Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Gilang Alfatah

Karyawan swasta Twiter @gilangalfattah

Merekayasa Jatuhnya Hujan dengan Menggunakan Garam

REP | 06 February 2013 | 19:01 Dibaca: 704   Komentar: 0   1

Pembaca yang budiman, kali ini saya ingin sharing sedikit yang saya ketahui tentang pemanfaatan garam untuk merekayasa hujan.

Saya baru – baru ini membaca beberapa artikel tentang merekayasa hujan dengan menyebarkan garam di atas langit, untuk mencegah hujan mengguyur Jakarta, ini merupakan ide yang briliant menurut saya, dan sangat “out of the box”.

Sebenarnya kita pernah mendapatkan pelajaran ini pada waktu SMA, pasti pembaca ingat, saat SMA dulu kita pernah mempercepat mencairnya Es dengan cara diberi garam, sehingga Es lebih cepat mencair meskipun temperatur masih di bawah 0 derajat celcius, penggaraman ini juga sudah dilakukan di luar negeri untuk mempercepat mencairnya salju yang ada di jalan.

Teknik seperti inilah yang mungkin digunakan untuk menjatuhkan hujan sebelum waktunya, sederhananya, saat awan yang mengandung hujan masih diatas laut, maka kita taburi garam sehingga titik cairnya menurun dan hujan akan jatuh sebelum sampai kejakarta, permasalahan yang terjadi adalah cost yang terlalu besar dan kurang nya waktu yang dibutuhkan garam untuk bereaksi dengan awan hujan, sehingga menjadi kurang efektif, bahasa sederhananya, garamnya baru sebentar nyentuh awan hujan, eh udah jatuh deh.

Saya jadi kepikiran, gimana kalau partikel garam ini lebih dikecilkan lagi hingga mendekati partikel uap, garam di jadikan larutan garam dulu, baru disemprotkan secara sangat lembut ke awan hujan, semakin kecil partikel garam, maka reaksi kimia akan semakin cepat dan akan semakin lama garam tersebut bisa berada di langit. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi garam, dengan jumlah garam yang relatif sedikit, akan bisa di buat merekayasa awan hujan yang lebih luas.

Tentunya ide memperkecil partikel garam ini perlu didiskusikan dengan banyak pakar yang ahli di bidangnya, sebenarnya saya pingin menyampaikan ide ini ke pak Jokowi, tapi belum pernah ketemu and kenalan. ha ha ha.

By the way, selamat bekerja keras untuk semua elemen yang berjuang mengatasi maupun mencegah banjir, saat kita bersatu dan tidak jahat, pasti segala permasalahan bangsa ini bisa terselesaikan.

terima kasih banyak, semoga bermanfaat.

Gilang.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

HL Bukan Ambisi Menulis di Kompasiana …

Much. Khoiri | 7 jam lalu

Bukti, Koalisi Merah Putih Bukan Wakil …

Giri Lumakto | 10 jam lalu

Takut Prabowo, Jokowi Batalkan Perampingan …

Avit Hidayat | 10 jam lalu

Gubernur Pilihan Rakyat, Presiden Tak Layak …

Muhammad | 14 jam lalu

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Bima Arya Sukses Menghijaukan Jalanan Kota …

Masykur A. Baddal | 8 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 9 jam lalu

Swakelola Pengurusan Jenazah A la Kel. …

Fajr Muchtar | 9 jam lalu

Bapak Diberi Tenggang Tiga Kali 24 Jam untuk …

Posma Siahaan | 10 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Pelangi Iris …

Putri Kodok | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: