Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Ady Saputro

sharing seputar teknologi penjernih air baik konvensional maupun modern. email : adysaputro23@ymail.com hp 081322599149

Tangki softener fungsinya di air untuk apa ? by ady (karbon aktif/pasir silika)

OPINI | 25 February 2012 | 21:03 Dibaca: 1554   Komentar: 0   0

Anda tinggal di dekat bukit/gunung ?? Jika benar, kemungkinan besar air anda mengandung kapur dalam dosis tinggi.

Apa ada dampak negatif-kah jika air di rumah mengandung kapur ? dan apa solusi praktisnya ?

Air yang mengandung  kapur di atas akan mengakibatkan kerak,  pakaian putih cepat kusam, dan jika memasaknya akan cepat ada kerak-kerak di panci yang berakibat lebih banyak gas elpiji yang di butuhkan.

Itu untuk kasus di rumah, jika di industri seperti industri tekstil ,industri farmasi mereka membutuhkan air murni sebagai proses di  boiler  dengan mensyaratkan kadar hardnessnya kurang dari 20 ppm as caco3.

Softener merupakan alat yang berfungsi menyerap kandungan kapur ( kalsium dan magnesium ).

Gambar di bawah ini menunjukan tangki softener :

Manfaat Softener selain di industri juga bisa untuk dirumah, misalkan :

1)Busa sampo dan sabun akan lebih sedikit sehingga kulit lebih bersih,lebih lembut dan tidak kering dan juga tidak ada kerak di wastafel atau bak mandi

2)Di laundri, pakaian akan lebih bersih , lebih putih, lebih cerah dan lebih awet. Karena hardness water akan membuat kain mudah robek dan waktu pencucian lebih singkat

3)Cucian piring akan menghemat sabun yang di butuhkan

4Hemat listrik/gas pada pemakaian hot water

Cara Kerja Softener adalah :

1) Tabung softener berisi resin kation  dimana resin kation ini akan menarik ion kalsium ,magnesium , besi dll dan melepaskan ion natrium

2)Akhirnya resin ini mulai penuh dengan ion-ion magnesium, kalsium dll dan saatnya dilakukan regenerasi

3)Saat regenerasi, resin di alirkan air garam yang mengandung natrium , sehingga resin kembali mengandung natrium dan melepaskan kalsium dan magnesium

4) Resin siap di pakai kembali

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jakarta Community Tampil Semarak di Asean …

Tjiptadinata Effend... | | 02 September 2014 | 19:52

Modus Baru Curi Mobil: Bius Supir …

Ifani | | 02 September 2014 | 18:44

Beranikah Pemerintah Selanjutnya …

Dhita A | | 02 September 2014 | 19:16

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 10 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 11 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 12 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Program ‘Haji Plus Plus’: Bisa …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Sampai Kapan Hukum Indonesia Mengecewakan …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

ISIS di Indonesia …

Irham Rajasa | 8 jam lalu

Sampai Kapan Polwan Dilarang Berjilbab? …

Salsabilla Hasna Mu... | 8 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: