Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Sokhibi Imgos

Pemilik usaha Service dan penjualan komputer murah di Semarang, aktif dalam dunia OpenSource terutama dalam selengkapnya

Cara Mudah menulis Aksara Jawa pada Komputer

REP | 13 January 2012 | 13:36 Dibaca: 3600   Komentar: 6   0

Pada awal bulan Desember tahun lalu saya sempat baca salah satu postingan di Kompasiana ini dengan judul Wow, Huruf Jawa Akan Dijadikan Font di Windows, sebenarnya pada Distro Linux Karya Anak Negeri sudah membuatnya, bukan hanya aksara jawa saja tapi beberapa Aksara Nusantara lainnya, kenapa harus menunggu 2 tahun lagi kalau sekarang saja sudah ada.

13265424261515126072Salah satu buku kuno yang  bertuliskan Aksara Jawa

Aksara Nusantara di BlankOn

BlankOn adalah distribusi asli Indonesia yang merupakan pionir dalam pelestarian budaya Indonesia. Salah satu di antaranya adalah aksara- aksara Nusantara yang pernah dipakai di negeri ini. Sayang sekali sekarang orang Indonesia sendiri justru tidak dapat membaca dan menulis menggunakan aksara aslinya sendiri.

Tim BlankOn percaya bahwa aksara-aksara ini wajib dilestarikan dan digunakan kembali oleh orang-orang Indonesia. Oleh karena itu aksara Nusantara mendapat perhatian khusus dari Tim Pengembang dan pengetikan aksara-aksara Nusantara pada destop BlankOn.

Aksara-aksara yang dapat digunakan antara lain:

  • Aksara Lontara
  • Aksara Sunda
  • Aksara Rejang
  • Aksara Bali (terbatas di beberapa aplikasi saja)
  • Aksara Jawa (terbatas di beberapa aplikasi saja)
  • Aksara Batak Toba

1326507688822412257

Aksara-aksara tersebut merupakan bagian dari standarisasi internasional yang disebut dengan Unicode (http://www.unicode.org). Dengan demikian, teks yang ditulis dengan BlankOn akan dapat dibaca kembali pada sistem lain yang juga menggunakan standar Unicode.

Khusus aksara Bali dan Jawa tidak dapat digunakan penuh dengan aplikasi yang terinstal di BlankOn karena keterbatasan dukungan perangkat lunak. Fonta Bali dan Jawa yang dikembangkan menggunakan teknologi OpenType yang tidak sepenuhnya berjalan baik di beberapa perangkat lunak terpasang seperti Chromium. Namun pada aplikasi-aplikasi biasa berbasis Gtk+ lainnya, aksara Bali dan Jawa bisa digunakan sempurna.

Mengaktifkan metoda input

Untuk dapat mulai mengetikkan aksara-aksara Nusantara, Anda perlu mengaktifkan metoda input terlebih dahulu. Untuk mengaktifkan metoda input, klik menu Setting/Pengaturan >Administration/Administrasi >Language Support/Dukungan Bahasa.

13264606431151923778 Pada opsi ”Metoda masukan papan tik”, pilih ”scim-immodule”. Setelah itu keluarlah dari destop dan masuk kembali. BlankOn menggunakan SCIM sebagai alat metoda inputnya (jika Anda memakai BlankOn Sajadah langkah ini tidak diperlukan)

Menggunakan metoda input

Untuk memulai pengetikan, buka aplikasi yang hendak Anda isi dengan tulisan beraksara Nusantara misalnya Anda buka Libre Office Writer, Penyuting Teks dll. Kemudian pada kotak isian teks, tekan tombol pemicu Ctrl+Spasi.

Pada pojok kanan bawah layar akan muncul kotak bertuliskan SCIM. Pilih aksara Nusantara yang hendak Anda pakai pada menu tersebut, kemudian Anda bisa memulai pengetikan kata dan kalimat yang Anda inginkan dalam aksara Nusantara.

1326460765461183709

Teknik pengetikan

Pengetikan bisa dilakukan seperti mengetik biasa dalam aksara latin. Metoda input pada BlankOn akan secara otomatis menerjemahkan apa yang anda ketik dalam aksara Nusantara. Agar aksara dapat ditampilkan sesuai dengan keinginan, ada beberapa trik-trik khusus dalam proses pengetikan.

  • Tekanlah tombol spasi setiap satu suku kata, agar proses pemenggalan baris dan pemilihan aksara lebih baik.

  • Tekan kembali Ctrl+Spasi untuk kembali ke pengetikan biasa (matikan fitur aksara Nusantara)

dibawah ini contoh Aksara jawa yang saya buat,

13264620901123317005

Mari Kita mulai Meng-Indonesiakan Indonesia dengan mulai melestarikan Aksara Nusantara yang diwariskan oleh nenek moyang kita, jangan sampai warisan penting tersebut di akui oleh negara lain, minimal kita mau mencoba memakainya pada komputer yang kita miliki.

Saya sangat percaya bahwa bangsa kita mampu melestarikan warisan Aksara Nusantara tersebut asal ada niat dan mari kita tunjukkan pada dunia bahwa bangsa Indonesia tidak kalah dengan bangsa-bangsa lain,

Sebenarnya tulisan ini akan saya posting tadi pagi tapi karena Kompasiana mengalami gangguan (saya gak bisa login) bahkan saya sempat ganti password dan otak-ati modem, karena penasaran saya buka twitter, eh ternyata ada pemberitahuan dari admin Kompasian kalau tadi pagi terjadi gangguan.

-

13265985691766556273

Artikel  terkait:

Cara mudah menulis aneka Aksara di linux

Persembahan dari Anak Negeri di Hari Kemerdekaan

-

Tulisan saya mengenai Open Source lainnya dapat Anda baca di


http://imgos-belajarlinux.blogspot.com/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selayang Pandang Tentang Demonstrasi …

Fera Nuraini | | 01 October 2014 | 20:57

Siswa Korea Tertarik “Sambal” Indonesia …

Ony Jamhari | | 02 October 2014 | 09:39

Belajar Mandiri dari Pola Didik Orangtua di …

Weedy Koshino | | 02 October 2014 | 09:53

Obat Galau Jurusan Kuliah …

Bening Tirta Muhamm... | | 02 October 2014 | 09:54

Nangkring “Special” bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:44


TRENDING ARTICLES

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 6 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 6 jam lalu

Ceu Popong Jadi Trending Topic Dunia …

Samandayu | 8 jam lalu

MK Harus Bertanggung Jawab Atas Kericuhan …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Sepedaku Dicolong Maling Bule …

Ardi Dan Bunda Susy | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 7 jam lalu

Korte Verklaring; Konsesus Uleebalang dengan …

Arjuna Zubir | 7 jam lalu

Djohar Arifin: Jika Lolos ke PD U-20, Timnas …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Wangi Kopi NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | 7 jam lalu

Belajar dari Pak Tani dengan Sawahnya di …

Karresa Karyanto | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: