Back to Kompasiana
Artikel

Otomotif

Simpel, Meski Harus Ganti Accu Mobil Di Puncak Gedung

REP | 08 March 2013 | 16:19 Dibaca: 419   Komentar: 0   2

Keenakan pakai mobil, kadang membuat kita lupa waktu.

Maksudku :  lupa waktu . . . . . nya isi bbm, lupa waktu. . . . . . nya ganti oli, lupa waktu. . . . . .nya  ganti  accu (aki). Nah yang kukisahkan kali ini  adalah episode yang lupa waktu nya ganti accu.

Beberapa waktu lalu, selesai urusan di salah satu pusat grosir, mobil sulit  distart : cekekek, . . . .  cekekek, . . . . cekekek mesin ogah nyala, sepertinya Accu sudah kekurangan daya untuk menendang dinamo starternya. Makin dipaksa, accu makin tak berdaya. Letoy beibeh . . . . . . . . . .

Benar saja,  di accu terbaca tanggal pembelian accu,  ketahuan  bahwa umur  accu mobil ini sudah lebih dari dua tahun , sudah terlalu  tua untuk ukuran umur pakai accu.

Bermaksud mau minta tolong dorong tukang parkir,  di pusat grosir macam ini, tidak mudah karena tukang parkir  sangat sibuk menata/mengatur mobil yang keluar masuk di area parkir.

Lebih lagi, waktu itu aku parkir di top floor, areanya sempit dan mobil yang parkir untel2-an berjubel sekali. Hand rem mobil harus off, gigi persneling harus nol, agar mobil dapat di geser maju mundur sesuai kebutuhan oleh tukang parkir.

Waduh, tak ada solusi lain selain secepatnya harus ganti Accu nih. Padahal di  pusat grosir yang berisi ribuan penjual ini  tidak satupun yang jual accu. Jadinya dari puncak gedung itu ku telepon satu persatu  toko alat2 mobil yang kukenal. Karena mobil Eropah, vintage pula,  type accu nya eksklusif  jarang ada yang jual. Hasilnya, kebanyakan jawaban toko2 itu type accunya tidak ada, kalaupun accunya ada mereka rata2 tidak mau mengirim di tempat mobilku mogok. “Sudah sore pak, besok saja . . . . . . .” ngawur, masak mobil harus nginep disini, kan kasihan mobilku bisa kedinginan di puncak gedung begini (maap lebay). Qi qi q i q i

Alhamdulillah, akhirnya dapat juga, di satu toko “waralaba”  (yang khusus jualan Accu dan oli), accu nya ada dan  bersedia mengirim pula. Bahkan Accu bekasnya dia beli dinilai 10%  harga accu barunya,  jadi transaksi nya  tukar tambah. Meski toko waralaba yang kutelepon ini ternyata lokasinya jauh dari tempatku parkir, mereka rupanya berkoordinasi dengan jaringan toko  yang berada paling dekat dengan pusat grosir itu. Jadi pengirimannya tidak ada masalah.

Lumayan cepat, 30menit sejak kutelepon, accu pesananku datang, masih disegel didalam doos. Accu diisi cairan lalu dipasang dan  di test. Greng . . . . . . . . sekali kontak, mesin mobil nyala.  legaaaaaa tentu saja. Aku bayar seharga accu baru minus harga accu bekas ku. Accu baru bergaransi 6 bulan plus gratis check accu rutin bulanan selama setahun. Lumayan juga servisnya. Petugas toko  (dua orang berseragam) keduanya ramah, dan tidak mau menerima uang tip sekedar tanda terima kasih yang kusodorkan. Jadi kesimpulanku recommended lah pokoke.

Itulah sekedar bagi pengalaman, bahwa sekarang dimanapun  kita memungkinkan  mendapatkan solusi tentang kerusakan mobil kita. Dan semoga akan lebih banyak lagi para pengusaha penjualan dan jasa bisa meniru cara-cara  ”memeuaskan pelanggan” dari waralaba satu ini.

Tetapi, meski “toko waralaba” itu menurutku : recommended, rasanya kok ga enak juga euy mau nyebut namanya disini, kawatir disangka “ada afa2″ gicu.

Tags: accu mobil mogok

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 18 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 20 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 21 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 22 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 23 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: