Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Jangan Tuding Frekuensi Radio

REP | 14 May 2012 | 19:03 Dibaca: 794   Komentar: 2   0

JANGAN TUDING FREKUENSI RADIO MEMBUAT PESAWAT TERBANG JATUH

Frekuensi radio yang bekerja dari 3 – 30 kHz ( kilo Hertz) sampai 600 tHz (tera Hertz). Gelombang radio ini digunakan untuk keperluan alat navigasi, komunikasi dan siaran radio, TV radio amatir. Pancaran dan frekuensi sudah diatur secara nasional dan internasional (oleh ITU). Semua peralatan seperti komputer, radio, tv, hp menggunakan pancaran gelombang elektromagentik dengan frekuensi tertentu untuk mengoperasikan rangkaian elektronik peralatan tersebut.

Di salah satu stasiun TV ada pilot bilang kekacauan fekuensi radio menyebabkan terbang di Indonesia seperti neraka. Ini tentu pernyataan berlebihan, pertama jangan kaitkan pancaran radio dengan neraka dan kedua kalau ada segelintir orang bisa utak-atik transceiver (pemancar dan penerima) kemudian masuk ke radio komunikasi penerbangan. Itu sebagian orang-orang tidak bertanggung jawab, seharusnya polisi atau departemen terkait deteksi lokasi pemacar gelap dan tangkap.

Frekuensi radio sudah kebutuhan manusia, semua peralatan seperti handphone, TV, radio juga remote control menggunakan frekuensi cahaya. Jika ada pesawat jatuh, salah satu yang di tuding frekuensi radio penerbangan. Ada pertanyaan apa handphone mengganggu frekuensi penerbangan ?, jawaban bisa terjadi interference terutama di audio. Tetapi pada dasarnya tidak terlalu fatal, seharusnya dengan kesadaran penuh matikan handphone saat masuk pesawat untuk keselamatan diri kita. Pada kenyataan kita tidak tahu pasti berapa banyak orang yang mematikan handphone diatas pesawat. Lebih berbahaya adalah penguna radio amatir liar yang sudah ada sejak transceiver bisa dengan mudah dibeli di pasar. Mereka bisa modifikasi sederhana untuk dapat masuk ke frekuensi penerbangan atau maritim. Perkerjaan orang tak bertanggung jawab menimpa (jammer) frekuensi resmi penerbangan, sangat membahayakan.

Perangkat telekomunikasi yang interference bisa mengganggu bisa disengaja dengan jamming oleh radio amatir liar, bukan anggota resmi radio amatir juga bukan anggota Citizen Band (CB). Bisa juga dari pemancar-pemancar lain yan tidak menggunakan saringan radio frekurensi (RF filter) dengan benar. Biasa pemancar dibuat sendiri atau sengaja memasang daya pancar lebih besar tanpa rf filter. Gelombang mikro juga bisa interference, diantaranya pancaran pemancar induk handphone biasa disebut Radio Base Station (RBS). Biasa terjadi interference jika berada dekat dengan pemancar, juga bisa lipatan frekuensi ke bawah atau keatas dari pembangkit frekuensi dasar. Sering kasus ini disebut bocor, tapi yang terjadi karena memang ingin jamming atau interference. Itu sebab perlatan komunikasi harus diatur menurut frekuensi masing-masing, tentu harus diatur penggunakan radio komunikasi, termasuk pancaran-pancaran transceiver untuk handphone. Harus ada team khusus yang mendeteksi interference macam-macam pancaran frekeunsi radio dan mengukur besaran interference, juga mendeteksi pemancar gelap. Jangan keluarkan ijin menara pemancar yang dekat lapangan terbang, atau dekat radio beacon atau peralatan navigasi lainnya. Amankan frekuensi navigasi komunikasi penerbangan dan maritime.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 9 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 9 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 10 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: