Back to Kompasiana
Artikel

Otomotif

Dedi Rahmat Hidayat

Man Jadda Wa Jadda, Siapa bersungguh-sungguh akan mendapatkan keberhasilan

Kiat Jitu Irit BBM

OPINI | 26 January 2013 | 13:27 Dibaca: 836   Komentar: 0   2

Sepertinya ini adalah sebuah analisis sederhana bagaimana cara sehingga kita dapat mengirit BBM, sesuai dengan pengguna kendaraan bermotor mobil maupun motor, diantaranya adalah :

1. Gunakan selalu mobil dan motor terbaru, jangan gunakan mobil atau motor yang telah berimur di atas 2 atau 3 tahun karena kendaraan tersebut telah tergesek atau aus bagian pistonnya.

2. Gunakan selalu bahan bakar terbaik, pertamax plus ataupun super atau apapun namanya yang ada di Indonesia (yang paling mahal).

3. Jangan pernah mengganti piranti ataupun onderdil mobil atau motor dengan yang tidak orisinal, apalagi mengganti knalpot dengan knalpot racing, header maupun footernya.

4. Tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak penting seperti ke mall atau hanya keliling-keling tidak jelas, walaupun itu menyenangkan, ganti dengan kendaraan umum atau sepeda, beberapa mall telah menyediakan parkir sepeda, atau kalau tidak ada gembok saja dekat pos satpam.

5. Jangan tergoda untuk memacu kendaraan anda, kecepatan idealnya ada di speedometer kendaraan, biasanya dengan tanda hijau, antara 60 - 80 kpj

6. Tidak menggeber-geber gas saat di lampu merah atau saat macet, ini akan membuat konsumsi bahan bakar meningkat.

7. Perhatikan Rpm kendaraan anda, normal dan wajarnya untuk irit adalah 2.000 - 4.000 rpm.

8. Tidak berusaha memutar atau menekan pedal gas sampai habis atau full, ikuti irama mesin, atur irama mesin dan nikmati gerakannya.

9. Sesuaikan gigi persneling dengan kecepatan dan putaran gas, ini membuat akselerasi lebih optimal.

10. Rawat mobil dan motor secara berkala, minimal 2 bulan sekali untuk kendaraan jarang dipakai, 1 bulan sekali untuk kendaraan dengan kerja rutin dan berat seperti angkot, taksi, bajaj dan lainnya, jangan menunggu ada kerusakan karena biasanya akan merembet.

11. Segera periksa dan ganti bagian yang kurang beres, seperti ada bunyi-bunyi tidak lazim dan juga beberapa bagian kendor, karena akan mengurangi kestabilan dan mengakibatkan pemborosan bbm secara tidak langsung.

12. Periksa selalu kondisi tekanan angin dan rem, kekancangan rantai dan juga kestabilan roda, walau kecil pengaruhnya namun dapat menambah konsumsi bbm bila dibiarkan lama.

13. Periksa secara berkala emisi gas buang ini akan dapat mendiagnosa kerusakan dalam mesin yang terjadi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Mungkin ini hanya beberapa saja yang dapat saya sampaikan, karena saya bukan ahlinya dalam hal ini, namun beberapa pendapat di atas saya dapat dari pakar otomotif yang mumpuni dibidangnya.

Semoga manfaat.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kang Pepih, Hasan Tiro, dan Gerakan Literasi …

Risman Rachman | | 26 April 2015 | 21:16

Di Pantai Mertasari Banyak PSK …

Hadisang | | 26 April 2015 | 15:54

Gebyar Lomba Blog dan Hadiah di Bulan April …

Kompasiana | | 17 April 2015 | 12:34

Hari Minggu dan Surat dari Tuhan …

Andi Wi | | 26 April 2015 | 11:54

Ramaikan “Festival Pasar Rakyat” …

Kompasiana | | 15 April 2015 | 16:19


TRENDING ARTICLES

Edan! Tarian Bugil Jadi Pengiring Pemakaman …

Abd. Ghofar Al Amin | 7 jam lalu

Gagasan Tommy Soeharto Ditolak, Ini …

Mbah Mupeang | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi: Siapa Saja yang di Resuffle? …

Imam Kodri | 9 jam lalu

Ketika Bung Karno Bilang:” …. …

Hendi Setiawan | 12 jam lalu

Selasa Malam 10 Gembong Narkoba Dieksekusi …

Bambang Setyawan | 22 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: