Back to Kompasiana
Artikel

Otomotif

Firman Hadi

Tukang jual kecap keliling secara freelance di berbagai terminal

Test Drive, Sebuah Deskripsi Tentang “Rasa”

OPINI | 23 August 2013 | 01:52 Dibaca: 208   Komentar: 0   0

13771970011295072226

“Selamat, anda terpilih untuk mengikuti test drive Chevrolet Spin”, begitulah pesan yang tertulis yang dikirim oleh “edm.Kompas.com”, pada tanggal 20 Agustus 2013.

Dalam pikiran saya, apakah Kompas tidak salah pilih orang dengan menyertakan saya dalam kegiatan yang menurut keterangan di dalam email akan dilakukan di Taman Wisata Mekarsari, Bogor pada pertengahan September 2013.

Semula saya tidak tertarik dengan pesan tersebut dan cenderung mengabaikannya, karena menganggap saya bukanlah orang yang tepat untuk hal itu. Saya mengukur diri kapasitas saya untuk ikut test drive.

Terkait “test drive” pastilah hendak menjaring pendapat tentang “rasa” mengemudikan Chevrolet Spin dari pengendara. Dalam hati saya bertanya sendiri, informasi darimana pihak “edm.kompas.com” tahu bahwa saya bisa mengenderai mobil.

Punya mobil juga tidak pernah, apalagi “update” informasi dunia “permobilan” juga jarang saya lakukan. Bagaimana mau test drive, untuk mengendarai mobil saja saya belum bisa!.  Ditambah lagi jarak Banda Aceh – Bogor, juga butuh dana yang lumayan.

Namun kali ke berikut saya membuka email, pesan itu kembali saya baca seksama dan coba pahami lebih dalam. Muncul pikiran mungkin ada baiknya jika saya menindaklanjuti isi pesan tersebut, Kompas dan Chevrolet Indonesia mengundang 30 kompasioner mengirimkan “tulisan”.  Hal yang sangat memungkinkan saya lakukan adalah memenuhi undangan tersebut, karena undangan adalah penghormatan.

Walau tema tulisan yang telah ditentukan, tidak begitu cocok bagi saya yang tidak bisa mengemudikan mobil, yakni “Mengapa saya layak ikut test Drive Chevrolet Spin”. Namun saya coba mengulasnya dari sudut pandang saya yang minim bahkan tidak pernah sama sekali dalam “Drive a Car”.

Melihat dari tema, sudah jelas tergambarkan bahwa ulasan yang ditulis haruslah “sense” dari orang-orang yang bisa mengemudikan mobil.

Tapi biarlah, dalam tulisan ini saya akan coba membayangkan bahwa saya adalah orang sudah sangat expert tentang dunia permobilan dan orang yang menikmati setiap rasa dalam mengemudikan sebuah kenderaan yang bernama “mobil” dalam tiap jenisnya. Saya rasa saya sangat siap untuk itu.

Ada hal yang tampaknya bisa membantu saya, menghayalkan saya sebagai seseorang yang sangat suka dunia mobil dan punya sedikit pengetahuan tentang dunia mobil. Dengan tidak sengaja sering menonton acara otomotif “TOP GEAR” di BBC Knowledge, yang sering saya lakukan di kala waktu senggang.

Ulusan-ulasan dalam “show” tersebut sangat menarik dan atraktif. Sehingga wawasan dan pengetahuan tentang “rasa” dari mengendarai mobil yang banyak tergambarkan pada acara tersebut, sangat berpengaruh dalam menambah nuansa pengetahuan dalam dunia permobilan.

Acara yang dipandu oleh “trio Host” yang humoris, berpengalaman dan terkenal di Inggris tersebut, bisa dikatakan “show” yang menjadi rujukan bagi mereka-mereka yang suka koleksi mobil, termasuk golongan mobil mewah atau “supercar”.

Terlepas referensi dari dunia mobil yang saya tonton itu, rasanya “mustahil” untuk saya beli dalam watu 10 tahun akan datang. Acara yang dipandu oleh Jeremy Clarskson, Richard Hammond dan James Mey ini, hiburan sangat unik, menarik dan atraktif serta cocok bagi segala umur.

Saat menyaksikan acara tersebut, kita terbawa dengan suasana yang mereka lakukan. Dengan gaya santai, dengan deskripsi yang jelas dan penilaian yang lugas tentang sebuah jenis mobil, seolah-olah mengajak bisa merasakan apa yang mereka rasakan ketika melakukan “test drive”.

Serta, ketika menonton show tersebut,bagi saya yang belum bisa mengendarai mobil seolah-olah dalam angan bisa mengedarai mobil. Sehingga memunculkan semangat untuk suatu saat nanti memiliki mobil sendiri, bahkan jika bisa tidak hanya gonta-ganti mobil tetapi koleksi mobil. Itulah angan saya ketika menonton acara show itu.

Memunculkan dalam pikiran saya saat ini, belajar mengendarai mobil adalah prioritas dalam waktu dekat, sebelum punya mobil sendiri. Disisi lain pengalaman rasa mengendarai mobil, sudah pernah saya rasakan saat menonton acara “TOP GEAR”.

Salah satu point diantara Top point yang bisa dipetik dari acara show televisi dari Inggris itu, bahwa deskrispi tentang apa yang mereka rasakan dan penilaian tentang suatu jenis mobil sangat mudah dicerna dan tergambar jelas.

Acara ini selain menghibur juga memberi wawasan. Tidak terasa menoton ketika menyampaikan tentang spesifikasi pada suatu jenis mobil, walau memang informasi itu langsung bisa diakses oleh calon konsumen dari internet. Tetapi “TOP Gear” juga menyampaikan soal “Rasa” dari mengemudi, dari percobaan mengemudikan mobil pada medan tertentu dengan jenis mobil yang beragam.

Dalam kontek “test drive” Chevrolet Spin yang sedang disayembarakan ini, saya berkeyakinan ini merupakan bagian kegiatan promosi untuk meningkatan angka penjualan. Test drive menjadi penting untuk mendapatkan tanggapan dan penilaian dari orang-orang yang mengemudikannya.

Promosi dalam skema “test drive” menurut sebagian pakar pemasaran sangat efektif dalam marangkul jumlah konsumen. Komentar dan pengambaran yang tepat dari pelaku test drive, bisa mempengaruhi orang atau calon konsumen untuk lebih mengenal produk tersebut. Agar berfikir mencoba. Setelah mencoba, bisa jadi setelah itu membeli. Peluang menjadi meningkat.

Menjadi lebih penting lagi, menjaring peserta atau orang yang tepat untuk “test drive” tersebut, patut menjadi perhatian. Test drive, bisa menjadi hambar, jika diikuti oleh orang-orang yang hanya mendeskripsikan kata-kata “mantap, mantap dan mantap” itu-itu saja seraya melebarkan senyum. Sehingga orang lain (calon konsumen) tidak bisa menerjemahkan bagaimana rasa saat mengendarai sebuah mobil yang digunakan pada test drive tersebut.

Orang yang tepat dalam kegiatan “test drive”, menurut pemikiran saya, jika mengacu pada acara “TOP Gear” yang sangat terkenal itu, mereka haruslah orang bisa mendeskrisikan rasa dan penilaian komprehensif dalam kalimat yang sederhana yang mudah dipahami. Yang bisa mempengaruhi pemikiran dan menularkan semangat untuk memiliki sebuah “Chevrolet Spin”.

Nah, menurut hemat saya, hal begilah yang layak untuk dilakukan pada test Drive. Memilih orang yang tepat untuk melakukannya. Karena “rasa” bisa dibagi dalam kata-kata pada kalimat. Serta “Kalimat” yang jelas bisa mempengaruhi opini.

Serta, saya pribadi me”rasa” sangat yakin bisa dan punya kapasitas untuk melakukannya. Karena menurut teman saya, belajar mengemudikan mobil itu mudah, tidak seperti kamu belajar mengenderai sepeda motor. So, ini mungkin jalannya bagi saya menuju sebuah mobil.

Namun, walau tidak lulus seleksi ikut test drive,  ataupun tidak boleh menjadi pendamping pengemudi untuk mengemukan ulasan dari sudut pandang penumpang, itu juga tidak apa-apa.  Setidaknya saya bisa berkontribusi pada lomba, jika masuk nominasi lomba adalah nilai lebih.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Sedekah Berita ala Jurnalis Warga …

Siwi Sang | | 24 October 2014 | 15:34

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 6 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 7 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 9 jam lalu

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Batuk Efektif …

Kaminah Minah | 8 jam lalu

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 8 jam lalu

Komunitas, Wiramuda dan Pemuda Muhammadiyah …

Kang Nanang | 8 jam lalu

Tanya Jawab ala Toni Blank …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Kesan dan Pesan Selama Belajar Sosiologi …

Yolanda 16 | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: