
Founder & CEO DapurBuku.com (layanan self publishing) | Founder SekolahMenulisOnline.com & PenulisLepas.com | Penulis buku "Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat" dan "Menerbitkan Buku Itu Gampang!" | Trainer kepenulisan di sejumlah kota | Penerima penghargaan Super Blog (juara tahunan) di ajang "Internet Sehat Blog Award 2009" | Blog pribadi: www.jonru.net | Twitter: @jonru
Dibaca: 752
Komentar: 8
3 dari 4 Kompasianer menilai Menarik
Jumat 17 September 2010 lalu, saya mendapat SMS dari seorang teman yang bernama Juli Jajuli. Kami dulu sama-sama aktif di sebuah komunitas blogger yang bernama Indonesian Muslim Blogger alias IMB (Hm.. belakangan IMB malah jadi singkatan nama sebuah acara pencarian bakat di Trans TV, hehehe…..)
Mas Jajuli ini bertanya, apa saya ada waktu untuk keperluan sebuah liputan?
Membaca SMS itu, saya langsung berpikir bahwa dia akan mewancarai saya untuk dimuat di majalah mana gitu :)
Tapi ternyata bukan.
Dia mengundang saya untuk mengunjungi perusahaannya yang bernama PT Dahana.
Saya tidak langsung mengiyakan. Yang pertama kali saya lakukan adalah searching di Google, mencari tahu tentang PT Dahana itu.
Dan betapa kagetnya saya ketika menemukan fakta: PT Dahana adalah sebuah perusahaan pembuat bahan peledak!!!
“Perusahaan bahan peledak??? Duh, masa teman saya bekerja di tempat seperti ini? Perusahaan ilegal-kah ini? Sarang teroris? Berbahaya bagi masyarakat?”
Berbagai prasangka negatif dan menyeramkan pun langsung singgah di pikiran saya.
Tapi berita baiknya, saya segera menepis prasangka itu. Apalagi orang yang mengundang saya adalah seorang sahabat yang sudah saya kenal sejak lama.
“Kalau perusahaannya ini illegal dan membahayakan masyarakat, tak mungkin dia terang-terangan mengundang saya. Tak mungkin pula mereka membuat website di www.dahana.com yang bisa dilihat oleh siapa saja di seluruh dunia.
Maka, dengan berbekal rasa penasaran, memanfaatkan peluang yang bagus (apalagi setelah saya tahu, ada wartawan dari Bisnis Indonesia yang juga diundang), saya pun menyetujui undangan tersebut.
Sekadar info, saya diundang dalam kapasitas sebagai seorang blogger. Undangan ini terus terang membuat saya merasa tersanjung. Sebab ini menjadi bukti bahwa keberadaan para blogger makin diperhitungkan di tengah masyarakat. Blogger ternyata bisa disejajarkan dengan wartawan. Sebab saya diundang bersama seorang wartawan dari sebuah media besar berskala nasional.
Nah, Senin pagi (20 September 2010) jam 05.30 WIB, saya sudah dijemput ke rumah oleh seorang sopir bernama Pak Irwan. Lalu kami ke Ciracas untuk menjemput Mas Rudi Ariffianto dari harian Bisnis Indonesia.
Dari Jakarta, mobil yang kami tumpangi meluncur ke Subang. Di sini terdapat lahan milik PT Dahana seluas 60 hektar (6 hektar di antaranya sudah dihibahkan kepada masyarakat). Di tengahnya terdapat sebuah kawasan yang disebut Danger Area I.
Untuk masuk ke dalam Danger Area I ini, pengawasan super ketat.
Pintu Gerbang Danger Area I di PT Dahana Subang
Di dalamnya ada gudang berikat, juga pabrik pembuatan bahan peledak non elektrk alias nonel.
Nah di tempat ini ada pemandangan unik. Bangunan dibuat seperti gerbong. Dari luar terlihat jelek, tapi di dalamnya ada ruang kantor, dapur, mushalla hingga toilet. Dan pakai AC pula, sehingga suasana sangat sejuk.
Gerbong ini dipakai buat kantor lho (lokasi pabrik non elektrik atawa nonel di PT Dahana)
Di sinilah, saya sempat melihat langsung peralatan-peralatan dan tempat utk membuat bahan peledak nonel.
Untuk masuk ke area produksi, kita harus menonaktifkan ponsel dan berpakaian khusus seperti berikut ini.
Ki-ka: Mas Rudi dr Bisnis Indonesia, saya , Pak Titan (manajer Nonel dr PT Dahana)
Dan sebelum masuk ke dalam gerbong yang berisi tempat pembuatan bahan peledak, kita harus menyentuhkan telapak tangan ke sebuah alat yg berfungsi untuk mengetes tingkat konduktivitas tubuh kita; apakah termasuk aman atau tidak untuk masuk ke dalam gerbong.
Nah….
Ketika saya mengetes, ternyata tubuh saya dianggap tidak aman. Duh!
Untungnya, solusinya gampang banget. Saya diminta melepas sepatu. Setelah itu alhamdulillah sudah aman.
Ternyata, ada sepatu yang aman dari segi konduktivitas, ada juga yang tidak aman. Sepatu saya ternyata termasuk yang tidak aman. Hm… saya baru tahu soal ini.
* * *
Setelah berkunjung ke sana, saya pun baru tahu, ternyata PT Dahana termasuk salah satu cikal bakal industri di Indonesia. Awalnya, mereka didirikan oleh TNI. Tapi kini sudah menjadi perusahaan persero.
Jangan salah sangka!
PT Dahana ini bukan perusahaan milik teroris, bukan perusahaan yang membahayakan masyarakat. Hehehe… Sama sekali bukan!
Bila penasaran, Anda bisa berkunjung ke website mereka di www.dahana.com. Jangan khawatir, tak akan ada ledakan apapun di website ini, kecuali ledakan jumlah pengunjung setelah tulisan ini dibuat, hehehehe.. :-D
Anda bisa membaca profil perusahaan ini di website mereka. Atau silahkan baca pula di Wikipedia.
Dalam bahasa yang sederhana, PT Dahana menyediakan bahan peledak untuk keperluan komersial dan militer.
Kalau untuk militer sih, tentu Anda sudah paham kan? Tak perlu saya jelaskan :)
Tapi untuk komersil, maksudnya gimana?
Begini:
Di Indonesia kan banyak perusahaan pertambangan. Dalam melakukan penambangan, mereka sering perlu meledakkan tanah untuk keperluan eksplorasi. Atau, mereka juga sering harus membolongi pipa baja yang sangat keras, dan hasil bolongannya ini bisa dialiri minyak. Nah, untuk membolongi inilah diperlukan bahan peledak. Sebab kalau pakai alat biasa, hm… dijami susah banget!
Tapi bukan hanya perusahaan pertambangan yang butuh bahan peledak. Ada juga perusahaan migas, dan seterusnya.
Karena bahan peledak merupakan sesuatu yang sangat berbahaya, maka proses jual belinya pun dipenuhi oleh berbagai macam regulasi.
Ini saya kutipkan ya, dari company profile mereka:
Pembelian bahan peledak hanya dapat dilayani apabila konsumen memiliki Surat Izin Pembelian dan Penggunaan (SI-P2) yang dikeluarkan oleh Kapolri dan berlaku untuk 6 (enam) bulan dan hanya diberikan kepada konsumen yang sudah memiliki Surat Izin Pemilikan, Penguasaan dan Penyimpanan bahan peledak (SI-P3) yang juga dikeluarkan oleh Kapolri).
Bukan hanya pembelian. Untuk pengiriman dan penyerahan barang pun diperlukan prosedur yang sangat ketat, dan harus dikawal oleh polisi. Bila ternyata setelah ditimbang, jumlah kg bahan peledak yang terkirim tidak sesuai dengan yang tertulis, maka petugas yang melakukan pengiriman bisa dimasukkan ke penjara!
Sekadar info:
Saat ini di Indonesia, terdapat sekitar 6 perusaan yang bergerak di bidang penyediaan bahan peledak ini. Perusahaan lainnya yang cukup terkenal adalah PT Pindad di Bandung.
Tapi berdasarkan keterangan dari Humas PT Dahana, mereka inilah yang cakupan usahanya paling komplit. Singkat cerita, yang terbaik gitu deh. Perusahaan lainnya, ada yang cuma “pasang bendara”, lalu bahan baku diimpor dari sana sini, lalu diakui sebagai produksi dalam negeri. Hehehe… :)
Tapi mungkin karena masalah politik, publikasi dan seterusnya, nama PT Dahana tenggelam, tidak banyak masyarakat kita yang tahu.
Saya saja misalnya, baru tahu tentang PT Dahana setelah diundang langsung oleh mereka.
Dan saya tidak sendiri. Ketika bertanya pada teman-teman di Facebook, hampir semua mereka memberikan asosiasi yang negatif terhadap istilah “perusahaan bahan peledak”.
Anda bisa menyimak pendapat mereka di bagian bawah artikel ini.
Dan….
Untuk sementara sekian dulu. Insya Allah nanti saya akan lanjut lagi dengan tulisan berikutnya. Termasuk pengalaman saya ketika melihat ada bahan peledak yang mirip dodol, ketika ada seorang pria yang membawa bahan peledak pakai sepeda mini, dan seterusnya. Hehehe…..
Lucu-lucu deh.
Sampai jumpa lagi. Dduuuarrrr!!!
Menakutkan dan menyeramkan, dalam artian ketakutan krn menyangkut nyawa semua mahluk di dunia, mungkin bahan saja sangat berbahaya untuk kesehatan apa lg peledak yg telah jadi, masyaallah. (Latifah Hizboel)Bau bubuk mesiu :) (Wildan Taufiq Baasir)
untuk apa bahan peledak?klo itu mmbahayakn masyarakat luas,sprti petasan,lbh baik dicabut ijin operasinya.. Kcuali utk meledakkn gedung yg akn dibangun kmbali sprti di luar negeri-yg prnah sy lht di tv-hehe.. (Akh Kemal)
PT. Ancur lebur (Asep ‘Puyak’ Putra)
gara2 perusahaan bahan peledak banyak kejadian2 deh, apa niatan hati mereka, tuhan membalas sesuai dgn niat mereka (Andy Ananda)
Maaf ya Mas Jonru..
Kata teman saya : Pamela Anderson
Tp klo menurut sy pribadi,
Perusahaan Bahan Peledak identik dgn : Perusahaan Pembuat Bahan LPG 3 Kg.. Hehe.. Piizzzz… ‘_’v (Ayu Paramita)Perusahaan bahan peledak? Emang ada ya? (Indah Novita Dewi)
perusahaan yang tugasnya membuat suatu barang yang mamapu memberikan daya ledak, namun juga masih mengindahkan keselamatan atau tingkat ledakan agar tidak terlalu memiliki daya ledak berlebih (Echo Ghezy Bardickyantckhov)
yang pastinya berbahaya bang jonru, setiap jengkal tempat pastinya dalam pengawasan ekstra, memacu jantung lebih cepat, karna setiap saat bisa terjadi ledakan, hidup dan mati bagaikan garis tipis hehehe (Adi Jeruk)
Pertambangan, militer dan teroris :D (Asep Ginanjar)
tempat membuat masyarakat menjadi sengsara karena perang :) (Yusuf Sulaiman)
jd lgsg terpikir terorist pak. Hehehehe. Asosiasi katanya lgsg mengacu ke situ. (Laili Fitria)
kesannya menyeramkan. yang terbayang ledakan dahsyat dengan nasib korban memilukan. Cenderung fobia deh kalo diajak berkunjung ke temapt tsb …. (Firmanawaty Sutan)
bisnis yang menguntungkan asal dijalankan dengan baik. Penghargaan untuk intelektual yang paling terkenal di dunia saat ini, Nobel, diprakarsai oleh pemilik perusahaan pembuat bahan peledak sekaligus pioneer penggunaan bahan peledak untuk pertambangan (sehingga sangat memudahkan proses penambangan), Alfred Nobel. (Tunjung Utomo) <<<==== Nah, ini dia pendapat yang bagus banget. Pak Tunjung sepertinya sudah banyak tahu soal seluk beluk perusahaan bahan peledak ya?
seram (Sofia La Estrella)
Ingat pindad bang, industri strategis yg sdg mencari jati diri… (Darma Wijaya)
Penjagaan superketat,ptgas bersnjata dmana mana..dan tntux pngunjung tdk bleh mcam2,..wkwkwk (Mustika Sari)
berguna di tangan yg tepat,berbahaya di tangan yg salah (Ria Andasasmita)
eemmm… Perusahan Bahan Peledak yah..
menurutku : Perusahaan yang membantu kepada perusahaan lain seperti Pertambangan Batu Bara yang membutuhkan Blasting untuk menghancurkan medan bumi yang akan di Gali. Tanpa ada Jasa dari perusahaan Peledak Resmi itu pun merupakan kendala.namun perusahaan-perusahaan peledak harus resmi dari pemerintah dan diketahui tujuan jelasnya, serta jika mengeluarkan bahan2 jangan ceroboh sehingga jatuh ketangan yang tidak bertanggung jawab. akan tetapi bagi perusahaan peledak ilegal (mungkin bila ada) , wah itu bisa berbahaya sekali. tp setahu saya Perusahaan Peledak semua resmi sih, hanya jika terjadi peledakan-peledakan pada tenpat-tempat yang tidak sewajarnya itu hanya ulah manusia jahat yang merakit Peledak itu. (Sandy Prayoga) <<<==== Nah, ini juga pendapat yang bagus banget. Sama seperti Pak Tunjung Utomo.