Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Video Asusila Pelajar SMP Beredar di Facebook

HL | 24 October 2013 | 22:46 Dibaca: 74743   Komentar: 64   8

SETELAH  video anak-anak SMA yang mengolok-ngolok gerakan salat heboh tercium pekat di dunia maya meski tidak menyentuh medan televisi, video aksi tindak asusila dalam kelas yang dilakukan anak SMPN 4, Sawah Besar, Jakarta Pusat, akhirnya beredar di social media Facebook. Video ini diunduh 23 Oktober 2013 oleh akun bernama Scsa’Caeng bla bla … dan sudah di-share sebanyak dua ribuan lebih.

Dalam video itu terlihat jelas bahwa aksi asusila dilakukan atas suka sama suka dan didukung oleh teman-temannya. Ironisnya beberapa siswi yang mendukung aksi itu memakai kerudung. Bocah lelaki tampak malu-malu dalam menjalankan aksinya.

Dari pakaian yang mereka kenakan, sang lelaki memakai koko dan bercelana olahraga/training. Kuat dugaan kalau aksi tersebut dilakukan pada hari Jumat. Mengingat beberapa sekolah mengharuskan siswanya berpakaian koko agar langsung bisa salat Jumat sepulang sekolah. Sementara anak perempuan tampak memakai atasan muslimah lengan panjang, dan rok panjang yang tersingkap, sementara dua temannya yang terlihat di kamera, sama-sama berhijab.

Sepertinya anak perempuan itu rela dirinya diperlakukan tak senonoh. Mulai dari berciuman, merelakan pihak lelaki memegang payudara, sampai merelakan pihak lelaki memegang alat vital si pihak perempuan. Aksi tersebut didukung sepenuhnya oleh teman-teman di dalam kelas yang kuat dugaan dihuni oleh teman-teman perempuan. Terlihat dari bagaimana mereka berbicara dan cengengesan.

*

13826324141269675950

Dilansir Merdeka.com( http://www.merdeka.com/jakarta/menghilang-pelajar-smpn-4-pemeran-adegan-seks-belum-diperiksa.html ), pihak kepolisian mengaku belum menetapkan tersangka adegan seks pelajar tersebut. Namun polisi telah memerika 17 saksi. Dan dua pelaku dalam video itu adalah AE (14) dn FP (13)

Pada Rabu, 23 Oktober 2013, Tatan Dirsan, Kasat Reskrim Polres Jakpus berkata bahwa kedua pelaku menghilang dan tak hadir dalam jadwa pemeriksaan. Ia juga tak menemukan unsur pidana dan pasal yang harus dikenakan karena aksi mesum itu dilakukan suka sama suka. Polisi bahkan sedang menyelidiki siapa yang menyebarkan video tersebut.

Wah, bahaya nih yang menyebarkan kembali video tersebut di facebook atas nama akun yang saya sebutkan tadi. Tapi jangan ambil keputusan dulu. Siapa tahu video itu adalah video lain yang tak ada hubungannya dengan kasus SMPN 4. Jadi segalanya tetap harus diselidiki. Meskipun judul dari video yang diunduh adalah “Video Mesum SMPN4 Badix (sekolahan Apa Kandang Sex).

Apalagi dalam penjelasan di merdeka.com, tertera kalimat “Setelah melakukan aksi tidak bermoralnya di ruang kelas, para pelaku yang merupakan teman korban meninggalkan korban dengan kondisi rambut dan seragam sekolah acak-acakan.”

Sementara yang terlihat dalam video, korban memang terlihat acak-acakan namun teman-temannya tampak masih berada di kelas. Apakah karena video yang ditaruh di facebook adalah video versi pendek?

Di lain artikel (sumberL http://www.merdeka.com/peristiwa/sejoli-pelajar-smpn-4-sudah-berkali-kali-mesum-di-kelas.html ) di sana disebutkan jika aksi cabul itu tak hanya dilakukan sekali. Jadwal mereka melakukan itu ada pada  tanggal 24 September di dalam kelas. Kedua pada esok nyal tanggal 25 September dan  tiga kali melakukan di tempat yang berbeda. Pertama jam 08.00 WIB, lalu siangnya dan pas pulang sekolah. Semua dilakukan di dalam kelas.

Terakhir, yaitu pada tanggal 27 September yang dilakukan usai pulang sekolah.Nah, pada 27 September itu tepat hari Jumat, jadi kuat dugaan kalau video itu memang video “kesekian” yang direkam pada hari Jumat.

Semoga kepolisian dan sekolah bersangkutan lekas menyelesaikan kasus ini. Dan rasanya untuk membahas lebih jauh, kita semua akan sama-sama sepakat kalau tindakan anak-anak itu sangat memprihatinkan, membuat kita sedih, dan kita pun jadi ingat anak, keponakan, atau anak didik kita. Jadi sangat penting bagi kita sebagai dewasa untuk lebih membimbimbing dan memperhatikan anak-anak remaja.

Dan sepertinya pengunduh/penyebar ulang yang juga tergolong masih anak-anak itu, belum mengetahui risiko apa yang sudah diperbuatnya karena Facebook sangat mudah diakses anak-anak dan remaja terutama kita.

*

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

PKS Pecundang Menolak Pilkada Langsung …

Damang Averroes Al-... | 8 jam lalu

Jusuf Kalla Sebaiknya Belajar dari Ahok …

Relly Jehato | 10 jam lalu

Wanda Hamidah Bukan Ahok …

Mawalu | 12 jam lalu

Ini Kepemimpinan Ala Jokowi …

Sjahrir Hannanu | 12 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Oh…Tidak, Gas Pertamina Non-Subsidi …

Ronald Haloho | 10 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 10 jam lalu

Gol Pinalti Gerrard di Injury Time Bawa …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Mengapa Nama Tegar …

Much. Khoiri | 10 jam lalu

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: