Back to Kompasiana
Artikel

Otomotif

Ridwan Hanif Rahmadi Gunadi

Mahasiswa ilmu Perpustakaan dan Informasi, Blogger, Internet Marketer, tertarik dengan dunia disabilitas dan otomotif. Follow selengkapnya

Komparasi Mobil Keluarga di Bawah Rp 200 juta

HL | 14 August 2012 | 10:00 Dibaca: 55891   Komentar: 14   7

13449184911481892511

Ilustrasi/Admin (Bowo Bagus)

Pilihan mobil keluarga dengan rentang Harga dibawah Rp. 200 juta kini kian banyak dan menyulitkan konsumen untuk memilihnya. Berbagai jenis mobil memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, apalagi di pasar yang sangat basah di Indonesia ini ATPM selalu memberikan penawaran-penawaran menarik untuk calon pembeli kendaraan. Karena sebentar lagi momentumnya sangat baik menjelang mudik lebaran untuk memilih mobil. Saya mencoba menuliskan kekurangan dan kelebihan masing-masing kendaraan yang layak anda dipilih di rentang harga dibawah Rp. 200 juta. Review dan komparasi ini saya buat berdasarkan pengalaman mencoba mobil-mobil tersebut secara langsung karena saya bekerja di Rental Mobil Jakarta. Nah, dari situ saya hampir mencoba semua jenis mobil yang cukup laris di Indonesia.

1. Toyota Avanza / Daihatsu Xenia

Siapa yang tidak kenal dengan mobil sejuta umat ini? Mobil ini terkenal lincah, irit, mudah perawatannya dan memiliki resale value yang sangat tinggi. Disini saya garis bawahi bagi anda yang menginginkan mobil dengan harga jual kembali yang tidak terlalu jauh perbedaannya dengan harga pembelian. Toyota Avanza merupakan pilihan wajib dan anda tidak perlu ragukan lagi, namun untuk Xenia harga jual kembali tidak sebaik Avanza.

Mobil yang belum lama ini mengalami pergantian model pada tahun 2011 akhir ini mengalami pendewasaan yang cukup baik. Kita tidak akan lagi menemukan kelemahan suspensi Avanza / Xenia yang mental-mentul, atau pintu belakang yang sulit dibuka karena harus menggunakan switch dibawah jok pengemudi, ataupun model interior yang terlihat seadanya dan murah. Kini Toyota memperbaiki itu semua di mobil Avanza terbaru.

Avanza dan Xenia terbaru bisa saya bilang cukup nyaman untuk sebuah mobil keluarga. Apalagi untuk anda yang suka berpergian jauh, mobil ini telah dilengkapi dengan AC Double Blower yang menjangkau hingga penumpang belakang. Termasuk Xenia kini telah dilengkapi dengan AC Double Blower juga untuk tipe 1.300  cc VVT-i. Soal performa mesin tidak perlu diragukan lagi. Mesin Toyota Avanza sudah dikenal irit dan bertenaga untuk tipe mesin 1.300 cc dan 1.500 cc. Tapi untuk mesin Xenia 1.000 cc saya kurang merekomendasikan lantaran tenaganya yang kurang, suara yang menderu dan lebih boros karena rasio bobot dan tenaga yang tidak berimbang.

Kekurang mobil ini menurut saya ada beberapa kelemahan di bagian interior, terutama untuk penumpang. Pertama, mobil ini menggunakan bahan jok kursi yaang lebih tipis dan terlihat ringkih. Posisi duduk juga kurang nyaman lantaran bentuk kursi yang kaku dan tidak berstuktur sesuai bentuk lekuk badan. Kedua, bagian paling fatal dari mobil ini ada di penumpang belakang. Untuk anda yang memiliki tinggi lebih dari 170 cm, kepala anda akan menyentuh bagian atap kendaraan karena bentuk atap yang landai ke belakang. Padahal ini tidak akan anda temukan di model sebelumnya.

Plus:

  • Harga jual kembali
  • Mesin 1.300 cc & 1.500 cc yang irit dan bertenaga
  • Suspensi yang lebih baik
  • Sparepart mudah dan murah

Minus:

  • Kursi yang semakin tipis
  • Kepala penumpang belakang mentok dengan atap
  • Mesin 1.000 cc yang tidak bertenaga dan berisik
  • Bagasi sempit

2. Nissan Grand Livina

Mobil ini sudah cukup lama berseliweran di kota Jakarta sejak tahun 2007 silam. Kehadirannya memberikan nuansa baru bagi otomotif Indonesia terutama untuk yang menginginkan mobil keluarga yang sangat nyaman untuk kebutuhan dalam kota. Saya sebenarnya sangat menyukai mengendarai Nissan Grand Livina lantaran karena memiliki rasa seperti membawa sebuah sedan; suspensi yang lembut, pengendalian mantap, kabin yang hening, mesin yang halus, bertenaga dan sangat irit. Pokoknya jika anda mengendarai mobil ini, anda seperti merasa membawa sebuah sedan dibandingkan dengan mobil keluarga 7 penumpang. Terutama untuk tipe manualnya yang memiliki pedal kopling sangat ringan.

Sayang, tiada gading yang tak retak. Meskipun mobil ini sangat nyaman dikendarai, masalah dimensi mobil yang paling kecil dibandingkan MPV sekelasnya membuat mobil ini masih kalah dibandingkan kompetitornya. Terutama pada kursi belakang yang sempit dan tidak cocok untuk ditempati 3 orang dewasa. Belum lagi absensi dari fitur AC double blower yang tidak ada pada seluruh model mobil ini. Meskipun Nissan telah mengakali dengan blower AC yang cukup besar pada bagian depan dan memiliki ventilasi kaki pada konsol tengah, Jangan harap hembusan AC akan sejuk sampai ke bagian paling belakang. Celakanya justru penggunaan blower AC yang besar di bagian depan itu malah membuat penumpang depan masuk angin lantara terlalu kencang meskipun AC di putar dengan kecepatan yang paling rendah.

Sehingga menurut hemat saya, jika anda ingin membeli Nissan Grand Livina hendaklah tidak berharap banyak dengan kursi baris belakang. Anggap saja anda membeli sedan 5 penumpang dengan bonus kursi penumpang dadakan pada bagian belakang. Untungnya mobil ini memiliki kursi belakang yang dapat dilipat rata dengan lantai dengan mudah, sehingga ruang bagasi menjadi sangat besar untuk menampung barang bawaan anda. Nilai tambah bagi Grand Livina, Nissan memberikan bonus sebuah TV mounted yang dapat memutar DVD, MP3, USB dan SD card reader untuk memutar musik. Soal entertainment dalam kabin Nissan memang jagonya.

Plus:

  • Kenyamanan : kesenyapan kabin, suspensi
  • Mesin 1.500 cc bertenaga, paling irit dikelasnya, sangat minim getaran dan suara
  • Pengendalian seperti sedan
  • Sistem audio dengan TV mounted
  • Kursi belakang dapat dilipat rata lantai

Minus:

  • Kursi belakang sempit
  • Ukuran Bagasi bila kursi terbuka
  • AC yang terlalu kencang
  • Belum double blower
  • Sempit

3. Suzuki Ertiga

Suzuki Ertiga ini sebenarnya mirip-mirip dengan Nissan Grand Livina, memiliki suspensi monokok dan penggerak roda depan. Hanya saja untuk ukuran dimensi mobil ini lebih besar dan tinggi dibandingkan dengan Nissan Grand Livina. Mobil ini pada pengendaraannya tidak ubah layaknya Toyota Avanza, bantingan suspensi juga mirip-mirip. Hanya saja sedikit lebih nyaman dan lebih mantap karena menggunakan sasis monokok.

Masuk ke dalam kabin mobil ini tentunya anda akan jatuh cinta dengan modelnya yang manis. Instrumentasi mobil ini dibuat sedemikian rupa oleh Suzuki untuk mengambil hati calon pembelinya. Menurut saya untuk masalah dashboard mobil ini memiliki model paling cantik. Kursi Suzuki Ertiga juga cukup nyaman dan paling tebal dikelasnya. Tapi yang paling saya suka dari mobil ini ialah pintu tengah yang sangat panjang memudahkan penumpang keluar masuk, terutama model kursi yang tidak perlu dilipat untuk masuk ke bangku baris ketiga, hanya cukup digeser maju saja.

Tapi tetap saja mobil ini memiliki kekurangan, yaitu pada bangku baris ketiga. Sama seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, mobil ini memiliki headroom yang sangat rendah sehingga penumpang yang memiliki tinggi lebih dari 170 cm akan mentok dengan plafon, tapi ini lebih parah dibandingkan dengan Toyota Avanza. Tapi kekurangan tersebut dapa diakali dengan cara duduk yang tidak begitu tegak. Kekurangan yang kedua, mobil ini tidak dilengkapi dengan varian AC double blower. Padahal di India tersedia tipe AC Double Blower untuk Ertiga, sehingga penumpang belakang akan terasa panas dibandingkan bagian depan. Yang terakhir mobil ini hanya tersedia dalam tipe transmisi manual saja. Lucu ya, padahal kini mobil matic lebih laris dibandingkan dengan manual. Jika saja ketiga kelemahan itu diperbaiki oleh Suzuki, sepertinya saya akan cenderung memilih Ertiga dibandingkan Avanza.

Plus:

  • Pengendalian dan suspensi yang cukup baik
  • Pintu tengah yang besar
  • Kursi belakang dapat dilipat rata lantai
  • Model interior
  • Fitur

Minus:

  • Kursi belakang sempit dan headroom sedikit
  • Ukuran Bagasi bila kursi terbuka sempit
  • Belum double blower
  • Tidak tersedia varian otomatis (AT)

4. Daihatsu Luxio

Mobil ini merupakan jawaban atas Suzuki APV yang sudah menguasai pasara mobil keluarga berbentuk Van di Indonesia. Mobil ini sebenarnya merupakan Daihatsu Gran Max yang diberikan tampilan luar dalam yang lebih mewah dan mendapatkan improvisasi dengan per belakang model keong (Gran Max model per daun) dan tersedianya transmisi otomatik (AT).

Masuk ke dalam interior Luxio, lupakan interior Daihatsu Gran Max yang kaku dan suran. Mobil ini memiliki door trim, jok, paduan warna yang ceria dengan nuansa beige dan kayu gelap untuk tipe X. Bahkan kita merasa mobil ini sepertinya tidak ada hubungan darah dengan Van Gran Max. Bahkan menurut saya interior Luxio jika dibandingkan dengan Evalia masih lebih mewah Luxio. Hanya saja model eksterior Luxio tidak secantik Evalia.

Mobil ini memiliki rasa pengendaraan yang berbeda dibandingkan Avanza, Livina atau Ertiga. Tapi sebelas-duabelas dengan Evalia dan Suzuki APV. Untungya meskipun sama-sama memiliki mesin dibawah, Mobil ini tidak berasa setinggi APV. Bicara tentang dimensi, mobil ini memiliki dimensi paling besar dibandingkan mobil-mobil sekelasnya, bahkan lebih besar dari APV dan Kijang Innova. Model Boxy dan head room yang tinggi juga dapat menyulap mobil ini dari mobil keluarga menjadi mobil barang yang sangat besar. dari segi penumpang juga begitu, Bahkan jika kita mau memaksakan, bangku baris tengah dan belakang mampu memuat 4 orang sekaligus.

Luxio sendiri sebenarnya bukanlah mobil perkotaan tulen meskipun sudah memiliki transmisi otomatis. Kekurangan mobil ini ialah suspensi yang cukup keras jika penumpang di dalamnya hanya sedikit. Kelembutan Suspensi Luxio dapat dirasakan ketika penumpang penuh sama seperti Suzuki APV. Oh iya bicara tentang APV, Luxio jauh lebih irit bahan bakar dibandingkan dengan Suzuki APV. Tetapi masalah performa sepertinya belum bisa mengalahkan mobil pabrikan Jepang berlogo S tersebut. Kekurangannya lagi saya tidak suka model kursi depan mobil yang memiliki mesin dibawah, tipis dan kaku. Hal minus lainnya Luxio memiliki plat bodi yang tipis, terutama ketika menutup pintu geser akan terasa sekali betapa kalengnya mobil ini.

Plus:

  • Interior paling besar
  • Mesin 1.500 cc yang irit  dan bandel
  • Pintu geser
  • AC Double Blower
  • Bagasi luas

Minus:

  • Kursi depan kaku dan tipis
  • Mesin dibawah jok
  • Bodi kaleng
  • Suspensi keras jika diisi sedikit penumpang

5. Suzuki APV / Mitsubishi Maven

Mobil ini merupakan mobil Van MPV yang pertama di Indonesia. Mobil ini telah mengalami facelift untuk model interior dan eksterior sehingga lebih mewah dibandingkan dengan model sebelumnya. APV ini sangat luas, memiliki kursi-kursi yang cukup nyaman pada bagian depan dan belakang, selebihnya mobil ini seperti saya mengomentari bagaimana Daihatsu Luxio. Tapi sayang, mobil ini belum dilengkapi dengan pintu geser dan jarak dari ruang penumpang ke tanah sangat tinggi, jika anda tidak berhati-hati bisa-bisa anda terjatuh.

Secara pribadi saya telah  membawa mobil ini untuk jarak jauh dan tidak menemukan kendala berarti selama perjalan. Mobil ini memang dikenal bandel mesinnya mengingat mesin APV merupakan mesin Suzuki Carry 1.500 cc yang diberikan improvisasi sehingga memiliki tenaga yang lebih besar. Namun untuk ukuran sebuah MPV 1.500 cc, mobil ini cukup boros.

Mobil ini cukup asik juga di pengaturan tata suara, Suara bass dan treble yang dihadirkan di mobil ini tergolong bagus dibandingkan dengan mobil sekelasnya. Plat bodi mobil ini juga cukup tebal meskipun suara mesin masih masuk ke dalam kabin ketika berakselerasi.

Plus:

  • Interior luas
  • Mesin 1.500 cc yang bandel
  • AC Double Blower
  • Bagasi luas
  • Suara Audio
  • Ketebalan bodi

Minus:

  • Kursi depan kaku dan tipis
  • Boros
  • Mesin dibawah jok
  • Terlalu tinggi
  • Suspensi keras jika diisi sedikit penumpang

6. Nissan Evalia

Bicara tentang Nissan Evalia, sebenarnya Nissan Evalia ini merupakan produk global untuk mobil Van komersial seperti untuk angkut barang dan taksi. Maka jangan heran kalau melihat spesifikasi mobil ini masih menggunakan per model daun (leafspring) karena memang mobil ini di desain untuk mengangkut beban berat. Di Indonesia mobil ini dibuat lebih mewah dengan menambahkan fitur-fitur canggih seperti camera belakang, Mounted monitor yang dapat memutar DVD, MP3 AUX, USB dan radio.

Nissan Evalia merupakan mobil pertengahan antara mobil Van seperti Luxio, APV dan mobil MPV dalam kota seperti Avanza, Ertiga dan Livina karena mobil ini memiliki bodi sebuah Van, namun model letak mesin yang berada di depan bukan dibawah jok. Sehingga anda tidak perlu mengeluh lagi akan model kursi depan yang tidak nyaman karena kaku dan tipis.

Meskipun begitu, mobil ini masih punya beberapa kelemahan seperti interior yang lega tapi tidak selega Luxio dan APV, juga model AC Double Blower yang berada di samping penumpang belakang seperti AC Fortuner dan Pajero Sport generasi pertama. Selebihnya untuk masalah suspensi, pengendalian dan lainnya masih serupa dengan mobil Van lainnya tapi sedikit lebih mantap, suspensi juga mewajibkan Nissan Evalia harus diisi penuh untuk menjadi nyaman.

Nissan Evalia ini sebenarnya cukup fenomenal, karena Nissan Indonesia menjuluki mobil ini sebagai smart family MPV karena memadukan antara kecanggihan teknologi melalui fitur-fitur namun juga masih bisa diajak untuk menjadi mobil travel atau pembawa barang. Mesin yang digunakan juga sama seperti Nissan Grand Livina, Tetapi tidak perlu menyamakan performa mesin dan konsumsi bahan bakar Nissan Evalia dengan Grand Livina. Tentunya Evalia lebih boros dan tidak dapat berakselerasi seperti Nissan Grand Livina mengingat bentuknya yang jauh lebih besar, lebih berat dan rasio gigi yang lebih rendah untuk menjaga kemampuan mobil ini di tanjakan. Meskipun begitu mobil ini masih masuk ke dalam kategori hemat bahan bakar kok.

Plus:

  • Interior luas
  • Mesin 1.500 cc yang irit dan senyap
  • Bagasi luas
  • Fitur
  • Pintu geser

Minus:

  • letak AC double blower
  • Per daun pada roda belakang
  • Kaca tengah tidak bisa dibuka
  • Suspensi keras jika diisi sedikit penumpang

7. Daihatsu Terios

Mobil ini sebenarnya tidak masuk ke dalam kategori mobil keluarga atau yang sering disebut dengan MPV. Karena tinggi jarak dari tanah dan ukuran ban yang digunakan berukuran besar, sebenarnya mobil ini masuk ke dalam kategori SUV atau jeep perkotaan namun Daihatsu menyebutnya sebagai Family SUV karena memiliki kemampuan menampung 7 penumpang sekaligus walaupun sebenarnya mobil ini di desain tidak untuk menampung 7 penumpang.

Mobil ini memiliki suspensi yang nyaman meskipun mengakibatkan pengendalian yang agak limbung dan body roll tinggi, kesenyapan mobil terhadap suara luar dan suara mesin juga cukup baik. Di segi entertainment kita disuguhkan oleh audio integrated yang dapat memutar MP3, CD saja, tidak ada koneksi seperti USB atau AUX in. Untung saja kita diberikan kemudahan kontrol audio melalui setir dan hal ini juga dapat kita temuka di Toyota Avanza dan Suzuki Ertiga.

Bicara tentang penumpang belakang sebenarnya ini sedikit kurang mengenakan terutama dari sisi ruang kaki yang cukup sepit untuk orang dewasa. Hal itu diperparah dengan absennya sandaran kepala untuk penumpang belakang, untungnya mobil ini cukup tinggi dan penumpang belakang tidak perlu bersentuhan dengan atap plafon. Masih seputar kursi belakang yang dipaksakan, bagasi Daihatsu Terios juga ikut terkikis ketika mobil ini.

Untungnya bagi penumpang belakang tersedia AC Double Blower yang terletak diatas plafon untuk menjangkau penumpang paling belakang. Jadi tidak perlu mengeluh bahwa mobil ini sangat memaksakan untuk menjadi SUV. Bicara tentang mesin, mobil ini dibekali mesin yang sama dengan Daihatsu Luxio dan Toyota Avanza 1.500 cc. masih tetap irit dan bandel. Hanya saja akselerasi mobil dirasa kurang begitu cepat karena bobot mobil yang lebih berat dan ukuran ban yang besar menghambat akselerasi mobil. Oh iya, untuk anda yang ingin membeli mobil ini juga diberikan Free GPS oleh Daihatsu.

Plus:

  • Ground Clearance tinggi
  • Mesin 1.500 cc yang irit dan senyap
  • AC Double Blower
  • Suspensi nyaman

Minus:

  • Pengendalian limbung + Body Roll
  • Leg room penumpang belakan
  • Bagasi
  • Akselerasi mesin

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Kasus Florence Sihombing Mengingatkanku akan …

Bos Ringo | | 03 September 2014 | 06:01

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | | 03 September 2014 | 08:38


TRENDING ARTICLES

Ini Nilai Ujian Kuliah Politik Pertanian …

Felix | 3 jam lalu

Florence Sihombing Disorot Dunia …

Iswanto Junior | 4 jam lalu

Manuver Hatta Rajasa dan Soliditas Koalisi …

Jusman Dalle | 5 jam lalu

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 6 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Catatan Perjalanan: +Nya Stasiun Kereta Api …

Idris Harta | 8 jam lalu

Oposisi Recehan …

Yasril Faqot | 8 jam lalu

Orangtua yang Terobsesi Anaknya Menjadi …

Sam Edy | 8 jam lalu

Indo TrEC 2014 : Mengurai Kekusutan Lalu …

Wahyuni Susilowati | 8 jam lalu

Elpiji 12 kg, Antara Kelas Menengah dan …

Tubagus Encep | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: