Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Dian Romadhoni

Let's get the action but it's must have a great plan!

Jika Kartu ATM “Tertelan” Mesin ATM

REP | 13 October 2011 | 13:22 Dibaca: 13574   Komentar: 12   2

Keberadaan Mesin ATM memang sangat memudahkan masyarakat dalam hal menarik uang secara tunai. Tinggal memasukkan kartu ATM kedalam mesin, lalu pencet beberapa tombol, tak berapa lama kemudian tet..tet.tet.. keluarlah beberapa lembar Uang. Tapi, bagaimana jika Kartu ATM yang telah masuk ke mesin ATM tidak bisa dikeluarkan.

Mesin ATM dan kartu ATM

Mesin ATM dan kartu ATM

(Gambar dari http://news.okezone.com/read/2010/01/23/340/297023/cek-skimmer-polisi-temukan-kartu-atm-tertelan)

Seperti pengalaman siang tadi, pertama kalinya saya mengalami kejadian “Kartu ATM ‘ketelen’ mesin ATM”.  (diwarnai dengan deg-degan tingkat puncak hehe..).

Keadaan Siang yang panas dengan perut yang keroncongan namun isi dompet kosong membuat saya berjalan menuju Mesin ATM di dekat kampus. Mau apa? ya mau mengambil Uang (hehe). Seperti hari-hari lalu, cara ini memang gampang dan cepat. Tapi, entah kenapa siang tadi ada perasaan gak enak datang menggelayuti.

Setelah berjala kira-kira 15 menit, akhirnya sampai juga di lokasi ATM. saya pun mengambil antri di belakang teman saya yang kebetulan juga sedang mengambil uang. Sssstt…giliran dia mengambil uang, cepat dan berjalan lancar. Lalu, giliran saya tiba. Kartu saya masukkan perlahan. eits..loh kok..loh kok..kartunya udah masuk tapi kok mesin malah muncul tulisan “Maaf Mesin sedang mengalami gangguan..”…Weleh..ada apa ini. (deg degan tingkat tinggi).

Berhubung ini adalah pengalaman pertama saya, saya pun terlihat sedikit panik (Sebenarnya sangat panik loh..mengingat pulsa telepon saya habis, dan buku tabungan saya berada jauh di kota lain). lalu saya mencoba mengutak atik, pencet tombol cancel eh kok tetep gak jalan ya mesinnya. Ya sudah, saya pun mengirim sms kepada teman saya untuk segera datang membantu.

Saat itu saya benar-benar deg-degan. Siang yang panas, perut keroncongan, dan saya juga baru ingat kalau buku tabungan saya jauh berada di luar kota (maklum buku tabungan dibawa orang tua..hehe). Nasib makan siang ini pun tertunda.

Singkat cerita, saya dibantu teman saya melaporkan kejadian ini kepada pihak satpam terdekat, layanan Akademik, dan Kantor cabang Bank terdekat. Di Kantor cabang Bank, oleh pegawai bank saya dimintai identitas (KTP), no handphone dan ditanya kapan terakhir kali mengambil uang. (Untungnya ada catetannya yang masih saya simpan). Berita baiknya, kartu saya diblokir sementara.  Namun, berita buruknya adalah saya harus menunggu sekitar seminggu untuk mendapatkan kartu saya kembali, soalnya kan nunggu ada petugas yang mengecek mesin ATM. Yah, apa boleh buat, kalau mau ambil menggunakan buku tabungan, buku tabungan saya berada di kota lain. (duh bakal ngrepotin temen-temen nih..hehehe, pinjem uang..).

Saya pun kembali dengan berjalan lunglai di tengah siang yang terik. “Tuhan, semoga kartu saya dapat di temukan kembali, dan tidak merepotkan teman-teman..”.

Alhamdulillah, kira-kira sepuluh menit kemudian, ada pihak Bank yang menelpon saya bahwa kartu ATM saya sudah diketemukan, saya pun disuruh mengambil hari esok..Alhamdulillah ya..sesuatu..

Oke, berdasarkan pengalaman siang tadi dapat diambil maknanya, yaitu Apa yang harus anda lakukan jika  kartu ATM anda “ketelen” mesin ATM ?

-  Pertama,  Tenang dan Jangan Panik. Anda bisa menghubungi teman bila ada teman yang sedang berada dekat dengan lokasi tempat ATM untuk membantu anda. Tapi saran saya, jangan malah mengajak orang yang tidak dikenal.

- Kemudian, yang terpenting adalah Hubungi No telepon pihak Bank terkait ( biasanya ada nomor kontak Bank di layar Mesin ATM ). Ini dilakukan untuk menjaga keamanan rekening anda karena Pihak Bank akan  memblokir sementara kartu anda. Bila ada kantor cabang bank yang dekat dengan letak mesin ATM, segera saja datang ke bank tersebut. Laporkan bahwa kartu ATM anda “ketelen” mesin ATM.

- Lapor pihak keamanan terdekat. Misal : Satpam. Mengapa harus lapor pihak keamanan setempat ?, karena berdasarkan cerita teman, kartu yang tertelan itu bisa keluar sendiri loh. Kalau kartu saat kartu keluar tapi anda sudah tidak berada di tempat gimana?. Nah, itu dia mengapa perlunya lapor ke pihak keamanan terdekat.

- Nah, kalau kartu ATM anda jadi satu dengan kartu Mahasiswa seperti milik saya, segeralah lapor layanan Akademik Kampus. Setelah anda lapor, maka pihak Layanan Akademik akan membuat surat kehilangan yang nantinya bisa digunakan untuk mengambil atau membuat  Kartu ATM baru di Bank.

Semoga bisa bermanfaat..

Terima Kasih buat kawan yang membantu lapor sana-sini, terima kasih juga atas saran-saran kawan semua. Terima kasih buat Ibu Layanan Akademik dan tentunya terima kasih banyak buat pak Satpam dan juga Ibu pegawai Bank yang dengan senang hati membantu saya.
Regards!.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Artis, Bulu yang ‘Terpandang’ di …

Sahroha Lumbanraja | | 19 December 2014 | 16:57

Jalanan Rusak Kabupaten Bogor Bikin …

Opi Novianto | | 19 December 2014 | 14:49

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 6 jam lalu

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 10 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 11 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: