Artikel

Terapan

Kusuma Wardhani

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

writing is my passion.... don't hesitate to see my blog at: http://amiekusuma.wordpress.com Keep moving forward!!

Pengelolaan Air Sungai Sebagai Sumber Pasokan Air Bersih


OPINI | 26 December 2011 | 16:03 Dibaca: 245   Komentar: 2   Nihil

Indonesia sebagai Negara kepulauan memiliki banyak aliran sungai. Banyaknya sungai di Indoensia ini merupakan potensi tersendiri untuk bisa mensejahterakan rakyat banyak, terkait dengan penyediaan air bersih dan air minum. Keberadaan Indonesia pada iklim tropis sangat mempengaruhi kuantitas air sungai Indonesia. Karena dipengaruhi dua musim yakni kemarau dan hujan, maka volume air sungai pun biasanya memiliki selisih perbedaan yang cukup jauh. Ketika musim hujan, air sungai sangat melimpah bahkan sampai bisa menimbulkan banjir. Namun ketika musim kemarau, air sungai mendadak surut hingga menyebabkan kekeringan. Oleh karena itu perlu pengolahan ekstra bagaimana agar air sungai bisa bermanfaat untuk orang banyak terkait dengan penyediaan air bersih dan air minum.

unprotected water intake

Air sungai memiliki keuntungan tersendiri dibanding dengan sumber air permukaan lain dari segi ketersediaan dan kemudahan pengambilannya. Indonesia sangat kaya sekali akan sungai-sungai besar seperti Mahakam, Kapuas, Barito, Brantas, dan lain sebagainya. Keberadaan sungai-sungai ini merupakan suatu potensi besar yang dikaruniakan Tuhan untuk kemudian kita oleh dan kita manfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Keuntungan yang kedua adalah karena letaknya yang di permukaan membuatnya mudah untuk diambil dan diolah. Teknik pengolahannya relative sederhana sehingga tidak terlalu memerlukan biaya instalasi pengolahan yang besar. Dengan kemudahan inilah maka air sungai memiliki potensial yang besar untuk bisa dimanfaatkan di Indonesia termasuk dalam hal penyediaan air minum dan air bersih. Cara pengambilannya pun tidak terlalu sulit. Secara umum dalam buku Small Community Water Supplies (Hofkes,1981), cara pengambilan air sungai bisa dengan dua cara yakni unprotected river intake dan pumped river water intake. Unprotected river intake biasanya digunakan untuk sungai dengan aliran yang tidak terganggu oleh batu-batu besar dan atau gangguan lain. Sedangkan untuk sungai yang rawan gangguan oleh batu dan sebagainya bisa menggunakan cara pumped river water intake.

pumped river water intake

Dalam paper Surface Water Intake And Small Dams yang direvisi oleh Nhamo Masanganise.Penempatan water intake sebaiknya mempertimbangkan hal-hal berikut :

Diletakkan pada titik sungai dengan aliran air yang cukup

Diletakkan pada titik sungai yang bisa menimbulkan gaya gravitasi yang cukup sehingga bisa meminimalkan biaya pompa

Diletakkan di tempat dengan popoulasi dan lahan pertanian yang sedikit

Diletakkan di tempat yang jauh dari tempat pembuangan lembah agar air tidak terkontaminasi

Diletakkan sebelum adanya jembatan Pintu air pengambilan juga harus didesain khusus.

Bagian bawah intake harus memiliki ketinggian paling tidak 1m di atas dasar sungai untuk menghindari adanya batu yang masuk saluran. Baffle juga dierlukan untuk mengeluarkan debris, dan bahan2 mengambang lainnya misalkan ranting batang yang ikut masuk. Selain itu, saluran harus didesain sedemikian rupa sehingga air yang masuk melewati saluran tersebut memiliki kecepatan kurang dari 0,1 m/sec. Bila kondisi aliran sungai diikuti dengan terbawanya batu-batu besar dari hulu,maka water intake perlu dilindungi seperti terlihat pada gambar 2.

Saluran Pengambilan air sungai membutuhkan kedalamman yang cukup di atas dasar sungai. Untuk mengontrol kedalaman saluran agar tetap konstan maka dibuatkah bendungan kecil sepanjang sungai untuk memastikan bahwa akan tetap ada air meski sedang kemarau. Hal ini cukup benting untuk sungai-sungai di Indonesia yang ketersediaan airnya dipengaruhi oleh musim hujan dan kemarau dengan rentang perbedaan yang cukup besar. Biasanya, pemompaan selalu menjadi andalan utama dalam pengambilan air sungai. Jka variasai anatara water level tertinggi dan terendah adalah 3,5-4 m maka pompa bisa ditempatkan di tepian sungai . jika lebih dari itu maka digunakan tempat penampungan air di dasar sungai untuk kemudian bisa digunakan ketika musim kemarau menggunakan submersible pump, spindle driven pump yang diletakkan di bawah tempat penampungan.

Sumber air yang berasal dari sungai merupakan salah satu sumber air yang berasal dari air permukaan.Namun permasalahannya adalah populasi yang tinggi mengakibatkan air sungai menjadi semakin banyak tercemar karena semakin banyak orang yang memfungsikan sungai sebagai saluran drainase dan pembuangan akhir bukan lagi sebagai sumber air. pencemaran udara dan tanah juga mempengaruhi penurunan kualitas air. Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia yang semakin bertambah (data) sehingga kadar C02 pun semakin meningkat yangs secara tidak langusng akan mengurangi kandungan DO (dissolved oxygen) dalam sungai sekitarnya.

Pencemaran tanah juga mempengaruhi kualitas air sungai karena air sungai selain berasal dari air hujan juga berasal dari air tanah yang kondisinya juga dipengaruhi oleh kandungan tanah tersebut. Lebih teknis lagi, dalam buku Small Community Water Supplies (Hofkes, 1981) dipaparkan berbagai kondisi sungai beserta rekomendasi penyelesaiaannya. Ada beberapa cara yang dipaparkan dalam buku Enviromental Engineering (Peavy,Rowe,Tchobanoglous, 1986) tentang pengolahan air sungai yang tercemar yang dibagai dalam dua bagian besar, secara alami dan secara rekayasa.Untuk air permukaan, treatment yang dipakai adalah solids separation,settling operations,coagulation,filtration,disinfection.

DAFTAR PUSTAKA

Hofkes.(1981).Small Community Water Supplies.UK,Mc Graw Hill Peavy,Rowe,Tchobanoglous.

(1986).Enviromental Engineering.UK,Mc Graw Hill

Nhamo Masanganise. Surface Water Intake And Small Dams.

ps.:maaf gambarnya nggak keliatan )^^’(

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: