Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Airgaramasin Airgaramasin

follow Manusia tanpa narasi.. Airgaramasin.blogspot.com

Aquaponics Sederhana Belakang Rumah (Supermarket Keluarga)

OPINI | 07 May 2012 | 06:58 Dibaca: 4783   Komentar: 25   4

1336330030571643017

istri sedang “berbelanja” buncis untuk makan malam

13363299148347890171336330162874859407

foto tanaman aquaponics sederhana belakang rumah.

Aquaponics Sederhana Belakang Rumah (supermarket keluarga)

oleh : airgaramasin

Beberapa bulan terakhir ini dengan berbekal pengetahuan tentang pertanian yang dangkal, saya mencoba hal baru dengan anak istri saya, yaitu bercocok tanam menggunakan sistem aquaponics/akuaponik. Menurut apa yang kami pelajari dari beberapa website, aquaponics adalah sebuah metode dengan menggabungkan antara aquaculuture dengan hidroponik.

Kebetulan kami memiliki kolam kecil di belakang rumah, diantara tanaman sayuran kebutuhan rumah tangga kami sebelumnya. Kolam dengan kedalaman 1 meter tersebut kami set dengan kayu sedemikian rupa agar dapat menopang beberapa ember, kotak plastik yang digunakan sebagai wadah media arang dan batu kerikil. Pompa bekas aquarium 25 watt kami gunakan untuk memutar air kolam ke dalam media tanam. Hanya memberi makan dengan ikan saja, kami juga mendapatkan sayuran tanpa pupuk buatan karena air kolam sudah mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman, ikan pun turut senang karena air tersaring media tanaman.

Dengan peralatan sederhana tersebut kami sekarang bisa memanen sayuran dengan cara organik (walaupun kata-kata organik masih diperdebatkan).

Buncis, bayam, seledri, kangkung, tomat, daun loncang, terung kami tanam pada “mainan” baru itu. Menjadikan “supermarket” belakang rumah kami bertambah komplit, karena sayuran dan ikan kolam dapat memenuhi sebagian kebutuhan makan kami.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 6 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 9 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 11 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 11 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Perempuan Berkabut Musim …

Budhi Wiryawan | 7 jam lalu

Kado Berwarna Biru Dari Alex …

Agustina | 7 jam lalu

Cerita dari Kotamobagu, Kota Terkecil di …

Ferdinand Mokodompi... | 7 jam lalu

Rakyat Miskin Tidak Boleh Sakit …

Emilia . | 8 jam lalu

Tak Ada Tionghoa Kristen atau Islam, Semua …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: