Back to Kompasiana
Artikel

Otomotif

Jack Soetopo

Pensiunan Tk Becak, berasal dari Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara yang kini tinggal di Denpasar, Bali. email selengkapnya

Pertamax: Apa Sih Arti dan Gunanya?

OPINI | 27 January 2013 | 21:14 Dibaca: 727   Komentar: 0   1

Denpasar, Januari 27, 2013

Banyak sekali pihak membicarakan mengenai Pertamax, salah satu produk yang sangat di banggakan oleh Pertamina. Bahkan kali ini Pertamina dengan Kompasiana mengadakan perlombaan menulis mengenai produk yang satu ini.

Untuk itu mari kita telaah secara singkat mengapa Pertamina khususnya R&D nya selama bertahun2 berusaha untuk menciptakan produk sendiri. Pada tahun 1999, akhirnya Pertamina meluncurkan produk dalam negeri nya sendiri yang di Patenkan bernama Pertamax.

Jika kita lihat, bahan produksi Pertamina ada bermacam2, mulai dari Aspal, Minyak Tanah, Solar, Bensin, Avtur, dan produk2 lainnya.

Jika dahulu, Bensin yang dipasarkan di Indonesia, dibagi dalam tiga katagori yaitu Regular (Biasa), Premiun, dan Super. Dan semuanya adalah leaded gasoline (Mengandung Timbal yang sangat tinggi).

Dengan kemajuan automotif di dunia, khususnya perusahaan dari Jepang, dimana penerapan menuju teknologi mesin bensin yang Green, atau ramah lingkungan, serta penertapan fuel injection system. Meninggalkan system karborator dan pembuangan langsung (knalpot).

Coba saja anda melihat kendaraan2 yang di produksi sejak awal 1998 di pasarkan di Indonesia, dimana disetiap penutup mesinnya tertulis EFI singkatan dari Electronic Fuel Injection. Untuk bagian pembuangan atau knalpotnya, ada bentuk yang agak aneh seperti gelondongan, di sebut catalytic converters jadi polusi suara, dan gas dapat ditekan.

Oleh karena itu sesuai dengan komitmen Pertamina sebagai perusahaan yang menginvestasi pendaya gunaan ahli2 asli orang Indonesia, dan tanggung jawab terhadap lingkungan, Pertamina mengeluarkan beberapa produk yang bebas timbal, yang menggantikan produk2 lamanya.

Kini Pertamina memasarkan Premium, Pertamax, Pertamax Plus yang unleaded atau bebas timbal. Mengenai komposisinya menjadi 88, 92, dan 95 oktannya.

Hampir semua kendaraan yang terbaru dipasarkan di Indonesia, harus diisi dengan oktan yang tinggi. Untuk itu diperkirakan dalam waktu 25 tahun yang akan datang, lebih dari 75% kendaraan2 masih menggunakan bensin sebagai bahan bakar penggeraknya.

Dengan projeksi pembangunan infrastruktur, dan peningkatan penghasilan, pertumbuhan penduduk, serta ekonomi sedemikian pesatnya.

Pertamina diharapkan untuk terus membangun infrastruktur, dan distribusi bensin. Menurut saya, idealnya adalah 5000 pemilik kendaraan, motor dan mobil harus memiliki satu Pompa Bensin.

Jika kita melihat prospeknya Pertamina memiliki banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.

Kembali ke pertanyaan yang terakhir, Apa gunannya Pertamax adalah clean, reliable dan green.

Salam Pertamina Membangun Indonesia

Jack Soetopo

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 8 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 15 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 16 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 16 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: