Back to Kompasiana
Artikel

Otomotif

Win Wan Nur

Saya adalah orang Gayo yang lahir di Takengen 24 Juni 1974. Berlangganan Kompas dan menyukai rubrik OPINI.

Alat Penghemat BBM, +HHO Gas Generator

OPINI | 30 October 2010 | 08:22 Dibaca: 5227   Komentar: 8   1

Belakangan ini sejak saya mem-post banyak tulisan tentang +HHO Gas Generator yang kami produksi, ada banyak pertanyaan yang masuk ke saya, entah itu melalui e-mail, facebook, kompasiana atau langsung kepada saya melalui HP.

Ada beragam pertanyaan yang saya dapatkan, mulai dari bagaimana alat ini bekerja, bagaimana keamanannya sampai ada juga yang bertanya kenapa alat buatan kami harganya lebih mahal dibandingkan alat lain yang disebut generator HHO juga.

Untuk itu berikut ini saya ingin memberi beberapa penjelasan.

Alat produksi kami menghasilkan gas dengan cara elektrolisa (memisahkan molekul cairan dengan menggunakan energi listrik), listrik untuk proses ini diambil dari sisa kapasitas aki yang tidak terpakai untuk kebutuhan listrik mobil. Gas HHO hasil elektrolisa ini kemudian dimasukkan ke dalam filter udara diaduk dengan oksigen untuk disemprotkan ke ruang bakar tempat bensin atau solar berubah menjadi uap. Jadi pemasangan alat ini di mobil, sama sekali tidak mengubah setelan apalagi memodifikasi mesin.

Nah mengapa HHO ini bisa menghemat bahan bakar?

Itu karena gas HHO ini adalah Gas yang berfungsi sebagai bahan bakar dengan kadar oktannya di atas 130, sementara Bensin paling tinggi cuma 87, Solar Shell cuma 66 sementara Solar pertamina cuma 30, itulah sebabnya keunggulan alat kami ini menjadi lebih terasa jika dipasang pada mobil dengan bahan bakar Solar. Jadi di sini Gas HHO bersifat seperti suplemen.

Kemudian, biasanya pada mesin mobil biasa selalu ada 25-30% BBM yang tidak terbakar dengan sempurna dan menjadi emisi. Nah di sini di samping HHO sendiri berfungsi sebagai bahan bakar, keberadaan HHO ini juga membuat Bensin atau Solar yang menjadi bahan bakar utama mobil terbakar lebih sempurna, itulah sebabnya mengapa +HHO Gas Generator bisa menghemat penggunaan bahan bakar lebih dari 40%, dan menurunkan emisi lebih dari 80%.

Pada mobil berbahan bakar bensin yang masih baru, setelah dipasangi +HHO Gas Generator, saya berani membuka mulut langsung di depan knalpot, sebab gas buang yang dihasilkan sudah menjadi lebih aman dari asap rokok.

Sebenarnya kami bisa saja membuat produksi HHO lebih besar sehingga mobil bisa dijalankan dengan bahan bakar 100% air tanpa menggunakan BBM sama sekali, tapi masalahnya mesin mobil yang beredar sekarangĀ  semuanya didesain untuk bekerja dengan bahan bakar minyak, sehingga kalau mesin itu ingin dipaksa bekerja dengan bahan bakar 100% air, kita harus membuat banyak perubahan ekstrim pada mesin dan juga alternator, karena kita membutuhkan aliran listrik yang lebih besar dan juga cara kerja mesin yang berbeda sebab gas HHO ini bisa menghasilkan panas sampai 2700 derajat celcius.

Tapi meskipun bisa menghasilkan panas setinggi itu, Hidrogen baru akan terbakar sendiri kalau dipanaskan ssampai 585 derajat celcius, sementara bensin cuma 230 dan solar 200 derajat celcius.

Tapi meskipun panas yang dihasilkan oleh HHO lebih tinggi, mesin yang menggunakan HHO justru lebih dingin, itu disebabkan karena penggunaan HHO meminimalisir pelepasan karbon, sehingga panas yang terjadi hanya di ruang bakar, sebaliknya efek pada mesin secara keseluruhan justru makin dingin. Sebab lebih banyak energi panas yang diubah menjadi energi gerak.

Secara desain, alat yang kami produksi ini jelas sangat jauh berbeda dengan alat yang bapak sebutkan. Alat produksi kami ini telah melalui riset yang panjang sehingga menjadi seperti sekarang.

Kalau anda pernah membuka informasi tentang alat ini di google dengan kata kunci +HHO Gas Generator, bapak akan menemukan sudah banyak orang di berbagai negara yang mengembangkan alat seperti ini, mulai dari yang sangat sederhana yang generatornya berupa botol selai sampai yang sudah didalam plastik tebal seperti kotak aki dengan tangki pipa paralon. Tapi karena semua produk itu adalah hasil industri rumahan, belum ada satu pun yang membuat seperti alat buatan kami yang merupakan buatan pabrik dengan standarisasi dan kualitas yang seragam.

Alat buatan kami ini dirancang untuk bisa ditempatkan dengan mudah pada mesin mobil, dengan dilengkapi kontrol elektronik sehingga alat ini seluruhnya bisa bekerja secara otomatis.

Mengapa ini kami lakukan, itu karena seperti yang mungkin anda juga tahu, gas hidrogen itu sangat berbahaya kalau disimpan. Persayaratan untuk membuat tabung penyimpanan hidrogen sangat ketat, karena itulah kami merancang alat ini untuk memproduksi HHO yang langsung habis terbakar begitu gas tersebut selesai diproduksi.

Kontrol elektornik yang melengkapi alat kami ini kami rancang untuk membuat alat ini otomatis aktif, hanya kalau mesin mobil menyala, sementara kalau hanya kunci kontak yang on, alat ini tidak akan berfungsi.

Ini sangat perlu kami lakukan, sebab kalau alat ini sudah berfungsi saat kunci kontak On dan mesin belum menyala, ini akan berbahaya sekali, karena HHO sudah diproduksi tapi tidak dikonsumsi, HHO akan menumpuk dan saat mesin dinyalakan tumpukan HHO ini bisa menghasilkan ledakan besar.

Kontrol elektronik ini juga berguna untuk pemakaian malam hari, karena alat ini mengambil listrik yang tidak terpakai dari aki, sementara kita semua tahu kalau pada malam hari, mobil perlu menyalakan lampu, maka tenaga aki yang dipakai oleh mobil lebih banyak dibanding pemakaian siang hari.

Karena itulah, supaya aki tidak soak (karena juga dipakai untuk menyalakan lampu), saat lampu dinyalakan, kontrol elektronik pada alat ini membuat konsumsi listrik untuk menyalakan generator HHO akan turun secara otomatis (inilah sebabnya penghematan BBM yang bisa dibantu oleh alat ini lebih efektif pada pemakaian siang hari).

Kontrol elektronik ini juga berguna untuk mengontrol volumeĀ  air dalam tangki. Alat ini kami desain untuk langsung mati alias tidak berfungsi saat volume air sudah mencapai titik minimum, sebab kalau air sampai habis Elektrolizer dalam alat ini juga akan habis, untuk bisa berfungsi lagi alat harus ditambahi elektrolizer lagi, ini jelas merepotkan.

Alat ini juga kami rancang dengan 10 tahap separator, sehingga ketika alat bekerja dan menghasilkan gas, gas yang disemprotkan ke mesin itu benar-benar hanya gas yang bisa terbakar, bukan uap air. Melalui tahap ini, air akan tetap tertinggal di tangki dan akan kembali ke generator untuk diubah kembali menjadi HHO, itulah sebabnya dalam keadaan panas normal kami hanya membutuhkan 1/2 liter air setiap kali mesin menyala selama 48 jam dengan suhu 30 derajat celcius yang kira-kira setara dengan perjalanan mobil sejauh 800 kilometer.

Tapi sebelum menjadi seperti sekarang, kami tentu harus melakukan riset yang panjang.

Selain untuk kontrol elektronik itu ada banyak riset lain yang perlu kami lakukan.

Alat ini menghasilkan HHO dalam generator, generator ini sendiri berisi Logam yang berfungsi anoda dan katoda dan juga bahan kimia yang disebut elektrolizer, ketika alat ini dialiri listrik, maka alat ini pun mulai berfungsi untuk memisahkan molekul air.

Nah untuk alat kami ini, kami menggunakan Nickel High Chrome yang hanya bisa dibeli di luar negeri sebagai anoda dan katoda. Tapi sebelum memutuskan untuk menggunakan Nickel High Chrome untuk anoda dan katoda misalnya, sebelumnya kami sudah pernah menggunakan berbagai jenis logam.

Kemudian kami juga sudah pernah menggunakan berbagai macam bahan kimia untuk elektrolizer, mulai dari air kencing dan air kelapa untuk lucu-lucuan (keduanya berfungsi dengan baik) sampai menggunakan SODA yang merupakan elektrolizer standar.

Ini kami lakukan, karena berdasarkan riset yang kami lakukan kami menemukan fakta bahwa jenis metal (untuk anoda dan katoda) serta bahan kimia untuk elektrolizer, sangat menentukan jenis gas yang dihasilkan oleh generator ini.

bahkan untuk menentukan jenis gas yang keluar pun kami harus membeli sebuah alat alat khusus yang hanya ada dijual di Amerika. Dengan alat inilah kami mengetahui kalau gas-gas yang dihasilkan oleh proses elektrolisa itu bukan hanya HHO, tapi juga ada H2S yang berbahaya untuk logam karena bersifat korosif, disamping itu juga ada CO dan NOX yang dalam tingkat persentase tertentu bisa sangat berbahaya untuk kesehatan.

Di sini persentase komposisi zat-zat yang keluar ini sangat tergantung pada metal apa yang kita gunakan sebagai Anoda dan Katoda serta bahan kimia apa yang kita gunakan sebagai elektrolizer. Nah ketika menggunakan Soda sebagai elektrolizer, kami menemukan gas yang keluar banyak yang merupakan gas H2S yang bersifat korosif dan memakan logam, sehingga SODA kami singkirkan dari alat ini, karena penggunaan Soda sebagai elektrolizer dalam jangka panjang akan berbahaya untuk mesin.

Dengan modal pengetahuan itu,kemudian kami mencoba variasi berbagai bahan kimia untuk elektrolizer, setiap gas yang dihasilkan kami hitung komposisinya dengan cermat, kalau belum sempurna kami coba komposisi lain, proses ini berlangsung berbulan-bulan sampai kami menemukan komposisi yang tepat seperti sekarang. Komposisi yang sangat anti SODA dan SABUN.

Yang saya gambarkan di atas itu baru untuk menemukan komposisi yang tepat untuk elektrolizer,

Sementara proses perancangan yang lain juga melalui proses yang kurang lebih sama dengan yang kami lakukan terhadap elektrolizer ini, bahkan untuk menentukan kenapa bentuk alat ini harus bulat pun, itu melalui penelitian, karena kami mengetahui bahwa proses elektrolisa ini ternyata menghasilkan tekanan yang tidak kecil, sehingga akan berbahaya kalau generatornya berbentuk persegi, karena bentuk persegi membuat titik lemah ada di setiap sisi.

Itulah sebabnya riset kami memakan waktu sampai hampir 3 tahun lebih dan menghabiskan dana sekitar 4,5 milyar, dana sebanyak itu terpaksa kami habiskan karena semua proses yang saya gambarkan di atas kami lakukan dengan cara trial and error, karena memang sebelumnya sama sekali tidak ada referensi yang memadai mengenai alat yang kami ciptakan ini.

Tapi semua itu harus kami lakukan karena sejak awal riset ini kami lakukan, kami memang sudah memiliki visi kalau alat ini nantinya akan kami produksi secara massal dan karenanya kami ingin mengeliminir semua potensi keluhan mendasar dari para calon konsumen kami.

Wassalam

+HHO Gas Generator

Win Wan Nur
General Manager

Mobile : +62 8585 709 8421
+62 812 3677 4182

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Kakak-Adik Sering Bertengkar, Bagaimana …

Lasmita | | 19 April 2014 | 22:46

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: