Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Sapto Nugroho

baru mulai berbagi cerita dan mulai mengumpulkan cerita di http://tulisan.pilihan.net

Bersahabat dengan Matahari

HL | 18 December 2011 | 06:02 Dibaca: 289   Komentar: 12   1

Pernah saya menuliskan soal pemakaian sinar matahari untuk rumah .  Waktu itu saya mengupas sistem yang sudah diterapkan di Jepang untuk rumah yang menggunakan sinar matahari.  Tidak hanya bisa menghemat biaya listrik yang harus dibayarkan, bahkan sebaliknya jika listrik yang diserap di rumah itu berlebih bisa dijual ke perusahaan listrik.  Lenkapnya  bisa dibaca di kompasiana dengan link ini http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/05/29/jualan-listrik-beralih-ke-sinar-matahari/ ( Judul Tulisan : Jualan Listrik: Beralih ke Sinar Matahari)

Sell Surya dipasang di atap Station Odawara

Sell Surya dipasang di atap Station Odawara

Bulan lalu, November 2011, saya kebetulan pergi ke luar Tokyo dengan naik kereta Odakyu menuju kota Odawara. Kota Odawara terletak dekat dengan kota Yokohama,  yaitu di provinsi Kanagawa.  Yang ingin saya ceritakan bukan keretanya, tetapi apa yang saya lihat di station Odawara.  Beberapa kali saya lewat station ini tetapi belum pernah berhenti dan turun serta mengamati station ini.

Begitu turun dari kereta, saya agak kagum karena atap paltform station agak berbeda dengan station2 yang saya temui di Tokyo.  Saya melihat ke atas, tampak kerangka kanan dan kiri banyak besi bersilangan seperti kerangka atap di stadion.  Di bagian kiri dan kanan atap masih terang karena sinar matahari menembus, tetapi bagian tengah tertutup dan sinar matahari tidak tampak.

Begitu saya naik ke atas ke pintu keluar dengan tangga listrik ( eskalator ),  sempat saya lihat atap lagi dan tampak sangat rapih dan kuat. Tidak jauh dari tempat saya berdiri akhirnya saya menemukan papan informasi ( dalam bahasa jepang ). Di papan informasi itu dituliskan bahwa listrik dari tangga berjalan yang baru saja saya naiki serta lampu yang ada di station itu digerakan/dinyalakan dengan tenaga matahari.  Rupanya di atas atap station dipasang solar sell ( bahan pengumpul sinar matahari dan diteruskan ke penyimpan/bateri ).  Dari gambar yang di pasang di papan informasi itu ternyata atap station bagian tengah  semua ditempel solar sell,  pantesan atap station ini dibuat sangat besar dan memanjang.

Di panel informasi itu ( dalam foto yang saya sertakan ) dituliskan bahwa saat itu tenaga listrik yang dihasilkan sebesar 6,3 kilo watt, dan hari itu jumlah yang dikumpulkan sebesar 20 kilowatt.  Saat saya datang di station itu masih pagi yaitu jam 11.10.  Total satu hari tentunya lebih banyak lagi. Saya sendiri kurang tahu mulai kapan sistem ini mulai dipakai, tetapi dari informasi yang ditampilkan total energi yang berhasil dikumpulkan sejak dipakai sampai saat saya ambil gambar itu adalah sebesar 248156 kilo watt .

Panel Informasi

Panel Informasi penggunaan sinar matahari

Teknologi konversi atau pengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik memang sudah dikuasai dan bisa diterapkan dimana saja ( termasuk di Indonesia ). Di Indonesiapun sudah ada penjual solar sell dan sistem pengubah listrik ini. Tinggal sosialisasi dan dukungan pemerintah yang perlu dimulai.

Dengan kemajuan yang sudah ada di bidang solar sell ini, kiranya PLN di Indonesia mau mempelopori dan memperluas anjuran penggunaan tenaga matahari ini.  Semakin luasnya penggunaan tenaga matahari selain menguntungkan pemakai, pihak PLN sendiri juga terbantu karena tidak kewalahan dan tidak kekurangan pasokan listriknya.  Dengan swadaya listrik ini bisa mengurangi listrik padam akibat kekurangan pasokan listrik.

Ternyata tidak hanya rumah dan pabrik yang bisa mulai bersahabat dengan matahari,  dalam arti menggunakan tenaga matahari. Station kereta atau bahkan perkantoranpun bisa memakai tenaga sinar matahari jika lokasi mereka sangat banyak sinar mataharinya.   Proses peralihan pemakaian sinar matahari ini mungkin agak mirip dengan mulainya pemakaian gas untuk menggantikan minyak tanah.

Mungkin banyak yang berpendapat apakah tidak mahal harga solar sell dan baterainya.  Seperti barang2 lainnya, jika pemakai banyak maka produsen solar sell dan baterai pun akan memproduksi jumlah yang banyak. Produksi yang masal akan membuat harga pembuatan lebih murah dan harga jualnyapun akan murah.  Untuk mulai bersama2 menggunakan energi matahari, maka peran pemerintah sangat penting di tahap awalnya.  Semoga PLN sempat memikirkan soal ini.

Salam matahari

Atap station yang dibuat khusus untuk menampung sinar matahari

Atap station yang dibuat khusus untuk menampung sinar matahari

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 17 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 18 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 21 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 22 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 23 jam lalu


HIGHLIGHT

Nasi Jinggo: Kuliner Merakyat Asli Bali …

Herdian Armandhani | 15 jam lalu

Wanda Hamidah, Kau Mau ke Mana? …

Mbah Mupeang | 15 jam lalu

Rame-Rame Minum Air Sungai Cisadane …

Gapey Sandy | 16 jam lalu

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 17 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 17 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: