Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Sutarno

Sedang belajar mencerdaskan anak bangsa | SMK Negeri 1 Miri Sragen | Alamat Sekolah : Jeruk, selengkapnya

Energi Terbarukan dari PPPPTK/VEDC BOE Malang

REP | 03 May 2012 | 15:55 Dibaca: 789   Komentar: 4   1

13360169731548963958

Model Pengolahan Sampah (Dok. Mr. Thomas Ulrich)

Setelah menempuh perjalanan darat selama 6 jam lebih akhirnya kami berdua sampai di kota Malang pukul 03.00 Wib. Hiruk pikuk kota Malang belum begitu terlihat dikala pagi itu, bahkan tempat yang menjadi tujuan kami masih tutup pagar. Bahkan acara masih dilaksanakan pukul 08.30 Wib. Kami masih beruntung, karena ada teman yang sedang diklat di PPPPTK/VEDC BOE Malang, lalu dipagi buta itu kami menghubunginya, dan Alhamdulillah akhirnya kita dapat beristirahat dan mandi sejenak di kamar temen. Mungkin ini salah satu manfaat banyak teman (tapi bukan memanfaatkan teman yang penting, hehehhehehe …. ).

1336017805773186279

Penulis di antara peserta seminar (Dok. Sutarno)

Hari ini Kamis, 03 Mei 2012 tepat pukul 08.30 acara yang bertajuk VEDC – Vocational Education Conference dengan judul “HARVESTING AND APPLICATION RENEWABLE FUTURE ENERGY IN VACATIONAL EDUCATION”, dalam rangka Dies Natalis PPPPTK/VEDC BOE Malang ke-20 tahun ini. Dalam sambutannya Ketua Pusat PPPPTK/VEDC BOE Malang mengatakan bahwa peserta seminar dalam rangka Dies Natalis PPPPTK/VEDC BOE Malang ini dihadiri oleh Rektor Perguruan Tinggi di Malang dan Surabaya, Kepala Sekolah sekitar, semua Peserta diklat  PPPPTK/VEDC BOE Malang, Ketua MGMP seluruh Indonesia, Semua Widyaiswara PPPPTK/VEDC BOE Malang dan tamu undangan.

13360179212069491372

Sesi pembukaan seminar diiringi dengan tari Topeng Malangan (Dok. Sutarno)

Adapun pelaksanaan seminar ini dilaksanakan mulai pukul 08.30 – 16.45 Wib. Dalam pelaksanaannya panitia mendatangkan pembicara utama Mr. Thomas Ulrich. Beliau salah satu Automotive Enginering dari Jerman dengan didampingi oleh pembicara pendukung, antara lain Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd Kepala Badan PSDM-PMP Kemdikbud, Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc., Ph.D  Ketua LPPM ITS Surabaya, Prof, Ir. I.N.G Wardhana, M.Eng., Ph.D Guru Besar Fakultas Teknik Unibraw dan Drs. Mustaghfirin Amin, MM selaku Sesjen Dikmen Kemdikbud. “Diharapakan dari kegiatan ini semua peserta akan mendapatkan harvesting dan renewable future energy setelah acara ini”, kata Sugiarta selaku Kapus PPPPTK/VEDC BOE Malang dalam sambutannya.

13360180481442133672

Mr. Thomas Ulrich dalam menyampaikan makalah (Dok. Sutarno)

Dalam pemaparannya Mr. Thomas mengemukakan bahwa :

  1. Energi terbarukan diciptakan dengan memanfaatkan fenomena alam seperti matahari, angin, air, tanaman, dan panas bumi.
  2. Energi terbarukan berasal dari proses alam yang terisi terus-menerus. Energi ini berasal dari matahari, atau dari panas yang dihasilkan dari dalam bumi. Dalam hal ini listrik dan panas yang dihasilkan dari matahari, angin, laut, tenaga air, biomassa, sumber daya panas bumi, dan biofuel dan hidrogen berasal dari sumber daya terbarukan.

Sustainable development adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri”, lanjut Mr Thomas. Dimensinya Sustainable development adalah Manusia sebagai SDM, Alam sebagai SDA, Keuntungan hal utama dalam bidang usaha.

133601819452430301

Peserta seminar Harvesting dan Renewable Future energy (Dok. Sutarno)

Sedangkan berdasarkan pemaparan Prof. Ir. I Nyuman Sutantra mengatakan bahwa Harvesting adalah upaya menghasilkan / memperoleh energi untuk menjalankan suatu sistem yang dihasilkan dari proses kegiatan sistem itu sendiri. Misalkan kita membutuhkan pendingin ruangan, maka energi yang dibutuhkan untuk menjalankan pendingin tersebut dari penghuni ruangan tersebut.

Di akhir pemaparannya Mr. Thomas menyatakan bahwa sistem pendidikan harus memastikan bahwa semua guru telah memiliki informasi terbaru mengenai tantangan mendesak yang dihadapi oleh alam, manusia dan bisnis, solusi potensial yang berhubungan dengan energi terbarukan, antara lain melalui :

  1. Mengintegrasikan topik kelestarian alam di dalam semua mata pelajaran
  2. Mengembangkan kode etik dalam tingkah laku yang bertanggung  jawab dan penggunaan energi secara efisien pada guru dan siswa
  3. Memprioritaskan penggunaan energi secara efisien dan bertanggung jawab dalam proses mengajar, dalam teori dan praktik
  4. Menjamin ketersediaan bahan pelatihan praktis
  5. Mengembangkan perencanaan untuk mengurangi konsumsi energi dan menggunakan solusi energi terbarukan di semua sekolah (biogas untuk memasak, energi matahari untuk pencahayaan, pendingin alami, ventilasi, dll)

Dengan gambaran dan pemaparan tersebut, sekiranya …. apakah yang dapat kita perbuat untuk menyambung umur bumi yang kita pijak ini ?

*****

Salam | Sutarno

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 13 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 15 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 17 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 14 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 14 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 14 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 15 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: