Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Fajar Sany

Saya adalah Fajar.

Antivirus yang Cocok

OPINI | 20 December 2012 | 12:33 Dibaca: 1661   Komentar: 0   0

Hai teman-teman Kompasiana!

Saya mau berbagi pendapat nih. Banyak dari orang-orang di sekitar saya seperti teman kuliah, menanyakan Antivirus apa sih yang paling bagus? Saya tidak bisa memberikan jawaban yang pasti, karena kebutuhan dan perilaku setiap orang dalam menggunakan komputer berbeda-beda. Berbeda kebutuhan dan perilaku tentu berbeda pula Antivirus yang cocok untuk digunakan. Saya akan memberitahu penilaian saya tentang masing-masing Antivirus yang pernah saya gunakan selama ini. Dan saya akan memberikan pendapat saya jika Antivirus-Antivirus itu cocok digunakan untuk pengguna seperti apa.

Oh ya, Antivirus disini adalah Antivirus yang digunakan untuk PC, Laptop, Netbook dan semua perangkat yang menggunakan sistem operasi Windows XP, Vista atau Seven. Untuk sistem operasi lain seperti Linux atau Android, saya belum pernah mencobanya dalam waktu yang lama sehingga belum bisa diberi penilaian.

Baik saya mulai dengan yang paling bagus keseluruhan menurut saya:

  1. Microsoft Security Essentials

    Satu-satunya Antivirus buatan Microsoft. Antivirus ini memiliki kualitas yang baik. Tidak membebani komputer dengan pemakaian memori yang banyak. Kemampuannya dalam membasmi Virus baik sekali. Virus lokal maupun luar dapat dideteksi dan dibasmi dengan baik. Meskipun fitur dalam pengamanan Internetnya tidak ada, tapi untuk pengamanan dalam komputer dapat diandalkan. Virus atau program jahat yang terdeteksi tidak langsung dihapus total, tapi dikarantina terlebih dahulu. Setelah itu pengguna dapat memilih untuk menghapusnya atau tetap mengkarantinanya. Tapi jika setiap terdeteksi ingin langsung dihapus, pengguna tinggal mengatur pengaturannya. Konfigurasi Antivirus ini sangatlah mudah, bahkan menurut saya paling mudah dibanding Antivirus lainnya. Walaupun mudah, tetap memberikan kenyamanan penggunanya, seperti integrasi scanning pada menu klik kanan mouse yang membuat scanning file lebih praktis. Antivirus ini akan meng-update secara otomatis setiap ada koneksi internet dan untuk mematikan update otomatis ini, fitur Automatic Updates pada Windows harus dimatikan. Untuk mendapatkan Antivirus gratis ini dapat di-download dari situs resminya Microsoft, dan Windows harus menjalani validasi Windows orisinil, jika bajakan tidak dapat men-download-nya (kecuali ada cara lain). Jika mendapatkan file Antivirus tanpa hasil download, dapat dari orang lain misalnya, setelah meng-install Antivirus harus meng-install file definitions-nya yang berisi engine dan database Antivirus agar dapat berjalan. File definitions-nya juga harus di-download dari situs resmi Microsoft.

    Menurut saya Antivirus ini cocok untuk digunakan hampir oleh semua tipe pengguna komputer. Walaupun tanpa pengamanan Internet, tapi kemampuannya yang baik dalam membasmi virus, serta fiturnya yang lengkap dan praktis ditambah pemakaian memorinya yang sangat kecil (sekitar 7 MB) membuat Antivirus ini termasuk baik. Hanya saja jika menggunakan Windows bajakan, harus mencari cara lain ketika men-download-nya dan mematikan fitur Automatic Updates Windows jika tidak ingin Windowsnya di black list oleh Microsoft. Tinggal install dan biarkan aktif, tidak perlu banyak mengatur-ngatur konfigurasinya.

  2. AVG Antivirus

    Antivirus ini tersedia dalam dua edisi, ada edisi gratis (free) dan Internet Security. Versi gratis tetap memberikan kemampuan membasmi virus dan fitur yang cukup lengkap untuk pengamanan dalam komputer dan Internet. Untuk menggunakannya bisa men-download langsung dari situs resmi AVG dan langsung di-install. Setelah itu mengatur konfigurasinya seperti update otomatis dan lainnya. Untuk konfigurasinya memang lumayan sulit, terutama bagi pemula.

    Versi Internet Security memberikan fitur yang lebih banyak dibandingkan versi gratis. Di dalamnya terdapat fitur pengamanan Internet lengkap seperti Firewall dan lainnya. Fitur pembersih sampah di Windows dan memperbaiki registry yang rusak. AVG Internet Security memberikan pengamanan komputer yang komplet.

    Pendapat saya, AVG Antivirus cocok digunakan untuk pengguna komputer yang mau repot mengatur konfigurasi Antivirus, terutama yang edisi Internet Security. Karena di edisi ini konfigurasinya tidak praktis dan tampilannya kurang nyaman dipandang mata. Tapi kualitas dan fiturnya sangat baik.

  3. Avira Antivirus

    Avira Antivirus tersedia dalam edisi gratis (free), Premium Security dan Internet Security. Secara keseluruhan, kualitas yang diberikan tidak berbeda, hanya dalam edisi Internet Security memberikan fitur yang lebih lengkap dibanding dua edisi di bawahnya. Perlindungan yang diberikan cukup baik. Konfigurasinya praktis dan tampilannya tidak rumit. Untuk proses update-nya pun tidak sulit, dapat secara otomatis atau tidak, dan bisa secara manual dengan men-download definitions-nya dari situs resmi Avira. Pemakaian memory sedang (sekitar 15 MB), sehingga lumayan ringan dipakai di dalam komputer dengan RAM 1 GB.

    Secara keseluruhan, Avira Antivirus memiliki kualitas yang hampir sama dengan Microsoft Security Essentials. Penggunaannya praktis dan tidak rumit. Pengguna tinggal install dan biarkan Antivirus aktif. Hanya saja mungkin pengguna perlu mematikan suara beep dari speaker internal komputer ketika Antivirus mendeteksi virus atau program jahat, dengan membuka konfigurasi Avira Antivirus.

  4. Avast Antivirus

    Antivirus dengan tampilan yang elegan dan enak dipandang mata. Terdiri dari edisi gratis (free), Pro dan Internet Security. Kualitas dalam pendeteksian pada semua edisi sama, fiturnya saja yang berbeda. Tapi dalam edisi gratis juga menyediakan pengamanan Internet walau tidak selengkap Pro atau Internet Security. Penggunaan memory sedang, sekitar 22 MB. Untuk edisi gratis, dibutuhkan koneksi internet untuk mengaktifkan lisensi gratisnya, jika tidak, maka hanya dapat digunakan selama 30 hari saja.

    Cocok digunakan untuk pengguna komputer yang membutuhkan perlindungan dengan fitur lengkap. Walaupun memiliki tampilan yang elegan, tapi konfigurasinya belum praktis, sama seperti AVG Antivirus. Selain itu penggunaan memory-nya tidak sedang, sehingga tidak memberatkan komputer.

  5. Bitdefender Antivirus

    Bitdefender Antivirus juga tersedia dalam berbagai edisi. Kemampuan mendeteksi virus dan program jahat saya nilai baik. Setiap edisi memberikan pendeteksian virus yang sama, hanya berbeda fiturnya saja. Semakin tinggi, semakin banyak fitur yang diberikan. Konfigurasinya sangat praktis, sama dengan Microsoft Security Essentials, dimana tampilannya juga sangat ramah. Kelemahannya, penggunaan memori yang besar, sehingga berat dipakai di komputer dengan RAM 1 GB. Antivirus ini juga selalu men-scan setiap pengguna komputer membuka folder, sehingga akan terasa lambat ketika membuka folder.

    Menurut saya untuk pengguna komputer yang memiliki spesifikasi komputer tinggi terutama RAM, bisa menggunakan Bitdefender Antivirus karena kemampuan pendeteksian virus dan program jahatnya baik, serta fitur pengamanannya juga ketat. Tapi saya kurang menyukai Antivirus walaupun kualitas, fitur dan tampilannya yang baik karena kurang efisien dalam penggunaan memory.

  6. Smadav Antivirus

    Antivirus buatan lokal ini memiliki kualitas pendeteksian virus cukup baik dan fiturnya yang cukup lengkap. Meskipun masih kalah dengan Antivirus luar, tapi untuk ukuran buatan negeri sendiri, Antivirus ini saya nilai baik. Terdiri dari edisi gratis dan pro, keduanya tanpa fitur Internet Security. Ketika men-download Smadav dalam keadaan edisi gratis, untuk merubahnya menjadi edisi pro, tinggal memasukkan license key, tentu setelah melakukan proses pembayaran yang diatur oleh pihak Smadav. Fiturnya seperti pemberian vaksin pada setiap USB Flashdisk atau Memory Card agar tidak terkena virus autorun dapat diandalkan. Ukuran file Antivirus dan update-nya sangat kecil, dibawah 1 MB. Antivirus Smadav sangat mudah dioperasikan, menurut saya dari semua Antivirus yang pernah saya coba, Smadav paling praktis.

    Cocok digunakan untuk semua pengguna komputer, saya sarankan agar membeli license key edisi pro-nya, karena harganya pun tidak mahal. Tapi kekurangannya, kemampuan dalam mendeteksi virus masih kurang. Banyak virus-virus yang masih dapat lolos dari pengamanan Smadav.

Kesimpulannya, menurut saya dari 6 Antivirus yang disebutkan di atas, yang secara keseluruhannya memiliki nilai baik adalah Microsoft Security Essentials (MSE). Cocok digunakan untuk seluruh tipe dan perilaku pengguna komputer. Mulai dari tingkat pemula, sedang, mahir, yang senang kepraktisan, dan lainnya. MSE memiliki kinerja baik dan tidak memberatkan komputer. Pengguna seperti masyarakat umum, anak sekolah, mahasiswa atau instansi-instansi tertentu cocok untuk menggunakan MSE.

Untuk AVG Antivirus, cocok digunakan untuk tingkat sedang dan mahir, karena pengaturannya rumit. Tampilannya kurang enak dipandang. Kualitas dan fiturnya sangat baik, cuman karena pengaturannya itu yang rumit, sehingga banyak yang harus dirubah-rubah ketika menjalankan Antivirus ini. Pengguna seperti peminat TI, ahli TI, pakar internet cocok menggunakan AVG Antivirus edisi Internet Security. Edisi gratis cocok digunakan bagi yang tidak memiliki dana untuk membeli edisi Internet Security.

Avast Antivirus memiliki tampilan yang elegan, desainnya bagus. Kualitas dan fiturnya hampir sama dengan AVG, tapi jika dibandingkan dengan Avira Antivirus, masih efisien Avira Antivirus. Karena Avira Antivirus lebih hemat penggunaan memory dibandingkan Avast Antivirus. Avast dan Avira cocok digunakan hampir untuk seluruh pengguna komputer, tapi bagi yang ingin praktis, lebih baik menggunakan MSE.

Bitdefender Antivirus kurang saya sarankan karena penggunaan memory-nya yang besar memberatkan komputer, lagipula dibandingkan dengan MSE, masih baik MSE. Sedangkan Smadav, bagus untuk yang tidak mau menggunakan kelima Antivirus di atas, sebagai alternatifnya.

Sebenarnya, Antivirus yang dipasang di dalam Windows dapat diibaratkan sebagai seorang penjaga gerbang masuk, dia dapat menangkap orang yang tidak berhak melewati gerbang, tapi tidak menutup kemungkinan ada yang lolos juga. Jadi jika ada virus yang berhasil masuk ke dalam Windows, sulit untuk dibasmi menggunakan Antivirus tersebut, karena pasti virus tersebut akan menggunakan berbagai cara untuk bersembunyi dari penjagaan Antivirus. Bahkan Antivirus-nya pun dapat dimatikan oleh virus tersebut. Cara yang ampuh untuk membasmi virus yang lolos ke dalam Windows adalah dengan meng-scan-nya menggunakan Antivirus yang dijalankan lewat booting CD/DVD. Antivirus ini akan berjalan mandiri melalui CD lewat proses booting, sehingga tidak dapat dimodifikasi oleh virus. Walaupun dapat berjalan lewat USB Flashdisk, tapi disarankan lebih baik lewat CD. Contoh Antivirus booting ini adalah Kaspersky Rescue Disk yang file ISO-nya dapat di-download dari situs resminya. Selain itu jangan menggunakan lebih dari satu Antivirus dalam komputer, akan mengakibatkan konflik dan bahkan kerusakan Windows itu sendiri.

Jadi kita tinggal menyesuaikan kebutuhan dan perilaku kita dalam menggunakan komputer, selanjutnya memilih Antivirus yang menurut kita cocok.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | | 24 April 2014 | 23:45

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Hasil Drawing AFC U-19: Masuk Group Neraka, …

Ethan Hunt | 2 jam lalu

Partai Manakah Dengan Harga Suara Termahal? …

Chairul Fajar | 12 jam lalu

Siapa yang Akan Bayar Utang Kampanye PDIP, …

Fitri Siregar | 12 jam lalu

Riska Korban UGB jadi “Korban” di Hitam …

Arnold Adoe | 14 jam lalu

Tangis Dahlan yang Tak Terlupakan …

Dedy Armayadi | 17 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: