebas dari penyadapan. Satu-satunya cara agar terlepas dari penyadapan (jika Anda termasuk tipikal paranoid) adalah berhenti menggunakan internet dan tidak mengikuti berbagai program-program dari pemerintah, termasuk pembuatan KTP atau Akta lahir.

Tags: amerika prism nsa

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Dutch Bucket System, Narasi Hidup Sebuah …

Dean | | 28 April 2015 | 01:17

Financial Inclusion Index Indonesia Masih …

Faisal Basri | | 28 April 2015 | 00:30

Ada Bahaya Mengintai di (Facebook) …

Giri Lumakto | | 27 April 2015 | 22:13

Kupu-kupu, Juga Burung Dodo …

Hikmat Darmawan | | 27 April 2015 | 21:53

Jangan Biarkan Rutinitas Membunuhmu! …

Diana Santi | | 27 April 2015 | 12:44


TRENDING ARTICLES

Ahok dan Pelacuran …

Muhammad Armand | 9 jam lalu

Kurir Narkoba Dieksekusi untuk Menyelamatkan …

Wildan P | 10 jam lalu

Save Haji Lulung: Saatnya Tunjukkan Kalau Ga …

Herulono Murtopo | 11 jam lalu

Ups! Ruangan Haji Lulung Digeledah Polisi …

Bambang Setyawan | 12 jam lalu

Keputusan PSSI Berbanding Lurus dengan FIFA …

Waldy | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: