Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Angga Supri Andana

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Ilmu Komunikasi 2011 follow me @anggakepler Forza FC Internazionale Milano

Komposisi Gambar dalam Seni Fotografi

REP | 30 December 2012 | 11:37 Dibaca: 537   Komentar: 0   2

Fotografi merupakan seni mengabadikan sebuah moment atau gambar dengan menggunakan alat, yakni kamera. Cahaya pada kamera ini yang membidik sebuah obyek dan nantinya akan menjadi sebuah gambar. Tanpa cahaya tersebut, maka tidak ada sebuah gambar. Menurut Wikipedia prinsip fotografi sendiri adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Dalam seni fotografi ada berbagai aturan atau cara apabila si fotografer ingin mendapatkan hasil jepretan yang bagus dan indah. Ini dia, salah satunya dengan mengatur komposisi gambar dulu sebelum menjepret sebuah obyek.

Komposisi sendiri adalah dasar dari seni fotografi. Yakni mencermati dahulu sebuah obyek sebelum kita jepret, mencari sudut yang pas, dll. Sebenarnya fotografi sendiri juga termasuk pada seni lukis, seni lukis dengan menggunakan media kamera. Jadi komposisi dalam fotografi tak ayalnya sama dengan komposisi pada seni lukis.

Berikut adalah aturan atau cara dalam mengatur sebuah komposisi gambar yang baik :

1.       View Point

Dasar dari fotografi sering kita dengar yakni Point of View,. Point of View adalah titik pandang. Sebelum kita memotret obyek tersebut, kita perlu memerhatikan dari titik pandangnya. Posisikan pengambilan gambar dengan sudut pandang yang menarik, tidak harus melulu mengambil gambar dari depan obyek. Itu akan membuat hasil lebih indah.

2.       Rule of Space

Yang di maksud disini yakni ruang kosong. Erat juga denngan Rule of Third. Pada Rule of Third dalam pengambilan gambarnya sang fotografer harus menempatkan obyek pada 9 bagian yang sama besar saat kita menarik obyek dalam garis imajiner. Dan kita harus memposisikan obyek tersebut pada persimpangan garis-garis tersebut.

Rule of Space ialah memberikan sedikit ruang kosong saat kita membidik suatu obyek.

Contoh saja saat kita memotret foto untuk KTP, kita harus menyediakan ruang kosong diatas kepala obyeknya.

3.       Rule of Odds

Rule of Odds ini adalah aturan yang menyatakan bahwa sebuah gambar akan tampak lebih menarik secara visual ketika subyek berjumlah ganjil. Salah satu hal pertama yang memutuskan dalam memilih komposisi adalah berapa banyak elemen atau item yang ada di dalamnya. Dan salah satu cara paling sederhana untuk membuat komposisi yang lebih dinamis yakni memiliki jumlah ganjil dalam komposisi, bisa dikatakan tiga, lima, atau tujuh, bukan bilangan genap, seperti dua, empat, atau enam. Menggunakan sebuah titik ganjil dalam suatu komposisi berarti mata anda dan otak anda tidak dapat memasangkan kelompok dengan mudah.

Itu tadi tiga, dari sekian banyak aturan dalam mengatur komposisi yang baik saat pengambilan obyek dengan bidikan sebuah kamera.

Banyak orang yang menggunakan kamera tidak memperhatikan point di atas, itu sebabnya alhasil hasilnya jadi kurang maksimal atau bisa disebut biasa saja, itu hanya dari sekian contoh aturan untuk memetik hasil yang memuaskan. Semoga bermanfaat J

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



Subscribe and Follow Kompasiana: