Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Denis Agung

Penerjemah sekaligus Pengguna Linux

Kelebihan Linux (Xubuntu) yang Tidak Disadari

OPINI | 03 November 2012 | 22:12 Dibaca: 797   Komentar: 0   0

Lagi-lagi artikel soal Linux. Mungkin para pembaca akan berpikiran begitu saat melihat judul artikel saya ini.
Jujur saja, saya ini termasuk pengguna awam Linux yang menggunakan Xubuntu 12.04 untuk menunjang kegiatan saya sebagai seorang penerjemah komik. Perkenalan saya dengan Xubuntu dimulai saat saya sedang mencari Linux yang cocok untuk digunakan di netbook EeePC 900 20 GB saya yang sudah cukup uzur. Ternyata, cukup sulit juga mencari Linux yang responsif dengan spek prosesor Celeron 900 MHz dan RAM 1 GB yang saya miliki. Setelah beberapa kali menginstal varian Linux yang berbeda-beda, akhirnya saya mencoba untuk menginstal Xubuntu. Ternyata, Xubuntu cukup responsif saat diinstal di EeePC 900. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mengganti OS Linux Mint di PC desktop saya dengan Xubuntu 12.04. (Sebagai informasi, PC desktop saya menggunakan Phenom II X4 840 dan RAM 2×2 GB dual channel). Dan, sampai sekarang saya masih menggunakan Xubuntu 12.04 32-bit dengan kernel PAE.

Jujur saja, selama menggunakan Xubuntu, ada beberapa hal yang sangat mengesankan saya.
1. Backup dan encoding film
Saya punya kebiasaan aneh setiap kali membeli DVD film (bajakan, sih). Saya selalu mengopi DVD yang saya beli ke dalam bentuk file ISO. Dengan demikian saya tak perlu merasa khawatir kalau seandainya kepingan DVD-nya nggak bisa diputar lagi. Lalu, terkadang saya punya keinginan untuk memasukkan data ISO film itu ke dalam portable media player. Saat-saat seperti ini, saya menggunakan program encoder gratisan yang disediakan oleh repositori Ubuntu. (Kalau di Windows? Musti cari-cari installer dan crack-nya dulu)…
2. Mencetak laman internet ke dalam bentuk PDF
Ini salah satu fungsi yang sangat saya puja dalam Linux. Tinggal klik kanan, Print, Print to file. Kalau di Windows? Setidaknya harus install Foxit Reader dulu, euy.
3. Suara musik yang dihasilkan lebih membahana
Ini adalah hal pertama yang saya sadari saat memakai SLAX Live CD untuk memainkan file MP3. Saya jadi kaget setengah mati saat memutar file musik MP3 yang biasa saya dengarkan di SLAX. Suara yang dihasilkan jadi lebih membahana dibandingkan saat diputar di Windows (pengaturan volume speaker sama sekali nggak diubah, lho).

Inilah ketiga kelebihan Linux yang saya hargai sampai saat ini. Semoga berguna bagi para member Kompasiana.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

“Share Your Dreams” dengan Paket …

Kompasiana | | 26 November 2014 | 11:24



HIGHLIGHT

Jangan Bakar Jembatan …

Bonekpalsu | 7 jam lalu

Kios Pasar Pon Diperjual Belikan Oknum …

Fajar Agustyono | 7 jam lalu

Kuda-kuda yang Terluka …

Feri Sapran | 8 jam lalu

Dari Desa untuk Bangsa: Sinergi Kepemimpinan …

Mamang Haerudin | 9 jam lalu

BBM Naik, Pelayanan SPBU Pertamina …

Jonatan Sara | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: