Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Apakah Energi Nuklir itu Penting?

REP | 09 December 2012 | 13:57 Dibaca: 397   Komentar: 0   0

Energi nuklir umumnya ditawarkan sebagai alternatif untuk mengatasi krisis energi. Perdebatan tentang apakah penggunaan energi nuklir adalah pilihan yang tepat belum berakhir. Beberapa orang setuju dengan pemanfaatan itu karena manfaatnya. Beberapa orang lain, bagaimanapun, tidak setuju karena risiko terhadap lingkungan.

Mereka yang setuju dengan pengoperasian reaktor nuklir biasanya berpendapat bahwa energi nuklir adalah satu-satunya pilihan layak untuk menjawab terus meningkatnya kebutuhan energi. Menurut pendapat mereka, sumber-sumber energi lain misalnya, minyak, batu bara, dan gas alam tidak dapat diperbaharui dan aman, sementara energi nuklir dapat berkelanjutan ketika diproduksi dengan cara yang aman. Merekapun bersikeras untuk tetap dibuatnya pengoperasian reaktor nuklir tanpa melihat akibatnya.

Namun, orang yang tidak setuju dengan penggunaan energi nuklir beranggapan bahwa produk limbah nuklir benar-benar dapat merusak lingkungan dan kehidupan manusia. Sebuah krisis di reaktor, misalnya, biasanya menghasilkan kontaminasi tanah dan air di sekitarnya. Contohnya, meledaknyareaktor nuklir di Stasiun Tenaga Nuklir Chernobyl di Rusia dua puluh tahun yang lalu. Orang-orang serius terancam pencemaran dan lingkungan yang parah.Hal ini jelas bahwa energi nuklir harus dihindari karena itu benar-benar membahayakan lingkungan. Tetapi bagaimana dengan sedikit energi sudah tercemar yang bukan energi nuklir? Apakah ada energi alternatif untuk mengatasi krisis energi? Ini masih menjadi tanda tanya besar bagi kita semua. Dan masih menjadi PR bagi petinggi-petinggi di negara manapun karena tidak mudah mengambil suatu keputusan tanpa melihat akibatnya bagi kehidupan manusia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mau Ribut di Jerman? Sudah Ijin Tetangga …

Gaganawati | | 24 October 2014 | 13:44

Pesan Peristiwa Gembira 20 Oktober untuk …

Felix | | 24 October 2014 | 13:22

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pelayanan Sertifikasi Lebih Optimal Produk …

Nyayu Fatimah Zahro... | | 24 October 2014 | 07:31

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Pak Jokowi, Kemana Pak Dahlan Iskan? …

Reo | 8 jam lalu

Akankah Jokowi Korupsi? Ini Tanggapan Dari …

Rizqi Akbarsyah | 14 jam lalu

Jokowi Berani Ungkap Suap BCA ke Hadi …

Amarul Pradana | 15 jam lalu

Gerindra dapat Posisi Menteri Kabinet Jokowi …

Axtea 99 | 16 jam lalu

Nurul Dibully? …

Dean Ridone | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 9 jam lalu

Pengumuman Kabinet, di Istana Atau Dimana? …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Dilan dan Milea: Kisah Manis ABG ala Tahun …

Nurussakinah | 9 jam lalu

Nora Samosir, Bintang Indonesia Bersinar di …

Adi Supriadi | 9 jam lalu

Preman …

Bhre | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: