Back to Kompasiana
Artikel

Otomotif

Jack Soetopo

Pensiunan Tk Becak, berasal dari Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara yang kini tinggal di Denpasar, Bali. email selengkapnya

Pertamax: Apa Sih Arti dan Gunanya?

OPINI | 27 January 2013 | 21:14 Dibaca: 858   Komentar: 0   1

Denpasar, Januari 27, 2013

Banyak sekali pihak membicarakan mengenai Pertamax, salah satu produk yang sangat di banggakan oleh Pertamina. Bahkan kali ini Pertamina dengan Kompasiana mengadakan perlombaan menulis mengenai produk yang satu ini.

Untuk itu mari kita telaah secara singkat mengapa Pertamina khususnya R&D nya selama bertahun2 berusaha untuk menciptakan produk sendiri. Pada tahun 1999, akhirnya Pertamina meluncurkan produk dalam negeri nya sendiri yang di Patenkan bernama Pertamax.

Jika kita lihat, bahan produksi Pertamina ada bermacam2, mulai dari Aspal, Minyak Tanah, Solar, Bensin, Avtur, dan produk2 lainnya.

Jika dahulu, Bensin yang dipasarkan di Indonesia, dibagi dalam tiga katagori yaitu Regular (Biasa), Premiun, dan Super. Dan semuanya adalah leaded gasoline (Mengandung Timbal yang sangat tinggi).

Dengan kemajuan automotif di dunia, khususnya perusahaan dari Jepang, dimana penerapan menuju teknologi mesin bensin yang Green, atau ramah lingkungan, serta penertapan fuel injection system. Meninggalkan system karborator dan pembuangan langsung (knalpot).

Coba saja anda melihat kendaraan2 yang di produksi sejak awal 1998 di pasarkan di Indonesia, dimana disetiap penutup mesinnya tertulis EFI singkatan dari Electronic Fuel Injection. Untuk bagian pembuangan atau knalpotnya, ada bentuk yang agak aneh seperti gelondongan, di sebut catalytic converters jadi polusi suara, dan gas dapat ditekan.

Oleh karena itu sesuai dengan komitmen Pertamina sebagai perusahaan yang menginvestasi pendaya gunaan ahli2 asli orang Indonesia, dan tanggung jawab terhadap lingkungan, Pertamina mengeluarkan beberapa produk yang bebas timbal, yang menggantikan produk2 lamanya.

Kini Pertamina memasarkan Premium, Pertamax, Pertamax Plus yang unleaded atau bebas timbal. Mengenai komposisinya menjadi 88, 92, dan 95 oktannya.

Hampir semua kendaraan yang terbaru dipasarkan di Indonesia, harus diisi dengan oktan yang tinggi. Untuk itu diperkirakan dalam waktu 25 tahun yang akan datang, lebih dari 75% kendaraan2 masih menggunakan bensin sebagai bahan bakar penggeraknya.

Dengan projeksi pembangunan infrastruktur, dan peningkatan penghasilan, pertumbuhan penduduk, serta ekonomi sedemikian pesatnya.

Pertamina diharapkan untuk terus membangun infrastruktur, dan distribusi bensin. Menurut saya, idealnya adalah 5000 pemilik kendaraan, motor dan mobil harus memiliki satu Pompa Bensin.

Jika kita melihat prospeknya Pertamina memiliki banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.

Kembali ke pertanyaan yang terakhir, Apa gunannya Pertamax adalah clean, reliable dan green.

Salam Pertamina Membangun Indonesia

Jack Soetopo

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Santri dan Pemuda Gereja Produksi Film …

Purnawan Kristanto | | 22 October 2014 | 23:35

Kontroversi Pertama Presiden Jokowi dan …

Zulfikar Akbar | | 23 October 2014 | 02:00

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Lilin Kompasiana …

Rahab Ganendra | | 22 October 2014 | 20:31

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 2 jam lalu

Jokowi, Dengarkan Nasehat Fahri Hamzah! …

Adi Supriadi | 8 jam lalu

Ketika Ruhut Meng-Kick Kwik …

Ali Mustahib Elyas | 12 jam lalu

Antrian di Serobot, Piye Perasaanmu Jal? …

Goezfadli | 12 jam lalu

Mengapa Saya Berkolaborasi Puisi …

Dinda Pertiwi | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Tetap Semangat Saat Melakukan Perjalanan …

Vikram - | 7 jam lalu

Cas, Cis, Cus Inggris-Ria, Pedagang Asong di …

Imam Muhayat | 7 jam lalu

Libatkan KPK Strategi Jokowi Tolak Titipan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Aku dan Siswaku …

Triniel Hapsari | 8 jam lalu

Menulis Puisi Cinta untuk …

Dewi Pagi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: