Back to Kompasiana
Artikel

Otomotif

Ahmad Imam Satriya

mencintai 3 wanita cantik Rizka, Adzra dan Rania

Service Mobil yang Dapat Anda Lakukan Sendiri

HL | 13 August 2012 | 22:12 Dibaca: 16357   Komentar: 10   9

Memiliki mobil bekas alias mobil second tentu tidak seperti memiliki mobil baru langsung dari dealer. Pemilik mobil second seperti saya harus rutin memeriksa kondisi mesin dan menservicenya secara teratur. Contoh mudahnya adalah memeriksa air radiator setiap hari setiap pagi. Jangan sampai air radiator tidak cukup atau malah habis. Bisa panas temperatur mobil kita.

Tentunya memeriksakan mobil ke benkel secara teratur memerlukan biaya juga. Kadang sekali datang, konsultasi atau hanya mengatur gas supaya stabil atau keperluan kecil lainnya yang tidak perlu ganti sparepart kita mengeluarkan uang 30ribu atau 50ribu rupiah. Cukup mahal. Oleh karena itu kita sebagai pemilik mobil bekas dan tua (terutama) harus sedikit banyak tahu tentang mesin dan mencoba melakukan service sendiri agar pengeluaran tidak membengkak.

Berdasarkan pada pengalaman saya memiliki mobil bekas, saya ingin berbagi sedikit service yang biasa saya lakukan sendiri. Saya terinspirasi dari film-film two fast two furious, dimana mereka berkendara dan juga mengutak-atik sendiri. Syaratnya kita harus punya waktu luang. Saat ini saya memiliki 2 mobil bekas, Mazda MR 90 dan Honda Civic Grand 91. Keduanya berbeda. Mazda MR cukup ringan onderdilnya alias murah, sedangkan Honda berat alias mahal. Berikut beberapa service yang saya lakukan sendiri.

1. Ganti Oli Mesin.

1344852626422453858

dari hqnewcar.com

Ganti oli mesin untuk mobil bekas adalah setiap 3000 km, sedangkan untuk mobil baru 5000km. Benkel biasanya menuliskan di label untuk 5000km setelahnya harus ganti oli. Kita sebagai pemilik mobil bekas sebaiknya setiap 3000km karena biasanya oli lebih udah hitam. Apalagi jika belum pernah turun mesin.

Cara berlatihnya adalah amati yang dilakukan montir benkel ketika ganti oli kemudian cobalah sendiri di rumah untuk penggantian berikutnya. Pertama kita harus membuka sekrup untuk lobang bawah mesin. Selanjutnya membuka tutup mesin atas. Yang harus diperhatikan adalah sediakan tempat untuk menampung oli bekas, terus jangan sembarang membuangnya karena itu limbah.

Saya membuang oli bekas di benkel terdekat, biasanya disediakan tong besar, tetapi jangan lupa minta izin. Mereka biasanya mengumpulkan, dan menjualnya. Selanjutnya tunggu sampai oli habis semua. Tutup kembali lobang bawah mesin dan kemudian masukan oli baru dengan menggunakan corong silinder.

Untuk perawatan selanjutnya kita bisa mengecek dengan mencabut alat cek oli (seperti lidi) dan melihat ujung nya apakah masih (dalam batas tertentu) atau berkurang, apakah sudah hitam atau masih bening. Jika kurang tambahkan lagi oli.

Karena kita tidak punya pompa angin tekanan tinggi, setiap tiga kali, sebaiknya kita ke benkel agar supaya mesin dapat dibersihkan dengan pompa itu, dan juga perlu mengganti saringan oli.

2. Kuras Radiator

1344852466145506648

dari fotounik.net

Service selanjutnya yang kita dapat lakukan sendiri adalah kuras air radiator. Menguras air radiator secara rutin, sebulan sekali atau sebulan dua kali, akan membuat mesin mobil kita adem untuk waktu yang lama.

Kita harus hati-hati ketika membuka tutup radiator. Sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum dinyalakan. Karena hawatir tekanan air panas jika baru dimatikan setelah dinyalakan. Air panas akan menyembur ke atas. Jika terpaksa membuka gunakan kain basah, putar perlahan tetapi jangan dibuka dulu/jangan diangkat dulu. Biarkan tekanan berkurang. Seteleha dirasa adem baru dibuka.

Tutup radiator bagian bawah selanjutnya kita buka. Biarkan air mengalir keluar sampai habis. Kemudian kita kuras dengan cara memasukan air ke radiator sampai terbuang kembali. Setelah dirasa cukup tutup kembali lobang radiator bawah. Lubang radiator ini ada yang dibawah dan ada juga yang disamping. Idnetifikasi dulu.

Untuk mobil lama sebaiknya menggunakan air biasa. Ada juga yang menggunakan air aki, tetapi air aki sifatnya cepat panas dan cepat menguap tetapi memang dia tidak membawa karat sehingga radiator tidak tersumbat. Cuma penggunakan air aki untuk radiator cukup boros karena ya itu cepat menguap. Yang standar pakai air biasa. Mobil baru menggunakan Coolant. Mobil lama sebaiknya menghindari coolant karena hawatir membawa karat dan kemudian menyumbat radiator.

3. Tune Up

13448525642125363519

dari tdwclub.com

Tanda-tanda perlu tune up adalah jika mesin tidak bisa stabil ketika netral, sedikit-sedikit mati atau mesin terdengar pincang. Peralatan tune up yang dibutuhka adalah alat pelepas busi. Busi yang anda lepas, bagian bawahnya biasanya berwarna hitam. Nah kita perlu sikat kawat untuk kemudian kita sikatkan pada busi yang hitam. Jika anda ingin pakai amplas, silahkan. Jika kita ingin menggantinya, bawalah contoh busi anda. Busi terlihat sama semua, tetapi mereka berbeda. Kita perlu cermat.

Setelah itu kita buka saringan udara, dan kemudian nyalakan mesin. Gas kita naikan menggunakan kait yang ada di karburator (untuk tepatnya pertama kita harus ke benkel dan amati caranya)/ Ketika mesin kita gas, semprotkan pembersih, karburator cleaner pada karburator. Targetnya adalah celah-celah kecil. Gunakan pipa kecil yang disediakan oleh karburator cleaner. Terus kita semprotkan secukupnya sambil kita gas mobil kita meraung-raung.

Selanjutnya kita menentukan standar gas pas kondisi netral. Biasanya RPM 800 sampai 1000. Cara menstandarkan adalah dengan menggunakan obeng, dicari pemutarnya di karburator. Untuk hal ini, kita perlu belajar dulu dengan montir di benkel. Saringan udara kemudian kita bersihkan. Bisa menggunakan sikat gigi bisa juga menggunakan penyedot debu. Setelah selesai kita tutup kembali karburator.

4. Service lainnya.
masih banyak service lainnya yang dapat kita lakukan sendiri. Cuma memang kita harus amati terebih dahulu ketika pertama kali service di benkel. Untuk radiator, servicenya cukup sulit karena perlu alat seperti las. Untuk karburator, jika anda berani, sebaiknya anda coba. Cukup rumit susunan karburator, tetapi jika montirnya bisa kenapa kita tidak? Periksa cakram rem juga bisa kita lakukan sendiri. Untuk turun mesin sebaiknya benkel yang melakukan, karena cukup rumit dan juga butuh waktu berhari-hari.

Untuk onderdil, anda harus rajin-rajin mencari toko onderdil mobil di kota anda. Biasanya kita bawa contohnya kemudian beli di sana. Toko onderdil kadang berbeda dengan benkel. Mereka tidak terima service atau pasang, cuma jual saja. Akan tetapi harga onderdil biasanya lebih murah jika kita membeli di toko onderdil bukan di benkel.

Akhirul kalam, selamat mencoba!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membayar Zakat Fitrah di Masjid Turki, …

Gaganawati | | 27 July 2014 | 22:27

Kiat Menikmati Wisata dengan Kapal Sehari …

Tjiptadinata Effend... | | 27 July 2014 | 19:02

Indahnya Perbedaan :Keluarga Saya yang Dapat …

Thomson Cyrus | | 27 July 2014 | 19:45

Ini Rasanya Lima Jam di Bromo …

Tri Lokon | | 27 July 2014 | 21:50

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Temuan KPK: Pemerasaan Pada TKI Capai Rp 325 …

Febrialdi | 26 July 2014 22:14

KPK Lebih Dibutuhkan TKI Ketimbang TNI, …

Fera Nuraini | 26 July 2014 19:21

Taruhan Kali Ini Untuk Jokowi dan Demokrasi …

Hosea Aryo Bimo Wid... | 26 July 2014 19:19

Surat Lebaran untuk Emak …

Akhmad Mukhlis | 26 July 2014 14:40

Daftar Kompasioner yang Berkualitas …

Hendrik Riyanto | 26 July 2014 13:29

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: