Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Sunyta Nyta

saya seorang mahasiswa universitas bengkulu, fakultas pertanian, jurusan teknologi pertanian

Proses Pembuatan Biodisel dan Kendala Pemasaran Biodisel di Indonesia

REP | 22 December 2011 | 00:12 Dibaca: 221   Komentar: 0   0

PROSES PEMBUATAN BIODISEL DAN KENDALA PEMASARAN BIODIESEL DI INDONESIA

Olkeh: sunita

NPM : EIG007057

Universitas Bengkulu

I. Pendahuluan

Biodiesel pertama kali dikenalkan di Afrika selatan sebelum perang dunia II sebagai bahan bakar kenderaan berat.Biodisel adalah bahan bakar minyak (BBM) yang dibuat dari bahan nabati berupa lemak atau minyak untuk digunakan pada mesin genset disel, mobil atau otomotif lainnya. Biodisel termasuk bahan energi yang dapat dipulihkan, karena dapat ditanam pada areal kehutanan, pertanian, lahan rakyat dan lain-lain (Pakpahan, 2001). Biodiesel tersusun dari berbagai macam ester asam lemak yang dapat diproduksi dari minyak tumbuhan maupun lemak hewan. Minyak tumbuhan yang sering digunakan antara lain minyak sawit (palm oil), minyak kelapa, minyak jarak pagar dan minyak biji kapok randu, sedangkan lemak hewani seperti lemak babi, lemak ayam, lemak sapi, dan juga lemak yang berasal dari ikan (Wibisono, 2007; Sathivel, 2005). Minyak yang didapatkan langsung dari pemerahan atau pengempaan biji sumber minyak (oilseed), yang kemudian disaring dan dikeringkan (untuk mengurangi kadar air), disebut sebagai minyak lemak mentah. Minyak lemak mentah yang diproses lanjut guna menghilangkan kadar fosfor (degumming) dan asam-asam lemak bebas (dengan netralisasi dan steam refining) disebut dengan refined fatty oil atau straight vegetableoil (SVO).

Kebijakan nasional di bidang energi nasional adalah : intensifikasi, konservasi, diversifikasi dan indeksasi. Penggunaan biodisel sebagai sumber energy alternatif telah memenuhi setiap butir kebijakan tersebut yaitu : mengintensifkan penggunaan lahan kritis dan tidak produktif untuk bahan baku biodisel (intensifikasi), menghemat penggunaan bahan bakar minyak bumi (konservasi), pengembangan bahan bakar nabati non minyak bumi (diversifikasi) dan penyesuaian jenis bahan bakar sesuai kondisi wilayah setempat (indeksasi). Penggunaan biodisel sebagai sumber energi alternatif memiliki banyak keunggulan komparatif, antara lain (1) ketersediaan sumber daya, (2) ketersediaan teknologi, (3)keunggulan kualitas produk, (4) memberikan dampak positif terhadap ekonomi makro (devisa negara) dan ekonomi mikro seperti penciptaan lapangan kerja baru dan (5)peningkatan pendapatan masyarakat sekitar lokasi bahan baku.

Beberapa keunggulan kualitas biodisel dibanding petrodisel (solar) adalah : resiko terbakar lebih rendah, kualitas pembakaran seimbang, emisi gas toksik lebih rendah sampai nol, lebih mudah terurai secara biologis, pengadaannya banyak melibatkan masyarakat dari kelompok kurang mampu serta memberikan dampak positif pada konservasi tanah dan air. (Sudradjat dkk, 2003).

1. Proses pembuatan minyak nabati menjadi biodiesel.

Minyak nabati merupakan trigliserida melalui reaksi transesterifikasi dengan methanol akan menghasilkan, gliserin, metil stearate, metil oleate. Metil oleate atau biodiesel dan gliserin harus dipisahkan melalui suatu tangki-pengendap. Setelah gliserin dipisahkan larutan dicuci dengan air dan selanjutnya didistilasi sehingga menghasilkan biodiesel sesuai standard yang diinginkan. Masalah yang timbul pada proses transestrifikasi dengan metoda relative mahal, disamping itu hasil samping gliserin harus diproses lagi agar dapat dimanfaatkan lagi untuk industri terkait lainnya. Produk akhir yaitu biodiesel merupakan bahan bakar untuk mesin/motor menghasilkan emisi NOx lebih sedikit tinggi, tetapi emisi CO yang lebih rendah dibandingkan dengan emisi yang dihasilkan dalam pemanfaatan BBM.

2. Teknologi Proses Pembuatan Bio-Diesel

Teori Dasar Pembuatan Biodiesel

Di Indonesia terdapat lebih 50 jenis tanaman yang dapat menghasilkan minyak nabati baik untuk non pangan maupun pangan, (rahayu martini, 2005). Namun hanya beberapa jenis yang dapat diolah menjadi minyak nabati untuk bahan baku pembuatan biodiesel, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyrakat untuk mengektraksi minyak nabati yang terkandung didalam bahan baku tersebut, selain itu juga jumlah produksi nya tanaman terseut yang masih sangat sedikit.

Biodiesel dibuat melalui suatu proses kimia yang disebut transesterifikasi dimana gliserin dipisahkan dari minyak nabati. Proses ini menghasilkan dua produk yaitu metil esters (biodiesel)/mono-alkyl esters dan gliserin yang merupakan produk samping.

Bahan baku utama untuk pembuatan biodiesel antara lain : minyak nabati, lemak hewani, lemak bekas/lemak daur ulang. Semua bahan baku ini mengandung trigliserida, asam lemak bebas (ALB) dan zat-pencemar dimana tergantung pada pengolahan pendahuluan dari bahan baku tersebut. Sedangkan sebagai bahan baku penunjang yaitu alkohol. Pada pembuatan biodiesel dibutuhkan katalis untuk proses esterifikasi, katalis dibutuhkan karena alkohol larut dalam minyak. Kandungan asam lemak bebas Minyak nabati lebih rendah dari pada lemak hewani, minyak nabati biasanya selain mengandung ALB juga mengandung phospholipids, phospholipids dapat dihilangkan pada proses degumming dan ALB dihilangkan pada proses refining.

Produk biodiesel tergantung pada minyak nabati yang digunakan sebagai bahan baku serta pengolahan pendahuluan dari bahan baku tersebut. Alkohol yang digunakan sebagai pereaksi untuk minyak nabati adalah methanol, namun dapat pula digunakan ethanol, isopropanol atau butyl, tetapi perlu diperhatikan juga kandungan air dalam alcohol tersebut. Bila kandungan air tinggi akan mempengaruhi hasil biodiesel kualitasnya rendah, karena kandungan sabun, ALB dan trigliserida tinggi. Disamping itu hasil biodiesel juga dipengaruhi oleh tingginya suhu operasi proses produksi, lamanya waktu pencampuran atau kecepatan pencampuran alkohol. Katalisator dibutuhkan pula guna meningkatkan daya larut pada saat reaksi berlangsung, umumnya katalis yang digunakan bersifat basa kuat yaitu NaOH atau KOH atau natrium metoksida. Katalis yang akan dipilih tergantung minyak nabati yang digunakan, apabila digunakan minyak mentah dengan kandungan ALB kurang dari 2 %, disamping terbentuk sabun dan juga gliserin. Katalis tersebut pada umumnya sangat higroskopis dan bereaksi membentuk larutan kimia yang akan dihancurkan oleh reaktan alkohol. Jika banyak air yang diserap oleh katalis maka kerja katalis kurang baik sehingga produk biodiesel kurang baik. Setelah reaksi selesai, katalis harus di netralkan dengan penambahan asam mineral kuat. Setelah biodiesel dicuci proses netralisasi juga dapat dilakukan dengan penambahan air pencuci, HCl juga dapat dipakai untuk proses netralisasi katalis basa, bila digunakan asam phosphate akan menghasil pupuk phosphat(K3PO4)

Proses transesterifikasi yang umum untuk membuat biodiesel dari minyak nabati (biolipid) ada tiga macam yaitu :

1. Transesterifikasi dengan Katalis Basa

2. Transesterifikasi dengan Katalis Asam Langsung

3. Konversi minyak/lemak nabati menjadi asam lemak dilanjutkan menjadi

Biodiesel

Diagram alir proses pengolahan biodiesel

diagram alir proses pembuatan biodisel secara umum

diagramalir proses pembuatan biodisel   ( sarah siti, 2010)

4. Kendala Pengembangan Biodisel Di Indonesia

Di Indonesia pemasaran biodisel memiliki beberapa kendala yaitu:

  1. 1. Menyangkut harga pokok cpo yang tinggi di pasar dunia sehingga harga biodiesel cenderung lebih mahal dibanding BBM jenis solar.
  2. Untuk mengolah satu liter cpo menjadi biodiesel dibutuhkan biaya tambahan sebesar Rp2.000. Dengan harga CPO Rp8.000 per liter maka harga pemasaran biodiesel kepada konsumen di atas Rp10.000 per liter, sedangkan BBM jenis solar harganya dibawah itu.(berita daerah  medan 2011)
  3. Adanya subsidi BBM jenis solar kepada masyarakat sehingga, masyrakat lebih memilih BBM jenis solar dari pada biodisel, kerena harga biodisel lebih mahal.
  4. Tidak adanya subsidi dari pemerintah kepada pengolah/pembuat  biodisel.
  5. Biodiesel belum memiliki sistem pasar yang terstruktur dan tertata dengan rapi seperti manajemen pemasaran  BBM oleh Pertamina.
  6. Masih minimnya pemahaman di tengah masyarakat karena kurangnya sosialisasi mengenai biodiesel sehingga muncul stigma yang menyatakan bahwa BBM yang berasal dari fosil lebih baik bagi kendaraan bermotor dibanding biofuel.
  7. Masih kurangnya pengembangan dan penggunaan biodiesel juga diakibatkan belum adanya infrastruktur kelembagaan, sehingga biodiesel belum tersentuh pelaku pasar bahan bakar transportasi atau karena belum mengerti manfaat ekonomi makro.

Beberapa hal inilah yang menjadi kendala utama pengembangan biodiesel di Indonesia, padalah biodiesel merupakan biomassa dan satu-satunya yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar cair mesin diesel.

Walaupun demikian ahir-ahir ini total kapasitas produksi biodiesel di Indonesia sudah mencapai lebih dari satu juta ton per tahun yang telah dipasarkan ke luar negeri (ekspor) oleh kalangan swasta. di luarnegri hingga kini Pasar biodiesel  cukup menjanjikan dibandingkan pasar dalam negeri, hal ini dikarenakan negara kita belum serius untuk mengembangkan biodiesel, padahal produksi CPO Indonesia saat ini sebesar 17,2 juta ton per tahun dan jika 30 persen saja diolah jadi biodiesel maka bisa menghasilkan 5,7 juta ton biodiesel.(berita daerah  medan 2011)

DAFTAR PUSTAKA

Pakpahan, A. 2001. Palm biodiesel : its potency, technology, business prospect, andenvironmental implications in Indonesia. Di dalam : Enhancing Biodiesel Development and Use. Proceedings of the International Biodiesel Workshop.Tiara Convention Center, Medan.

Sudradjat, R. dan D. Setiawan. 2003. Teknologi pembuatan biodisel dari minyak biji jarak pagar. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Litbang Teknologi Hasil Hutan. Bogor. Tidak diterbitkan.

Wibisono, Ardian, 2007, Conoco Phillips Produksi Biodiesel dari Lemak Babi, Jakarta.

Winarno F.G, 1997, Kimia Pangan dan Gizi, Gramedia Pustaka, Jakarta.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 14 jam lalu

Haru Biru di Kompasianival 2014 …

Fey Down | 18 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 22 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 24 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51


Subscribe and Follow Kompasiana: