Back to Kompasiana
Artikel

Internet

Wiwit

A mom. That's all.

Game Mendidik untuk Anak, Adakah?

OPINI | 12 March 2014 | 11:34 Dibaca: 71   Komentar: 0   0

Imam Al-Ghazali berkata, “Hendaklah anak kecil diberi kesempatan bermain. Melarangnya bermain dan menyibukkannya dengan belajar terus, akan mematikan hati, mengurangi kecerdasan, dan membuatnya jemu terhadap hidup. Sehingga, hidupnya akan terganggu dan dia akan sering mencari alasan untuk melepaskan diri dari keadaan tersebut.”

Ayah Bunda, dunia anak adalah dunia bermain. Kegiatan anak, sejak bangun tidur hingga tidur lagi, tidak jauh dari bermain. Namun, bagi anak, bermain bukanlah tanpa tujuan dan tanpa makna.
Melalui bermain, anak mengalami perkembangan dan kematangan dalam berbagai aspek. Bermain dapat merangsang motorik, panca indera, dan perkembangan otak anak. Bermain dapat pula mengasah pengetahuan, emosi, sosial, intelektual, dan kreativitas. Selain itu, bermain melatih fungsi mental, seperti berpikir, berkhayal dan mengingat.

Tidak semua kegiatan bermain bisa disebut bermain. Kegiatan bermain baru bisa disebut bermain jika dalam melakukan aktivitas tersebut, anak merasa nyaman, senang, bebas berekspresi dan berimajinasi, tidak merasa terpaksa, dan tidak terbebani target yang harus dicapai.

Kegiatan bermain identik dengan mainan. Namun, tidak semua permainan memerlukan mainan. Jika orangtua harus memilihkan mainan untuk putra-putrinya, kenalilah mainan itu. Sebenarnya, karena punya rasa ingin tahu yang besar, anak akan terpancing dengan benda apapun yang menurutnya baru. Jadi, sebanyak apapun mainan yang tersedia di rumah, ketika melihat mainan baru, anak akan sangat ingin memilikinya.

Di era digital dan internet seperti sekarang ini, anak-anak semakin akrab dengan permainan elektronik (mobile game, komputer, PS, dll). Orangtua perlu bersikap bijak dalam menyikapinya. Melarang anak tidak bermain permainan elektronik sama sekali tentu sulit. Namun orangtua perlu membatasi waktu bermain dan memperhatikan dampak permainan elektronik tersebut terhadap anak-anak mereka.

Meskipun permainan elektronik memiliki dampak negatif antara lain, seperti:
1. Aktivitas sosial terganggu.
2. Aktivitas fisik kurang.
3. Kurang melatih kesabaran (karena ingin cepat tahu hasilnya)
4. Menurunnya kreativitas akibat terlalu lama berkomunikasi satu arah
5. Kecanduan
6. Berpengaruh buruk pada kesehatan mata.

Namun, ternyata ada pula dampak positifnya, antara lain:
1. Membiasakan anak dengan peralatan elektronik.
2. Melatih konsentrasi dan koordinasi reaksi
3. Melatih kecepatan tangan
4. Memperkuat kecerdasan logika dan matematika.
(Andi Yudha Asfandiyar, Creative Parentng Today, Penerbit Mizan, 2012)

Nah, selayaknya orangtua memilihkan permainan elektronik yang memberikan dampak positif bagi anak. Permainan yang tidak mengandung unsur kekerasan dan pornografi, yang sesuai dengan tingkatan usia dan juga dapat merangsang kreativitas mereka.

Beberapa permainan di bawah ini mungkin dapat menjadi pilihan.

Permainan elektronik untuk anak, Asli Buatan Anak Indonesia. Gratis lho…

Cekidot!

Take a look at “Cerdas Cermat Islami” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siswamedia.cerdascermatislami
Take a look at “Kuis Benar Salah” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siswamedia.benarsalah
Take a look at “Bola Mania” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siswamedia.bolamania
Take a look at “Luwak Pintar” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siswamedia.luwakpintar
Take a look at “Touch Memory” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siswamedia.touchmemory
Take a look at “TouchBox” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siswamedia.touchbox
Take a look at “Kuis Benar Salah” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siswamedia.benarsalah
Take a look at “Main Mata Mania” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siswamedia.mainmatamania
Take a look at “Pesawatku” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.game.anak.indonesia.pesawatku
Take a look at “Cerdas Cermat SMP” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siswamedia.cerdascermatsmp
Take a look at “Rapikan Binatang” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.game.anak.indonesia.acak.gambar
Take a look at “Cerdas Matematika” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.siswamedia.cerdasmatematika
Take a look at “Game Asah Otak Anak 1″ - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.game.anak.indonesia
Take a look at “Cerdas Cermat” - https://play.google.com/store/apps/details?id=com.game.anak.indonesia.cerdas.cermat


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 6 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 9 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 10 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 7 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 8 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 8 jam lalu

Resiko Terlalu Banyak Informasi Diri di …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: