Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Apakah Energi Nuklir itu Penting?

REP | 09 December 2012 | 13:57 Dibaca: 403   Komentar: 0   0

Energi nuklir umumnya ditawarkan sebagai alternatif untuk mengatasi krisis energi. Perdebatan tentang apakah penggunaan energi nuklir adalah pilihan yang tepat belum berakhir. Beberapa orang setuju dengan pemanfaatan itu karena manfaatnya. Beberapa orang lain, bagaimanapun, tidak setuju karena risiko terhadap lingkungan.

Mereka yang setuju dengan pengoperasian reaktor nuklir biasanya berpendapat bahwa energi nuklir adalah satu-satunya pilihan layak untuk menjawab terus meningkatnya kebutuhan energi. Menurut pendapat mereka, sumber-sumber energi lain misalnya, minyak, batu bara, dan gas alam tidak dapat diperbaharui dan aman, sementara energi nuklir dapat berkelanjutan ketika diproduksi dengan cara yang aman. Merekapun bersikeras untuk tetap dibuatnya pengoperasian reaktor nuklir tanpa melihat akibatnya.

Namun, orang yang tidak setuju dengan penggunaan energi nuklir beranggapan bahwa produk limbah nuklir benar-benar dapat merusak lingkungan dan kehidupan manusia. Sebuah krisis di reaktor, misalnya, biasanya menghasilkan kontaminasi tanah dan air di sekitarnya. Contohnya, meledaknyareaktor nuklir di Stasiun Tenaga Nuklir Chernobyl di Rusia dua puluh tahun yang lalu. Orang-orang serius terancam pencemaran dan lingkungan yang parah.Hal ini jelas bahwa energi nuklir harus dihindari karena itu benar-benar membahayakan lingkungan. Tetapi bagaimana dengan sedikit energi sudah tercemar yang bukan energi nuklir? Apakah ada energi alternatif untuk mengatasi krisis energi? Ini masih menjadi tanda tanya besar bagi kita semua. Dan masih menjadi PR bagi petinggi-petinggi di negara manapun karena tidak mudah mengambil suatu keputusan tanpa melihat akibatnya bagi kehidupan manusia.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Kami Hadir di Kompasianival …

Hibah Buku | | 21 November 2014 | 17:54

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 9 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 9 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: