Secara umum, sebenarnya tak ada bedanya berkendara di Indonesia dan di luar negeri. Khusus di Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya yang mobilnya mengenakan stir kiri, setiap pengendara wajib mematuhi aturan lalu lintas.
Beberapa waktu lalu, saat saya berlibur akhir tahun di AS, saya mencoba untuk berkendara. Tentu, setiap pengendara termasuk warga asing harus memiliki kelengkapan surat, termasuk Surat Izin Mengemudi (SIM). Dengan bekal SIM internasional, saya dan keluarga berkendara di seputaran Las Vegas dan Seatle yang kala itu sedang musim dingin.
Dinginnya AS, membuat sebagian besar wilayah tertutup oleh salju. Tapi timbunan salju di sini selalu dibersihkan oleh otoritas pemerintah setempat, agar tak mengganggu pengendara yang melintas.
Selama berkendara di jalan yang licin dan lapisan es tipis di permukaan jalan, maka haruslah ekstra waspada dalam menjaga jarak dengan kendaraan di depan. Agar berkendara dengan aman di cuaca dingin, hal utama yang harus diperhatikan adalah menghindari tergelincir dan hanya menerapkan tekanan lembut untuk pedal gas. Ban tergelincir atau selip adalah salah satu bahaya terbesar dalam cuaca musim dingin. Laju kendaraan tak boleh melebihi 80 Km/jam.
Selain kondisi mesin yang prima, hal penting lainnya adalah kondisi tubuh pengendara. Jika tubuh sedang kurang sehat dan mengantuk, maka dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi. Jadi, sebenarnya cara ini juga sama dengan berkendara ke luar kota atau mudik di Indonesia. Bedanya, berkendara antar-kota di AS tak ada istilah macet. Satu-satunya rute perjalanan macet yang saya kunjungi adalah di pusat kota Las Vegas, tepatnya di seputaran Caesars Palace Hotel.
Salah satu aturan penting berkendara di seluruh wilayah negara-negara bagian AS adalah dilarang menggunakan ponsel apapun dalam berkendara. Beda sekali dengan di Indonesia yang masih bisa kita jumpai pengendara melaju di jalan tol sambil ber-BBM-ria. Kabarnya, ini merupakan aturan tegas dari Badan Keselamatan Transportasi Amerika (NTSB), setelah adanya penelitian menggunakan ponsel menyebabkan resiko kecekalaan 4 kali lebih besar
So, bagi siapa pun yang ingin berkendara di AS, tak perlu kuatir menjelajahi rute luar kota. Di semua ruas perempatan jalan kita akan menemui rambu dan marka jalan, sehingga tak akan tersesat. Menu GPS di dalam mobil memang cukup lengkap, tapi dengan peta saku sudah bisa menjadi penunjuk arah tujuan. Selamat berkendara.
Salam Kompasiana!