
Dibaca: 164
Komentar: 2
1 dari 1 Kompasianer menilai bermanfaat


Beberapa hari yang lalu, sebelum makan malam di warung tenda, kami mampir ke Indomaret. Sementara istri dan anak saya cuci mata di dalam toko (lama sekali, tapi yang dibeli ternyata cuma dua botol minuman), saya memeriksa rak tabung Elpiji yang terletak di emper toko.
Gambar di sebelah adalah tabung 3 kiloan yang sudah kosong. Dua tabung paling depan seal sebelah dalamnya tidak ada, sedangkan bagian luarnya diikat karet gelang. Ini perbuatan kreatip, tapi tidak semestinya, dan meningkatkan probabilitas bahaya berkali-kali. Mungkin saja karet gelang itu adalah tambahan dari seal dalam yang sengaja dilepas oleh konsumen ketika tabung ditukarkan (untuk disimpan sebagai cadangan, kalau-kalau tabung baru tak ada sealnya). Tapi tetap saja tidak baik. Kalau seal dalam bocor, seal dalam itu harus diganti (minta kepada agen Elpiji, atau beli di supemarket).
Seal dalam itu (dulu berwarna hitam, sekarang banyak yang berwarna merah) bersifat pressure-assisted-sealing, atau menyekat dengan bantuan tekanan. Kalau pressure-assisted-sealing-nya tidak berfungsi, maka sudah waktunya diganti.
Tekanan dalam tabung berkisar antara 5 sampai 8 kilogram per sentimeter persegi, tergantung suhu Elpijinya. Seal karet gelang seperti di atas sama sekali tidak aman.
Taruhlah regulator dipasangi jepit pengaman. Kalau karet gelangnya putus, gas akan menyembur keluar.
Ini adalah dua kasus yang saya temukan secara tak sengaja. Kalau diadakan penelitian, mungkin setiap hari ada ratusan tabung dengan seal berbahaya macam begini.
Betapa primitifnya masih negara kita dalam soal ini.