Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Mudasir Syarifuddin

Saya orang biasa, nggak punya biographi yang menarik untuk dituliskan di Kompasiana. Karenanya tulisan saya selengkapnya

Cara Aman Menggunakan Kompor Gas

OPINI | 20 July 2010 | 02:09 Dibaca: 1880   Komentar: 2   1

Komponen utama yang sebagai sumber bahan bakar dari kompor gas adalah tabung gas yang berupa tangki seperti gambar di atas. Tangki kompor gas diproduksi dan diisi gas elpiji oleh Pertamina. Untuk ukuran klas rumah tangga volumenya ada yang 12 kg (besar), dan 3 kg (kecil). Dari sinilah sumber dari kecelakaan kompor gas bisa terjadi, karena gas elpiji sangat sensitif terhadap api. Untuk itu perlu kehati-hatian.

Cara menangani keamanan pada tangki/tabung gas elpiji

Kalau anda membeli tabung/tangki gas elpiji yang harus anda lakukan adalah sebabagai berikut :

1. Pilih tangki/tabung yang bagus, tidak cacat. Hindari tabung yang karatan dsb.

2. Periksa segel dalam kondi baik.

Periksa tangki/tabung gas bocor apa tidak?

Untuk mengetahui kebocoran dapat dilakukan :

1. Pasang penciuman anda apakah ada bau gas? Kalau ada dapat dipastikan tabung gas anda bocor.

2. Benamkan tabung gas kedalam air, ada muncul gelembung-gelembung (prupus-prupus), itu tanda tabung gas bocor.

Kalau yang tersebut terjadi segera tukar/kembalilkan tabung gas kepada penjualnya.

Regulator Kompor gas

regmeter

Komponen utama kedua adalah regulator yang berfungsi sebagai kran atau katup pengatur buka-tutup gas. Regulator ini dipasang  ke pala tabung gas. Kadangkala memasang komponen regulator itu gampang - gampang susah. Terkadang regulator suka berdesis. Regulator diam  ttapi kompor dinyalakan tidak mau.

Di regulator ini juga dapat menyebabkan masalah dan bisa saja menimbulkan sebab terjadinya kecelakaan.  Bagaimana cara mengamankan regulator? Baca kembali blog saya yang akan datang tentang Cara memasang regulator kompor gas ke tabung LPG yang benar. dan aman.

Slang kompor gas

slang

Slang kompor gas kondisinya harus bagus

Slang kompor gas komponen penting juga, karena melalui slang ini gas disalurkan dari tabung ke kompor gas. Slang harus dipasang dengan baik. di ujung pangkalnya harus diklem agar benar-benar rapat untuk menjamin tidak terjadi kebocoran.

Pasang klem di ujung-pangkal slang. Satu di output/keluaran regulator, dan satu di input/masukan dari kompor gas. Klem berfungsi sebagai pengencang ikatan pada output regulator dan input kompor gas.

Yang terakhir adalah Kompor gas

kompormahalkompor1kompor2

Kompor gas adalah peralatan utama yang akan digunakan untuk memasak dengan bahan bakar gas elpiji. Kompor gas ada yang portabel, biasa memakai gas kalengan dan digunakan sebagai pemanas sop.

penjepit

Kami juga ada pengaman regulator berupa jepitan pengencang agar regulator benar-benar trep pada kepala tabung.

Semoga blog saya bermanfaat buat kita semua. Anda dapat membagikan tulisan saya kepada siapapun untuk kepentingan umum/sosialisasi.

Selamat mencoba, dijamin aman insya Allah.

Ada masalah dengan kompor gas anda? Hubungi saya untuk konsultasi gratis 100% free.


Tags: kompor gas

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 5 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 13 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 13 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 13 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: