Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Nurrahman18

mahasiswa di jogja. daripada ide2 penelitian ini sia2, maka saya tulis saja di kompasiana :) www.arifnurrahman.com selengkapnya

Display Bangku Kosong di Bioskop

OPINI | 23 October 2010 | 02:30 Dibaca: 351   Komentar: 2   2

Terkadang, seseorang yang hendak menonton bisokop akan bertanya sesekali kepada penjaga atau petugas parkir tentang film yang akan ditayangkan hari itu. Petugas parkir itu pun bukan menjawab dengan hafalan. Tetapi dengan dasar jadwal tayang film di sebuah harian atau koran lokal. Kemudian, setelah menentukan film yang akan ditonton maka antri membeli tiket. Tak jarang jikalau weekend atau ada premiere film maka ruang antri tiket akan membludak. Jikapun antri, maka orang tidak bisa melihat bagaimana posisi bangku di film yang hendak ditonton saat itu juga. Yang ada hanya menebak-nebak atau jika ada salah seorang teman yang antri sebelumnya maka bisa bertanya apakah film yang dikehendaki ditonton masih ada bangku kosong atau tidak.

Jika pun sudah giliran antri berakhir dan kebetulan bangku di film yang diinginkan masih ada maka itu adalah keberuntungan tersendiri. Tetapi bagaimana jika tidak? Nah, tentu sudah menjadi hal biasa maka seseorang akan menimbang-nimbang apakah akan tetap membeli tiket untuk nonton film yang sama hari itu pada jam berikutnya. Atau ganti judul film yang diinginkan pada jam yang sama maupun jam berikutnya. Atau ngambek tak jadi nonton dan bisa jadi karena ada alasan lain. Nah, yang sering terjadi adalah seseorang yang sudah terlanjur antri maka akan lebih memutuskan untuk membeli tiket nonton film. Baik film lain pada jam yang sama, atau film yang sama pada jam berikutnya. Itulah mengapa menurut saya, di depan ruang antri tiket bisokop tidak ada display komputer mengenai status bangku kosong dalam jadwal film yang akan ditayangkan hari itu. Maksudnya, akan menjadi keuntungan tersendiri bagi pemilik bisokop supaya seseorang tetap membeli tiket, karena mungkin akan berpikir sudah capek antri atau sudah jauh-jauh disempatkan ke bioskop kok malah tidak jadi beli tiket buat nonton film. Sayang sekali tenaga dan waktunya. Dan seolah menjadi showw off dan keuntungan lain jika ruang antri tiket bioskop itu ramai. Maksudnya itu akan menjadi satu pertanda bahwa bioskop tersebut cukup ramai dan digemari. Sekaligus supaya untuk melariskan para penjaja makanan. Itulah juga menurut saya sebuah alasan mengapa manajemen atau pihak pemilik bioskop enggan untuk menggunakan opsi untuk menambah server antrian agar peluang antri terlalu lama tidak terjadi. Padahal ilmu sistem antrian banyak dipelajari, dan seharusnya sudah tidak asing bagi mereka yang kuliah riset operasi seperti di jurusan manajemen, atau teknik industri.

Kembali lagi ke masalah display bangku kosong di ruang antri tiket nonton bioskop. Padahal, menurut saya lagi, pembuatan dispay komputer tentang status bangku kosong dan bangku isi pada film yang hendak ditayangkan cukup mudah. Karena status itu sudah terkomputerisasi. Tinggal menyambungkan ke layar. Jadi bisa ditambahkan layar tambahan untuk itu. Tentu dengan sedikit biaya tambahan (untuk layar monitor dan program komputer tambahan seperti persis yang ada di komputer operator server antrian tiket) yang menurut saya dari segi analisa cost cukup murah dibandingkan dengan kemanfaatan yang akan dihasilkan. Semoga sedikit cerita ini bisa bermanfaat. Atau barangkali bisa menjadi usulan penelitian. *terinspirasi dari sebuah bioskop di kota Gudeg, bioskop yang bukan berada di bangunan Mall :)*

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 8 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 14 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 15 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 16 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Pengumuman Kabinet, di Istana Atau Dimana? …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Dilan dan Milea: Kisah Manis ABG ala Tahun …

Nurussakinah | 9 jam lalu

Nora Samosir, Bintang Indonesia Bersinar di …

Adi Supriadi | 9 jam lalu

Preman …

Bhre | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: