Back to Kompasiana
Artikel

Terapan

Gilang Alfatah

Karyawan swasta Twiter @gilangalfattah

Merekayasa Jatuhnya Hujan dengan Menggunakan Garam

REP | 06 February 2013 | 19:01 Dibaca: 703   Komentar: 0   1

Pembaca yang budiman, kali ini saya ingin sharing sedikit yang saya ketahui tentang pemanfaatan garam untuk merekayasa hujan.

Saya baru – baru ini membaca beberapa artikel tentang merekayasa hujan dengan menyebarkan garam di atas langit, untuk mencegah hujan mengguyur Jakarta, ini merupakan ide yang briliant menurut saya, dan sangat “out of the box”.

Sebenarnya kita pernah mendapatkan pelajaran ini pada waktu SMA, pasti pembaca ingat, saat SMA dulu kita pernah mempercepat mencairnya Es dengan cara diberi garam, sehingga Es lebih cepat mencair meskipun temperatur masih di bawah 0 derajat celcius, penggaraman ini juga sudah dilakukan di luar negeri untuk mempercepat mencairnya salju yang ada di jalan.

Teknik seperti inilah yang mungkin digunakan untuk menjatuhkan hujan sebelum waktunya, sederhananya, saat awan yang mengandung hujan masih diatas laut, maka kita taburi garam sehingga titik cairnya menurun dan hujan akan jatuh sebelum sampai kejakarta, permasalahan yang terjadi adalah cost yang terlalu besar dan kurang nya waktu yang dibutuhkan garam untuk bereaksi dengan awan hujan, sehingga menjadi kurang efektif, bahasa sederhananya, garamnya baru sebentar nyentuh awan hujan, eh udah jatuh deh.

Saya jadi kepikiran, gimana kalau partikel garam ini lebih dikecilkan lagi hingga mendekati partikel uap, garam di jadikan larutan garam dulu, baru disemprotkan secara sangat lembut ke awan hujan, semakin kecil partikel garam, maka reaksi kimia akan semakin cepat dan akan semakin lama garam tersebut bisa berada di langit. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi garam, dengan jumlah garam yang relatif sedikit, akan bisa di buat merekayasa awan hujan yang lebih luas.

Tentunya ide memperkecil partikel garam ini perlu didiskusikan dengan banyak pakar yang ahli di bidangnya, sebenarnya saya pingin menyampaikan ide ini ke pak Jokowi, tapi belum pernah ketemu and kenalan. ha ha ha.

By the way, selamat bekerja keras untuk semua elemen yang berjuang mengatasi maupun mencegah banjir, saat kita bersatu dan tidak jahat, pasti segala permasalahan bangsa ini bisa terselesaikan.

terima kasih banyak, semoga bermanfaat.

Gilang.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: