Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Rendy Kharisma

Saat ini baru saja menyelesaikan pendidikan di bidang Computer Security di Edith Cowan University Perth, selengkapnya

Jebakan Canggih untuk Si Pencuri Laptop

HL | 01 February 2012 | 16:32 Dibaca: 5869   Komentar: 36   7

13281260872090225451

ilustrasi/admin(shutterstock.com)

Oleh : Rendy Kharisma

1 February 2012

Siapa sih yang belum pernah mendengar teman atau koleganya kehilangan laptop ? entah karena sekedar lupa ataupun menjadi korban kejahatan. Teman saya sendiri pernah ditodong dan mesti rela menyerahkan laptop kesayangannya beserta data pekerjaan didalamnya. Bisa dibayangkan, betapa hancurnya perasaan teman saya saat itu. Mau lapor polisi pun rasanya percuma, karena sangat jarang sekali kasus pencurian laptop yang sampai terselesaikan dan laptopnya ditemukan kembali. Sebagian besar kasus akan berakhir dengan kedongkolan, sakit hati, pusing, dompet kering dan sebuah surat kehilangan saja.

Laptop memiliki 1 kelebihan besar jika dibandingkan komputer biasa. Desainnya yang kecil dan mudah dibawa-bawa menjadikan laptop sebagai media komputer yang sangat populer. Sayangnya, hal yang sama ini pulalah yang menyebabkan laptop menjadi sasaran menggiurkan untuk para pelaku tindak kriminal. Selain mudah disembunyikan, dijual pun harganya lumayan tinggi.

Tentunya sudah banyak cara-cara pencegahan kehilangan laptop yang kita semua anut. Mulai dari menggunakan tas yang tidak mencolok, berhati-hati dalam menggunakan laptop di tempat umum, bahkan mengunci laptop dengan sebuah kunci khusus. Disini, saya akan membahas suatu teknik lain yang lebih “canggih”, yaitu menggunakan bantuan beberapa software.

Ada beberapa software yang bisa membantu kita ketika mengalami musibah kehilangan laptop. Tentu saja, tidak berarti laptop pasti 100% kembali. Jika laptop langsung dibongkar dan dijual per bagian, menemukan kembali sang laptop tentu akan menjadi jauh lebih sulit. Tapi dengan software ini, jika si pencuri tadi menggunakan si laptop untuk surfing di internet, dia akan mendapatkan kejutan yang “menyenangkan”.

Kata kunci dari perburuan ini adalah internet. Jika si pencuri tidak pernah menggunakan laptop tersebut untuk mengakses internet, saya khawatir software-software yang saya sebutkan tidak akan membantu. Karena itu, jebakan ini akan lebih mampu menangkap jenis pencuri yang mencuri karena ada kesempatan dan menggunakannya sendiri. Tentu saja, jika pencuri menjual laptop tersebut begitu saja, setidaknya kita bisa melacak pembelinya dan mengarahkan polisi kearah yang tepat.

Dengan bantuan beberapa jebakan ini, kita bisa melakukan banyak hal pada laptop kesayangan kita yang dicuri tadi. Mulai dari menemukan lokasinya dengan bantuan GPS berbasis koneksi wi-fi, melihat screenshot selama laptop tadi dipergunakan (siapa tahu bisa kebetulan menangkap jejaring sosial si pelaku), menggunakan fasilitas webcam untuk menangkap foto pengguna laptop, melakukan koneksi jarak jauh, menghapus / mengirimkan data-data penting dan banyak fungsi lain.

Sebelum saya memberikan kiat-kiat pemasangan jebakan ini, saya akan mengingatkan para pembaca untuk tidak bertindak gegabah dan merujuk tindakan pengusutan lebih lanjut serta penangkapan kepada polisi. Memaksakan penyelidikan sendiri bisa jadi sangat berbahaya untuk keselamatan anda.

1. Software anti-theft

Ini adalah solusi yang paling sederhana implementasinya. Pengguna hanya perlu menginstall software dan membuat akun awal. Jika terjadi pencurian, pengguna tinggal mendatangi website pembuat software tersebut, login, dan mengaktifkan tombol alarm dan menunggu laporan datang. Untuk jenis software ini, saya merekomendasikan prey (http://preyproject.com/), sebuah proyek open source yang sudah berlangsung cukup lama dan terkenal keampuhannya.

Prey memiliki banyak fitur, mulai dari geolocation untuk menemukan lokasi laptop berdasarkan koneksi internetnya, menangkap foto pengguna dengan webcam pada laptop, menangkap screenshot, memunculkan tulisan-tulisan di layar hingga membunyikan alarm dengan suara cukup keras untuk membantu anda menemukan laptop tersebut di lokasi umum (Jika fitur geolocation menuntun anda ke suatu foodcourt di mall, misalnya)

Masalah utama pada penggunaan software semacam ini adalah ketergantungannya pada internet, apalagi fitur geolocation untuk menemukan koordinat laptop hanya bisa berfungsi jika laptop terkoneksi pada jaringan wi-fi. Untungnya, fitur lain masih bisa berfungsi tanpa wi-fi walaupun tetap memerlukan adanya koneksi internet. Software inipun bersifat pasif, dalam arti anda hanya bisa menunggu laporan datang kecuali jika anda bersedia membeli versi pro yang memungkinkan laporan dikirimkan kapanpun anda menginginkannya (versi free akan mengirimkan laporan secara otomatis, maksimal 1 laporan / 10 menit)

2. Remote Access Software

Software ini sebenarnya sudah banyak digunakan para Administrator IT, hanya saja mungkin kurang familiar untuk para pengguna awam. Fungsinya adalah untuk mengendalikan komputer lain dari jarak jauh (melalui internet) seakan-akan anda berada di depan komputer/laptop tadi. Software akan membuka suatu jendela yang berisikan tampilan laptop yang kita koneksikan dan memberi kita akses penuh. Jika kita ingin menakut-nakuti si pencuri, anda bisa saja menggerakkan mouse, menuliskan pesan-pesan aneh, mengirimkan file dan meminta file,  memutar lagu dengan suara sekeras-kerasnya dan banyak hal lain dari jauh dengan bantuan internet.

Dengan beberapa fitur ini, anda bisa  mengamati aktivitas komputer tersebut dan mengumpulkan informasi tentang si pelaku pencurian. Software yang saya rekomendasikan untuk keperluan ini adalah Team Viewer (https://www.teamviewer.com/en/index.aspx) yang bisa dipergunakan gratis untuk keperluan pribadi. Namun karena memang pada dasarnya adalah suatu peralatan untuk admin, perlu dilakukan penyesuaian setting agar software bisa beroperasi tanpa terlihat mencolok, misalnya mengatur agar operasi software ini dilakukan dengan mode minimized agar tidak terlihat.

Masalah utama dalam penggunaan software ini adalah tingkat ke”pintaran” si pencuri itu sendiri. Jika dia mengerti apa fungsi software ini dan melepas software tersebut terlebih dahulu, anda bisa jadi cuma bisa gigit jari. Namun jika si pencuri tidak terlalu pintar, bisa saja si pencuri malah menari-nari di depan laptop tersebut sambil merekam dirinya sendiri (seperti yang memang pernah terjadi di dunia nyata, si pemilik laptop yang cukup mengerti IT kemudian mengupload video “tarian si pencuri” tadi ke youtube. Silahkan lihat : https://www.youtube.com/watch?v=g9Ml68IBvrU)

3. Keylogger

Software terakhir ini sudah terkenal dengan reputasi menyeramkan sebagai salah satu alat utama para “hacker” untuk mencuri password anda. Tapi saya akan meyakinkan anda bahwa keylogger hanyalah alat saja, penggunaannya sangat tergantung pada anda. Pada kebanyakan kasus yang sering merebak di media, memang software ini digunakan untuk keperluan jahat. Tapi pada kasus kali ini, kita bisa mengaplikasikannya untuk menjaga laptop kita.

Untuk yang belum tahu, keylogger adalah sebuah software yang fungsi utamanya adalah menangkap ketikan. jadi keylogger bisa mencatat apa saja tombol yang anda tekan selama anda menggunakan komputer tersebut. Akibatnya, bukan hanya artikel kompasiana dan update status jejaring sosial anda, Username dan password pun akan tercatat.

Pada kasus ini, catatan chatting, jejaring sosial dan lain-lain ini akan sangat bermanfaat untuk menangkap si pencuri. Anda bisa saja mengetahui rencana si pencuri untuk menjual laptopnya di suatu mall besok pagi, atau misalnya dia akan jalan-jalan santai dengan si pacar lusa. Tentu saja informasi ini bisa sangat berguna untuk keperluan penyidikan polisi.

Sofware keylogger yang saya rekomendasikan adalah kidlogger (http://kidlogger.net), sebuah software keylogger open source.  Selain fungsi yang saya sebutkan diatas, kidlogger juga memiliki fungsi untuk merekam suara dan mengambil screenshot laptop, menjadikannya sebagai sebuah software yang sangat berguna untuk keperluan penyelidikan.

Tips untuk meningkatkan kemungkinan menangkap si pencuri

Seperti yang sudah saya tuliskan berkali-kali, kunci dari semua software diatas adalah koneksi internet. Namun selain koneksi internet, hardisk komputer juga perlu ada dalam keadaan utuh, dalam arti tidak diformat atau dihapus isinya, karena jika hardisk sudah dibersihkan isinya, otomatis software yang anda pasang pun akan hilang.

Disinilah aspek psikologis berperan sangat penting untuk menjebak si pencuri agar tidak menghapus data kita. Dalam konteks ini, kita perlu menampilkan kesan bahwa kita, sebagai pengguna laptop, adalah orang-orang bodoh yang tidak mengerti IT.

Proses Install ulang (yang sekaligus menghapus software2 kita), adalah suatu proses yang merepotkan dan makan waktu cukup lama. Akan tetapi, jika si pencuri berusaha menggunakan laptop kita dan terbentur karena tidak mengetahui password kita, ini adalah teknik yang paling mungkin mereka lakukan untuk menembus password tadi. Teknik inilah yang perlu kita cegah.

Ada beberapa cara yang bisa digunakan. Salah satu cara yang disarankan mas Ajie pada kolom komentar adalah dengan menggunakan password BIOS. Tujuannya dalah supaya ketika si pencuri memasukkan CD/flashdisk untuk install ulang, CD/flashdisk tersebut tidak diindahkan oleh si laptop.

Akan tetapi, saya punya satu usulan unik : jangan pakai password. Tapi sebelum anda protes dan marah-marah atas usulan saya yang aneh ini, Ijinkan saya untuk menjelaskan terlebih dahulu. Buatlah beberapa akun pengguna pada laptop anda, Untuk akun yang anda gunakan sehari-hari, kunci dengan password. Tapi buatkan 1 akun jebakan yang tidak dikunci password untuk digunakan oleh si pencuri tadi. Jika perlu, “hiasi” akun palsu ini dengan foto-foto, laporan2 kerja yang sudah usang, game, atau apapun yang membuatnya terlihat menarik agar si pelaku betah berlama-lama dengan laptop anda. Langkah ini secara psikologis akan lebih efektif untuk menjebak si pencuri dengan ilusi bahwa “si pemilik laptop adalah orang bodoh yang tidak mengerti IT”, Setidaknya sampai anda bisa menggedor kediaman si pencuri dengan ditemani bapak-ibu dari kepolisian setempat.

Disclaimer

Software yang saya sarankan adalah alat, dan bisa digunakan untuk tujuan yang kurang baik. Saya hanya bisa mengingatkan kepada para pembaca untuk ingat bahwa perbuatan yang buruk akan ada akibatnya. Gunakan ilmu dalam artikel ini dengan bijaksana.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada “Tangan” Anjing Diborgol di Pasar …

Eddy Mesakh | | 18 December 2014 | 21:39

Konyolnya Dokumen Hoax Kementerian BUMN Ini …

Gatot Swandito | | 18 December 2014 | 09:24

Suka Duka Kerja di Pakistan …

Gaganawati | | 18 December 2014 | 23:19

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

[UPDATE] Nangkring Parenting bersama Mentari …

Kompasiana | | 10 December 2014 | 17:59



Subscribe and Follow Kompasiana: